Mantan Teroris Ganti Profesi Jadi Petani, Tanam Porang dan Pepaya hingga 900 Pohon

Seorang mantan narapidana kasus terorisme, Mukhtar, alih profesi menjadi seorang petani dan tanam tanaman porang serta pepaya 900 pohon.


zoom-inlihat foto
KOMPAScofm-IWAN-BAHAGIA-SP.jpg
KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SP
Suasana pertemuan antara Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro dengan mantan narapidana terorisme, Tengku Tar, Rabu (7/4/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan teroris atau eks narapidana kasus terorisme, Mukhtar alias Tengku Tar Bin Ibrahim (36), alih profesi menjadi seorang petani.

Pria berusia 36 tahun ini tinggal di Dusun Keude, Desa Blang Cruem, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Banda Aceh.

Setelah keluar dari dinginnya penjara, ia baru menjadi petani mengelola tanah pertanian miliknya sendiri.

Mukhtar memanam pepaya australia, semangka, dan tanaman porang.

Pria yang juga dikenal dengan nama Tengku Mukhtar ini juga pernah dikunjungi oleh Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro pada Rabu (7/4/2021) lalu.

Kolonel Inf Sumirating Baskoro juga mengaku salut atas usaha yang dilakukan Mukhtar saat ini, Jumat (9/4/2021).

Suasana pertemuan antara Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro dengan mantan narapidana terorisme, Tengku Tar, Rabu (7/4/2021).
Suasana pertemuan antara Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro dengan mantan narapidana terorisme, Tengku Tar, Rabu (7/4/2021). (KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SP)

“Kita salut kepada saudara kita ini yang begitu ulet dalam menjalankan usaha pertaniannya dalam beberapa bulan terakhir," kata dia.

Sumirating juga berusaha membantu beberapa peralatan pertanian kepada Tengku Mukhtar .

Hal ini supaya lahan seluas 8.000 meter persegi tersebut bisa ditanami berbagai jenis tanaman semusim.

Tanaman pepaya milik Mukhtar, lanjut dia, sudah mencapai 900 pohon.

Bahkan sudah memberi penghasilan dengan panen setiap dua kali dalam seminggu.

Sebagai informasi, Mukhtar alias Tengku Tar Bin Ibrahim (36), adalah eks narapidana kasus terorisme,

Mukhtar adalah warga Dusun Keude, Desa Blang Cruem, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Baca: Rencana Impor Beras 1 Juta Ton Ditolak Legislator PDIP, Dinilai Bawa Dampak Kesengsaraan Bagi Petani

Baca: Pensiun dari Dunia Tinju, Mike Tyson Banting Setir Jadi Petani Ganja, Raup Omset Rp 9,9 M per Bulan

Mukhtar pernah terlibat serangkaian teror di tahun 2009 lalu, seperti dikutip dari Kompas.com.

Ia terlibat penembakan Ketua PMI Jerman.

Juga pelemparan granat asap di kantor United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) Aceh pada tahun 2009 silam.

Ilustrasi tanaman porang (Amorphophallus muelleri)
Ilustrasi tanaman porang (Amorphophallus muelleri) (SHUTTERSTOCK/Shanjaya)

Termasuk terlibat kasus penembakan rumah dua dosen di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Mukhtar ini dikenal sebagai Tengku Mukhtar alias Faruqy asal Aceh Utara.

Dia panglima tandhim Al Qaeda Wilayah Pasee, serta eks panglima laskar FPI Aceh.

Mukhtar pernah bergabung bersama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Pasee.

Lalu ia diamankan pada 16 Maret 2010 di Lhokseumawe.

Baca: Viral Video Pria Mengaku Jadi Anak DPR Hina Petani, Berakhir Klarifikasi dan Minta Maaf 

Baca: Lahan Kebanjiran, Petani Asal Pangandaran ini Sulap Atap Rumahnya Jadi Sawah

Baca: European Super League, Bentuk Perlawanan Dari Para Tim Elite Untuk UEFA

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka)

Baca selengkapnya tentang tanaman porang di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved