Hemophobia

Phobia darah atau Hemophobia adalah ketakutan berlebih ketika melihat darah atau menjalani prosedur medis tertentu yang melibatkan darah.


zoom-inlihat foto
Hemophobia.jpg
Middlesex-London Health Unit
Hemophobia

Phobia darah atau Hemophobia adalah ketakutan berlebih ketika melihat darah atau menjalani prosedur medis tertentu yang melibatkan darah.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Phobia darah adalah ketakutan berlebih ketika melihat darah atau menjalani prosedur medis tertentu yang melibatkan darah.

Gangguan mental ini bisa menimbulkan berbagai gejala fisik dan emosional.

Phobia ini juga disebut dengan istilah hemophobia.

Phobia darah termasuk jenis phobia spesifik yang masuk ke dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5).

Orang dengan phobia ini bisa sangat merasa tidak nyaman, takut, bahkan pingsan ketika melihat darah.

Baca: Acrophobia

Baca: Enochlophobia

Pemilik Golongan Darah O Boleh Bernafas Lega Karena Kebal Lawan Covid-19, Namun Harus Waspada Karena Justru Rentan Terhadap Penyakit Ini
Pemilik Golongan Darah O Boleh Bernafas Lega Karena Kebal Lawan Covid-19, Namun Harus Waspada Karena Justru Rentan Terhadap Penyakit Ini (TippaPatt/news-medical)

Ciri-ciri orang yang mengidap phobia adalah sebagai berikut:

• Mengalami perasaan takut, cemas, dan panik saat terpapar pada sumber fobia. Bahkan hanya dengan memikirkan sumber fobia saja sudah membuatnya takut.

• Penderita fobia sebenarnya sadar bahwa ketakutan yang dialaminya tersebut tidak masuk akal dan terkesan dilebih-lebihkan, namun ia merasa tidak berdaya untuk melawan atau mengontrol rasa takut tersebut.

• Merasa semakin cemas saat situasi atau benda yang ditakuti semakin mendekat padanya (ada kedekatan fisik).

• Penderita fobia akan melakukan semua hal yang dapat dilakukan untuk menghindari sumber fobia. Jika belum menemukan cara untuk menghindar, biasanya penderita fobia dapat tetap bertahan dengan memendam ketakutan atau kecemasan yang intens.

• Merasa kesulitan saat melakukan aktivitas seperti biasa karena sedang dilanda perasaan takut dan cemas.

• Tubuh mengalami reaksi dan sensasi fisik, contohnya berkeringat, detak jantung menjadi cepat, atau merasa sulit untuk bernafas.

• Dapat merasa mual, pusing, hingga pingsan jika berada di sekitar darah atau luka.

• Pada anak-anak, biasanya mereka akan mudah marah, menangis, atau selalu menempel pada orangtua (tidak ingin orangtuanya pergi). Mereka juga tidak ingin mendekati sumber fobia mereka.

• Tak jarang juga tubuh menjadi gemetar dan menjadi disorientasi.

Baca: Megalophobia

Baca: Agoraphobia

  • Penanganan


• Kendalikan pikiran Anda dan jauhkan bayangan yang buruk-buruk seperti kematian, dll.

• Segera duduk dan atur napas Anda agar pikiran lebih tenang. Tarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan sambil memejamkan mata Anda.

• Sebisa mungkin hindari melihat darah. Namun Anda juga perlu secara perlahan-lahan membiasakan diri melihat darah dalam jumlah sedikit.

• Minum segelas air agar hati Anda lebih tenang.

Bila ketakutan Anda sering kambuh dan mengganggu aktivitas Anda misal pekerjaan Anda sebagai tenaga medis yang mengharuskan melihat banyak darah, maka lakukan konseling ke psikolog untuk membantu Anda mengendalikan ketakutan Anda.

Baca: Nyctophobia

Baca: Claustrophobia

fobia darah
fobia darah

  • Pengobatan


Ketakutan terhadap darah bisa membuat penderitanya enggan untuk melakukan pemeriksaan fisik atau mencari perawatan medis.

Selain itu, mereka pun mungkin enggan untuk membalut luka orang yang berdarah.

Phobia ini juga bisa membuat Anda membatasi aktivitas fisik yang berisiko menyebabkan cedera atau luka.

Hal tersebut tentu saja bisa menyulitkan kehidupan penderitanya sehari-hari.

Penderita phobia dapat mengunjungi psikolog atau psikiater untuk mendapat penanganan yang tepat, terutama jika gejala dirasa sangat mengganggu atau telah menetap lebih dari 6 bulan.

Berikut pilihan cara mengatasi phobia darah yang bisa diambil.

1. Terapi pemaparan diri

Terapi ini dilakukan dengan melibatkan objek yang menyebabkan rasa takut.

Anda akan diminta menjalani tes dengan melihat darah melalui gambar dan film atau secara langsung untuk meningkatkan keberanian pada objek tersebut.

Diharapkan phobia darah pun akan berkurang secara bertahap dan menghilang sepenuhnya.

2. Terapi kognitif

Terapi perilaku kognitif dilakukan untuk membantu mengidentifikasi perasaan cemas atau takut terhadap darah.

Lalu, mengubahnya dengan cara pandang dan sikap yang berbeda sehingga ketakutan tersebut bisa dikendalikan.

3. Relaksasi

Teknik relaksasi dapat membantu mengatasi stres, cemas, atau gejala lain yang berkaitan dengan phobia darah.

Anda bisa mencoba teknik relaksasi, seperti latihan pernapasan dalam, yoga, atau meditasi.

4. Obat-obatan

Dalam kasus yang parah, obat-obatan mungkin diperlukan untuk mengatasi cemas berlebih.

Hal ini dapat membantu Anda bersikap lebih tenang dan fokus dalam menjalankan pengobatan lainnya.

Selain dengan melakukan terapi, dukungan dari orang-orang terdekat juga diperlukan agar Anda bisa segera pulih dari phobia darah sehingga tak lagi menjadi masalah yang dapat mengganggu hari-hari Anda.

Baca: Thalassophobia

Baca: Trypophobia

(Tribunnewswiki/Septiarani)



Nama Penyakit Hemophobia
Pengertian Ketakutan terhadap darah
Pengobatan Terapi, relaksasi, konsumsi obat
   


Sumber :


1. www.sehatq.com


Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved