Penghentian Subsidi Listrik 450 VA Akan Buat Negara Hemat Rp22 Triliun.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM mengatakan pencabutan subsidi listrik golongan 450 VA akan menghemat belanja negara Rp22,12 Triliun


zoom-inlihat foto
ilustrasi-meteran-listrik.jpg
Tribun Pontianak
Ilustrasi meteran listrik. Dengan menghentikan subsidi listrik golongan 450, negara bisa menghemat Rp22 triliun


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, menjelaskan pencabutan subsidi listrik akan menghemat belanja negara sebesar Rp22,12 triliun.

"Dengan angka 15,2 juta pelanggan tersebut, maka penghematan belanja negara bisa mencapai Rp 22,12 triliun," kata Rida Mulyana dalam Rapat Badan Anggaran DPR di Jakarta seperti dilansir dari Antara, Rabu 14 April 2021.

Saat ini pemerintah sedang merumuskan skema subsidi listrik yang akan diimplementasikan pada tahun 2022 mendatang.

Pembuatan kebijakan itu, lanjut Rida, mengacu kepada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan asumsi makro ekonomi tahun depan ketika pertumbuhan ekonomi 5,7 persen, inflasi tiga persen.

Baca: Catat, Begini Cara Dapatkan Diskon Token Listrik Listrik April 2021, Bukan dari Web atau PLN Mobile

Pasalnya, nilai tukar rupiah Rp14.450 per dolar AS, dan pergerakan harga minyak mentah (ICP) sebesar 50 dolar AS per barel.

Apabila tidak ada reformasi skema subsidi listrik 450 VA, negara akan menghabiskan uang Rp61,09 triliun.

"Kalau sekiranya pemilahan ini bisa dijalankan, maka proyeksi subsidi listrik yang tadinya Rp61,09 triliun bisa berkurang menjadi Rp39 triliun," kata Rida.

Dia juga menjelaskan bahwa implementasi skema subsidi baru nantinya perlu sosialisasi dan edukasi agar tidak mendapat penolakan dari masyarakat seperti pengalaman tahun 2017 .

"Ini memerlukan sosialisasi dan edukasi lebih awal karena jumlahnya banyak. Pengalaman kami tahun 2017, saat memilah pelanggan 900 VA itu ada effort khusus," kata Rida.

Sepanjang 2020, Kementerian ESDM mencatat ada 24,49 juta pelanggan golongan 450 VA dan 32,48 juta pelanggan golongan 900 VA dengan total subsidi mencapai Rp47,05 triliun.

Dalam skema subsidi listrik untuk penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2022 menetapkan bahwa subsidi listrik hanya untuk golongan yang berhak menerima, pelaksanaan subsidi untuk rumah tangga melalui mekanisme subsidi langsung, dan meningkatkan pelayanan tenaga listrik.

Baca: Cara Dapat Diskon Listrik 50 Persen Bulan April, Ingat Klaim Token Listrik Gratis Sudah Ditiadakan

Selanjutnya, pencabutan subsidi listrik 450 VA akan meningkatkan efisiensi penyediaan tenaga listrik melalui komposisi pemakaian BBM dalam pembangkit listrik dan mendorong pengembangan energi baru terbarukan yang efisien.

Diskon listrik

Dikutip dari Kompas, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati secara resmi telah memperpanjang diskon tagihan listrik hingga Juni 2021.

Perlu dicatat, bantuan ini diberikan kepada pelanggan listrik golongan industri, bisnis, dan sosial sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021.

Kebijakan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 40/PMK.02/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 136/PMK.02/2020 tentang Tata Cara Penyediaan, Pembayaran, dan Pertanggungjawaban Bantuan Pembayaran Tagihan Listrik Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara bagi Pelanggan Golongan Industri, Bisnis, dan Sosial dalam rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Beleid ini berlaku per tanggal 8 April 2021. Sebelumnya subsidi listrik diberikan hingga akhir 2020.

Dengan diterbitkannya PMK 40/2021, bantuan diberikan untuk jangka waktu enam bulan terhitung mulai tagihan listrik bulan Januari sampai dengan Juni 2021.

Baca: Jangan Pakai Ponsel di Kamar Mandi, Ibu Ini Tewas Seketika Tersengat Listrik HP yang Jatuh di Bak

Baca: Jadwal & Link Live Streaming Belajar dari Rumah TVRI Jumat (26/3/2021), Kendaraan Hemat Listrik

Besaran bantuan ditetapkan sebesar selisih kurang antara pemakaian rill dengan rekening minimum dan sebesar biaya beban atau abodemen.

Adapun bantuan yang diberikan pemerintah yakni subsidi sebesar 100 persen pada periode Januari hingga Maret 2021.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved