TRIBUNNEWSWIKI.COM – Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengaku mendapat informasi Rizieq Shihab dirawat di RS Ummi pada November 2020 dari sebuah panggilan misterius.
Hal tersebut dikatakan Bima Arya saat hadir sebagai saksi dalam sidang Rizieq Shihab dengan kasus swab test RS Ummi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021).
Ia mengatakan mendapat panggilan misterius dari nomor tak dikenal pada Kamis, 26 November 2020 .
Setelah mendapat informasi tersebut, Bima mengaku langsung menggelar rapat dengan Kadinkes Bogor hingga Forkopimda setempat dan Dirut RS Ummi Andi Tatat.
Baca: Kadis Damkar Depok Bantah Adanya Korupsi, Polres Metro Panggil untuk Klarifikasi
Baca: POPULER Nasional: Isu Reshuffle Kabinet Pekan ini | Bima Arya Dituding Rizieq Beri Keterangan Palsu
“Setelah mendapat informasi tadi saya melakukan korfirmasi kepada dr. Andi Tatat. Informasi dari WhatsApp,” kata Bima Arya.
"Informasi dari pusat dari nomor yang tidak saya kenal. Bahwa ada keberadaan Habib Rizieq Shihab di kota Bogor tepatnya yaitu di RS UMMI," lanjutnya Bima dikutip dari YouTube KompasTV.
Wali Kota Bogor tersebut meminta kepada Andi Tatap agar keberadaan Rizieq Shihab di RS Ummi mendapat atensi khusus.
Baca: Datang ke Sidang Sebagai Saksi, Bima Arya Dituding Rizieq Shihab Berikan Keterangan Palsu
Baca: Penghentian Subsidi Listrik 450 VA Akan Buat Negara Hemat Rp22 Triliun.
“Kemudian berdasarkan jawaban dari pak Dirut (Andi Tatat) saya menyampaikan bahwa ini perlu atensi khusus terkait dengan pencegahan persoalan prokes di rumah sakit."
"Karena kami mengkhawatirkan bahwa akan terjadi kerumunan di sana."
"Saya juga melakukan koordinasi dengan Forkopimda memastikan pengamanan di sekitar RS Ummi,” kata dia.
Bima Arya juga khawatir keberadaan Rizieq di RS Ummi bisa menimbulkan kerumunan yang ingin menjenguk mantan pemimpin FPI tersebut.
Baca: Kontroversi Vaksin Nusantara: Kejanggalan hingga Relawan Alami Kejadian Tak Diinginkan (KTD)
Baca: Viral Kasus Dugaan Korupsi Dinas Damkar Depok yang Dibongkar oleh Karyawan: Tindak Tegas Pejabat
“Kami mengkhawatirkan apabila keberadaan beliau diketahui, maka akan kemudian menimbulkan kerumunan karena terkait kedatangan-kedatangan orang yang mungkin akan mendoakan atau menjenguk Habib."
Itu poin utama yang saya sampaikan kepada dr. Andi Tatap,” katanya menjelaskan.
Ketika ditanya mengenai alasan pemeberian atensi tersebut, Bima Arya memberikan dua poin penting.
Pertama, menurut dia, status Rizieq sebagai ulama kondang memungkinkan adanya kerumunan massa di mana pun ia berada.
Yang kedua, Bima Arya mengaku ingin mengetahui kondisi kesehatan Rizieq melalui Andi Tatap selaku Direktur Utama RS Ummi
Baca: Jokowi Dorong Investasi Pendirian Perusahaan untuk Menambah Pemasukan Negara
Baca: Didakwa KPK Terima Suap Rp 25,7 Miliar, Edhy Prabowo Ngotot Merasa Tak Bersalah
“Karena Habib Rizieq adalah tokoh ulama yang tentu banyak pendukung pengikut, tentunya setiap keberadaan beliau diberi atensi khusus ya, terkait adanya kemungkinan akan menyeret massa.”
“Saya juga menanyakan kondisi beliau (Rizieq Shihab) kepada dr. Andi Tatap."
Sebagai ketua Satgas Covid-19 saya harus pastikan semua indikasi kasus covid harus dilakukan sesuai dengan aturan kesehatan yang tepat,” paparnya.
Dalam kasus swab test RS Ummi, Rizieq Shihab didakwa dianggap telah menyebarkan berita bohong atau hoaks yang menyebabkan keonaran soal kondisi kesehatan yang terpapar Covid-19 di RS Ummi Bogor.
(Tribunnewswiki.com/SO)