“Tampaknya satpam itu terkena peluru nyasar,” ujarnya.
Baca: Fakta ZA, Pelaku Penyerangan Mabes Polri, Meninggal Ditembak di Bagian Jantung
Baca: Sosok Seo Ye Ji, Diduga Kekasih dan Dalang di Balik Sikap Kasar Kim Jung Hyun Terhadap Seohyun SNSD
Szpiner mengatakan penembakan itu "bukan serangan teroris atau serangan terhadap pusat vaksinasi".
Rumah Sakit Henry Dunant adalah rumah sakit geriatril (untuk usia lanjut), terletak di lingkungan yang makmur.
Fasilitas kesehatan ini dijalankan oleh Palang Merah Perancis dan saat ini berfungsi sebagai pusat vaksinasi Covid-19.
Berbicara kepada BFM TV, Wali Kota distrik ke-16 Perancis, Szpiner, mengatakan penembakan itu "bukan serangan teroris terhadap pusat vaksinasi" dan penyuntikan akan dilanjutkan di lokasi tersebut.
"Saat ini, penyerang belum diidentifikasi. Identifikasi dirinya akan memungkinkan kemajuan yang signifikan dalam penyelidikan. Kami condong ke arah serangan kriminal yang ditargetkan," tambahnya.
Baca: PELAKU Penembakan di Mabes Polri Adalah Wanita, Langsung Terkapar saat Ditembaki Petugas
Baca: Penembakan Massal Kembali Terjadi di AS: Anak Usia 9 Tahun Tewas dalam Pelukan Ibunya
Penembak pergi dengan tanpa rasa bersalah
Pemilik sebuah restoran di seberang rumah sakit mengatakan kepada saluran televisi BFMTV bahwa dia juga mendengar suara tembakan.
"Saya berbalik dan saya melihat seorang pria dengan hoodie menembak. Kemudian saya melihatnya mendekati seorang pria yang tergeletak di tanah dan meletakkan dua peluru di kepalanya untuk menghabisinya," katanya.
"Penembak pergi dengan ketenangan luar biasa, seolah-olah tidak terjadi apa-apa," katanya.
Aboubakar Fofana, koki restoran, mengatakan dia telah melihat penembak "naik ke skuter X-Max abu-abu yang menunggunya".
Pengemudi cukup besar, sedangkan penembaknya agak tinggi dan atletis, kata Fofana.
"Sepanjang waktu dia berjalan dengan tenang - dia benar-benar tanpa ekspresi, seolah-olah dia akan membeli secangkir kopi," katanya kepada AFP.
Polisi menutup area di sekitar rumah sakit, dan ahli forensik sedang memeriksa tempat kejadian untuk mencari petunjuk, kata wartawan AFP.
Setelah serangan itu, rumah sakit menolak beberapa orang yang telah menunggu janji dengan dokter, hanya menerima pasien prioritas.
"Rumah sakit sekarang berfungsi dengan staf yang berkurang," kata seorang staf Palang Merah kepada AFP. "Ada banyak orang yang shock di dalam."
Rumah sakit itu dekat dengan sungai Seine sekitar empat kilometer (2,5 mil) selatan Menara Eiffel dan dekat stadion sepak bola Parc des Princes di arondisemen ke-16.
(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi)
Baca selengkapnya tentang penembakan di Paris di sini