TRIBUNNEWSWIKI.COM – Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) atau Tol Japek II Elevated akan berganti nama menjadi Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ).
Pergantian nama menjadi Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Senin (12/4/2021) pagi ini.
Nama MBZ ini berdasarkan Surat Izin Menteri PUPR Nomor B,.07.02-Mn/635, tanggal 8 April 2021.
Mohammed bin Zayed (MBZ) yang memiliki nama lengkap Mohammed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan ini merupakan Pangeran mahkota Abu Dhabi.
Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur, penggantian nama Tol Layang Japek menjadi Jalan Layang Mohamed Bin Zayed merupakan permintaan resmi dari Sekretariat Presiden Republik Indonesia.
Baca: Spoiler One Piece Chapter 1011: Luffy Hajar Kaido Tanpa Kontak Fisik Seperti Model Bertarung Roger
Baca: Hari Ini Terakhir, Simak Persyaratan Pendaftaran Lowongan Kerja Bank BTN
"Iya ini permintaan Setpres," ujar Subakti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (10/04/2021).
Karena penggantian nama ini merupakan permintaan resmi, Subakti menegaskan, Jasa Marga selaku pengelola tol layang ini siap melaksanakan perintah.
Pengguna tol dari arah Jakarta menuju Cikampek disarankan untuk menghindari akses masuk KM 10 A Junction Cikunir karena akan ditutup selama lima jam sementara.
Penutupan dilakukan muali pukul 05.00-10.00 WIB.
Penutupan hanya dilakukan pada dua lajur akses masuk.
Namun demikian, selama waktu penutupan tersebut, pengguna jalan masih bisa melintasi Tol Layang Japek dari arah JORR (Rorotan-Bintara) atau jaringan jalan tol eksisting (bagian bawah).
Baca: Kota Emas Mesir Kuno Usia 3.500 Tahun Akhirnya Ditemukan: Kota Kuno Terbesar yang Pernah Ditemukan
Baca: Hotman Paris Akui Hotma Sitompul Tak Dianggap Saingan Meski Sebut Dirinya Banci: Bisnis Kita Beda
"Penutupan 2 lajur hanya dilakukan pada akses masuk Tol Japek II Elevated yang mengarah ke Cikampek selama 5 jam tersebut,"
"Selama waktu penutupan tersebut, pengguna jalan tetap dapat melalui Tol Japek Elevated dari arah JORR (Rorotan - Bintara) atau dengan menggunakan jaringan jalan tol lama (bagian bawah)," tulis keterangan dalam akun @bpjt_info.
Sementara arus lalu lintas Tol Layang Japek dari arah Timur (Karawang-Km 47 B) menuju ke Jakarta tidak mengalami penutupan atau pengalihan lalu lintas, artinya Tol Layang Japek tetap dioperasikan normal seperti biasa.
"Artinya ruas tol Japek II Elevated tetap dioperasikan normal seperti biasa.
Jalan Tol Japek II Elevated yang telah beroperasi tersebut telah menjadi salah satu solusi kemacetan yang sering terjadi di ruas vital tersebut," tulis akun @bpjt_info.
Baca: Nagita Slavina Tak Nyaman Kerap Ditanya Hamil Anak Kedua hingga Nangis Bertemu Anak Zaskia Sungkar
Baca: Pemprov Jatim Tanggung Semua Biaya Perawatan Korban Gempa yang Dirawat di RSSA Malang
Tol Layang Japek dianggap sebagai salah satu solusi kemacetan yang sering terjadi di ruas vital tersebut.
Jalan bebas hambatan berbayar ini merupakan jalan tol layang terpanjang dan menjadi jalan tol bertingkat (double decker motorway) pertama di Indonesia karena dibangun di atas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Tujuan dibangunnya jalan tol ini adalah untuk memisahkan pergerakan komuter jarak pendek Jakarta-Bekasi-Cikarang (lajur kolektor/eksisting) dengan pergerakan jarak jauh tujuan Cirebon, Bandung, Semarang, dan Surabaya (lajur ekspres/layang) khususnya golongan I non-bus.
Pembangunan Jalan Tol Layang Japek dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk dengan skema KSO.
Pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan nilai investasi Rp 16,2 triliun.
(Tribunnewswiki.com, Kompas.com/Hilda B Alexander)
Baca selengkapnya tentang Jalan Layang Mohamed Bin Zayed di sini