TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan membiayai semua korban luka berat dan ringan akibat gempa bumi yang berpusat di wilayah Kabupaten Malang pada Sabtu, (10/4/2021).
"Saat ini kita harus maksimalkan masyarakat bisa terproteksi dan ada yang dirawat di Rumah Sakit (RS) dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang. Karena rumah sakit ini milik Pemprov Jatim, maka semua biaya akan ditanggung Pemprov," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Minggu, (11/4/2021).
Berdasarkan laporan dari kepala daerah, korban meninggal tercatat sebanyak 8 orang, yaitu 5 orang di Kabupaten Lumajang dan 3 orang meninggal di Kabupaten Malang.
Gempa ini menyebabkan kerusakan di beberapa rumah sakit dan puskesmas, seperti RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar, dan Puskemas Turen.
"Kami mengucapkan turut berduka yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal," kata Khofifah.
Khofifah bersama jajaran Forkopimda dan BPBD Jatim sudah melakukan rapat koordinasi pada Sabtu, (10/4/2021).
Baca: Gempa di Malang Sebabkan 8 Korban Jiwa dan Lebih dari Seribu Rumah Rusak
Dalam pertemuan tersebut, dia memberikan dua arahan dalam penanganan bencana di daerah terdampak.
Pertama, penyediaan dapur umum dan tempat pengungsian yang aman untuk korban gempa.
Kedua, tempat ibadah yang rusak dapat segera diperbaiki untuk beribadah, mengingat saat ini mendekati bulan Ramadan.
Rumah yang rusak, seperti di Lumajang yang mengalami dampak terparah, akan segera diperbaiki dibantu oleh anggota TNI/Polri," kata Khofifah.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini langsung meninjau lokasi yang terdampak gempa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Minggu, (11/4/2021), dini hari.
Baca: Gempa Jatim, Sepasang Suami Istri di Lumajang Meninggal Dunia Tertimpa Batu Berdiameter 2 Meter
Risma langsung menyapa para korban gempa serta membagikan bantuan.
"Yang sabar ya, Bapak dan Ibu. Mudah-mudahan situasi segera pulih," kata Risma melalui keterangan tertulis, Minggu (11/4/2021).
Mantan Wali Kota Surabaya ini juga memerintahkan Tagana untuk terjun membantu penanganan gempa.
Sebanyak 700 personel Tagana diterjunkan ke lokasi yang terdampak gempa. Tagana yang diterjunkan berasal dari 10 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
"Mereka melaksanakan empat tugas yaitu membantu evakuasi korban, membangun shelter, mendirikan dapur umum dan menyelenggarakan Layanan Dukungan Psikososial," kata Risma.
Baca: Gempa di Malang 6,1 SR, Dipicu Tumbukan Lempeng 200 Kilometer dari Pantai Selatan Jawa
Baca: Gempa Malang, Nenek 92 Tahun Sebatang Kara Ini Selamat, Loncat Sebelum Tertimpa Reruntuhan
Pagi ini Rima dan rombongan bergerak menemui pengungsi di Kabupaten Lumajang.
Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 itu mengguncang Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021).
Guncangan dan dampak gempa dirasakan di berbagai kota di Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah.
Gempa terjadi pada pukul 14.00 WIB dan lokasinya terletak pada koordinat titik 8,95 Lintang Selatan (LS) dan 112,48 Bujur Timur (BT).
Pusat gempa berada di 90 km barat daya, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Gempa berada pada kedalaman 25 kilometer
(Tribunnewswiki.com/Husna/Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi)
Baca berita lainnya tentang gempa Malang di sini.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Temui Korban Gempa Malang, Mensos Risma Terjunkan 700 Personel Tagana.