Khawatir Berat Badan Tak Bisa Turun saat Puasa Ramadhan? Ikuti 5 Tips Berikut!

Sementara saat puasa, penurunan berat badan ini sebenarnya bisa dicapai karena energi atau makanan yang masuk relatif tidak terlalu banyak.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-berat-badan-naik.jpg
Kompas
Ilustrasi berat badan naik saat bulan Ramadan. Beberapa orang berat badannya naik saat bulan puasa.


Rista menyampaikan, buka puasa memang baik diisi dengan makan makanan manis atau minum minuman manis untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Tapi, konsumsi makanan dan minuman mengandung gula ini perlu dilakukan secara bijak.

Terlalu banyak asupan makanan manis atau minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak oleh tubuh sehingga target menurunkan berat badan pun sulit tercapai.

Hal ini terjadi karena saat puasa, produksi insulin tubuh menurun.

Padahal insulin berfungsi untuk mengubah gula menjadi sumber energi.

“Sebaiknya kurangi juga konsumsi makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung gula,” jelas dia.

Rista menegaskan, asupan tinggi gula dapat meningkatkan risiko obesitas dan jelas penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes mellitus tipe 2, sakit jantung, dan stokre.

“Sementara kondisi obesitas dan adanya penyakit tidak menular ini yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh,” terang dia.

ilustrasi
ilustrasi (via Tribun Kaltim)

3. Cukupi kebutuhan minum

Rista mengajurkan, selama berpuasa, siapa saja penting untuk tetap menjaga asupan cairan harian.

Paling tidak, orang-orang mesti minum air 8 gelas per hari.

Saat bulan puasa, konsumsi air putih cukup bisa dilakukan pada waktu berikut: 1 gelas saat bangun tidur 2 gelas saat sahur 2 gelas saat buka puasa 1 gelas setelah tarawih 1-2 gelas sebelum tidur.

Seperti diketahui, air dapat membantu tubuh dalam memetabolisme lemak dengan baik.

Metabolisme adalah proses kecepatan tubuh dalam mencerna, menyerap dan mengasimilasi makanan untuk diubah menjadi energi.

Dengan demikian, kekurangan asupan air ini dapat menyebabkan deposit lemak tubuh bertambah.

4. Tidak makan terburu-buru

Baik saat buka puasa maupun sahur, tidak sedikit orang tanpa sadar makan dengan begitu cepat.

Padahal makan terlalu cepat cenderung bisa memicu siapa saja untuk makan makanan dengan jumlah berlebih sehingga merusak pola makan sehat.

Hal ini dikarenakan, makan terlalu cepat tidak memberikan cukup waktu bagi tubuh untuk menunjukkan perasaan kenyang.

Jadi, yang perlu dilakukan saat makan buka puasa maupun sahur, siapa saja perlu menguyah makanan dengan lambat agar tidak mudah menaikkan kadar glukosa darah.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved