Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Jateng, Ganjar : Kalau Ada Pelanggaran Berat Hentikan Saja

Ganjar meminta kepada pihak sekolah agar memperbaiki protokol kesehatan dan evaluasi harian wajib dilaporkan


zoom-inlihat foto
gubernur-jawa-tengah-ganjar-pranowo-minta-maaf.jpg
Dok. Instagram @ganjar_pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam cuplikan video yang diunggah di akun Instagram @ganjar_pranowo pada Jumat (10/4/2020). (Dok. Instagram @ganjar_pranowo)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ganjar Pranowo tak segan-segan menutup sekolah yang melakukan pelanggaran berat selama proses uji coba pembelajaran tatap muka.

Diketahui bahwa Jawa Tengah sudah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka sejak Senin (5/4/2021).

Pernyataan Ganjar itu muncul tak lepas dari temuannya ketika menyambangi sekolah-sekolah saat uji coba pembelajaran tatap muka berlangsung.

Pada sesi wawancaranya dengan Kompas Tv Selasa sore (6/4/21), Ganjar mengaku selama dua hari ini, uji coba berjalan dengan baik.

Ada pelanggaran tapi menurutnya tidak terlalu parah.

"Kemarin saya menemukan ngga terlalu parah. Misalnya dia pakai face shield, tapi maskernya tidak di pakai," ucapnya.

Akan tetapi jika pelanggarannya berat, Ganjar meminta agar tak ada pembelajaran tatap muka.

"Kalau sudah seperti itu tutup saja sekolahnya, tidak perlu ada pembelajaran tatap muka" tegasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (DOK. Humas Pemprov Jateng)

Ganjar juga meminta kepada pihak sekolah agar memperbaiki protokol kesehatan dan evaluasi harian wajib dilaporkan.

Terkait fasilitas sekolah untuk menyambut pembelajaran tatap muka Juli 2021 mendatang, Ganjar mengaku tidak risau.

Pasalnya sekolah telah menyiapkan semuanya.

"Saya ingin setiap sekolah ada tim satgas Covidnya. Nantinya fasilitas tersebut dihubungkan dengan tim satgas Covid-19," ucapnya.

Baca: 2 Hari Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Evaluasi Sejumlah Hal Ini

Dalam praktiknya nanti, UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) akan bekerjasama dengan puskesmas yang mana harus ada dokter yang mengontrolnya.

Walau tidak di tempat, dokter tersebut minimal bisa mengikuti prosesi pembelajaran.

Pelaksanaan uji coba pembelajaran ini akan terus di evaluasi, total ada 140 sekolah yang ikut serta pada uji coba ini.

Semuanya akan dievaluasi akhir bulan April 2021 ini.

Jika berjalan bagus, maka Ganjar akan menambah kuantitasnya.

"Bisa jumlah sekolah yang ikut uji coba atau menambah kelas di sekolah itu," sebutnya.

Diketahui bahwa semua guru yang terlibat dalam uji coba ini semuanya 100% sudah di vaksin tahap 1.

Total di Jawa Tengah ada 3,971 guru yang sudah di vaksin.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved