Sidang Kasus Pembunuhan George Floyd: Polisi Derek Chauvin Langgar Protokol Penangkapan

Rekaman video Chauvin yang berlutut di leher Floyd memicu gerakan nasional untuk keadilan rasial dan diakhirinya kekerasan polisi terhadap orang kulit


zoom-inlihat foto
sidang-george-floyd-10.jpg
POOL VIA COURT TV / AFP
Gambar yang diperoleh dari video biliar melalui TV Pengadilan pada 1 April 2021, menunjukkan Courteney Batya Ross, pacar George Floyd, bersaksi selama persidangan di Minneapolis, Minnesota, mantan polisi Derek Chauvin, didakwa atas kematian Floyd pada Mei 25, 2020. Kepala Polisi Minnesota dalam kesaksiannya di pengadilan mengatakan, Chauvin melanggar protokol penangkapan dalam kasus Floyd.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Lama tak terdengar beritanya, kasus pembunuhan warga kulit hitam Amerika Serikat, George Floyd, ternyata sudah masuk dalam tahap persidangan.

Dalam sidang hari Senin (5/4/2021) waktu Amerika, atau Selasa (6/4/2021) WIB, polisi yang menahan Floyd dengan lututnya, Derek Chauvin, disebut telah melanggar protokol atau kebijakan penangkapan.

Kepala Polisi Minneapolis, Medaria Arradondo, telah bersaksi dalam persidangan pembunuhan dengan terdakwa Chauvin bahwa mantan perwira tersebut tidak bertindak sesuai dengan kebijakan dan etika departemen kepolisian saat dia meletakkan lututnya di leher Floyd selama lebih dari sembilan menit.

“Jelas, ketika Tuan Floyd tidak lagi responsif, dan bahkan tidak bergerak - untuk terus menerapkan tingkat kekuatan itu pada seseorang, terlempar ke luar, diborgol di belakang punggung - bahwa bentuk atau wujud bukanlah apa pun oleh kebijakan, ”kata Arradondo di pengadilan pada hari Senin.

Itu “bukan bagian dari pelatihan kami dan tentunya bukan bagian dari etika atau nilai-nilai kami,” tambahnya.

Kesaksian Arradondo datang pada hari keenam kesaksian di persidangan Chauvin, yang dituduh melakukan pembunuhan dan pembunuhan atas Floyd, yang tidak bersenjata pada Mei tahun lalu, dikutip Al Jazeera.

Rekaman video Chauvin yang berlutut di leher Floyd memicu gerakan nasional untuk keadilan rasial dan diakhirinya kekerasan polisi terhadap orang kulit hitam dan orang kulit berwarna lainnya.

Baca: VIRAL Video Tentara Israel Injak Leher Pria Lansia Palestina, Insiden Mirip Kasus George Floyd

Tangkapan layar yang menampilkan wajah Derek Chauvin saat menginjak leher George Floyd dengan lututnya, pada Rabu (27/5/2020) di Minneapolis, Amerika Serikat. Chauvin dikenal sebagai polisi bermasalah, yang sudah 10 kali menjadi subyek pengaduan. (DAVID HIMBERT/HANS LUCAS via REUTERS)
Tangkapan layar yang menampilkan wajah Derek Chauvin saat menginjak leher George Floyd dengan lututnya, pada Rabu (27/5/2020) di Minneapolis, Amerika Serikat. Derek Chauvin mulai menjalani persidangan dalam kasus pembunuhan terhadap George Floyd. (DAVID HIMBERT/HANS LUCAS via REUTERS)

Jaksa pada hari Senin terus memberikan kesaksian bahwa kemungkinan penyebab kematian Floyd adalah sesak napas, atau tersedak, akibat Chauvin meletakkan lutut di lehernya.

Pada minggu pertama persidangan, jaksa memanggil 19 orang untuk bersaksi, termasuk 10 orang yang menjadi saksi di tempat kejadian, serta pacar Floyd, serta paramedis dan petugas pemadam kebakaran yang berusaha menyelamatkannya namun tidak berhasil.

Baca: Dialog George Floyd dan Polisi Penindih Dipublikasi, Pengacara Thomas Lane: Klien Saya Tak Bersalah

Letnan Polisi Minneapolis Richard Zimmerman mengatakan kepada anggota juri pekan lalu bahwa tindakan Chauvin "sama sekali tidak perlu".





Halaman
1234
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved