TRIBUNNEWSWIKI.COM - Video amatir yang menunjukkan jembatan lama Kambaniru atau jembatan Ahmad Yani ambrol terseret arus sungai, viral di media sosial.
Jembatan lama Kambaniru yang ada di Kabupaten Sumba Timur itu ambruk setelah arus banjir bandang menerjang kencang.
Dari video yang beredar, arus deras sungai terus menimpa jembatan Ahmad Yani.
Beberapa menit kemudian, jembatan yang sudah lama tak digunakan itu pun ambrol.
Menurut warga sekitar, ambruknya jembatan lama Kambaniru itu disebabkan karena Jembatan juga sudah termakan usia.
Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Sumba Timur, Andreas Mulla, membenarkan ambruknya jembatan tersebut.
Menurut Andreas, jembatan itu selama ini tidak lagi digunakan dan ambruk pada Minggu (4/4/2021) petang, akibat banjir di Sungai Kambaniru.
"Jembatan ini sudah lama dibangun dan diresmikan sekitar tahun 1965 lalu," kata Andreas.
Selain Jembatan lama Kambaniru ini, Jembatan penyeberangan di Bendung Kambaniru juga ambruk terhempas banjir.
"Jembatan gantung di Bendung Kambaniru ambruk lada ba gian kanan (ke bagian kanan)," katanya.
Menurut Andreas, akibat patahnya jembatan penyeberangan di bendungan itu, maka akses warga juga terputus.
Akibat cuaca ekstrem ini, sejumlah wilayah di Sumba Timur mengalami bencana banjir dan longsor.
Baca: Fraksi PKS DPR Potong Gaji untuk Bantu Korban Banjir Longsor di Flores dan Bima
Baca: Fakta-Fakta Banjir Bandang dan Longsor di Adonara yang Disebabkan Bibit Siklon Seroja
Sementara itu dengan adanya luapan Bendung Kambaniru, maka ada sejumlah warga yang terpaksa mengungsi.
Ada warga yang mengungsi ke kantor lurah dan ada juga ke gereja yang aman.
Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, S.H, M.Si juga langsung memantau luapan air di Bendung Kambaniru.
Domu meminta warga sekitar aliran air dari bendungan itu agar waspada dan yang berada di dataran rendah dekat aliran sungai diminta mengungsi ke tempat yang aman atau yang lebih tinggi.
Camat Kambera, Pemekar Djanggakadu, mengatakan ada sejumlah warga terdampak di wilayah Kambera yang mengungsi ke tempat yang aman.
"Ada sebagian warga yang saat ini diungsikan ke Kantor Lurah Lambanapu," kata Pemekar.
Selain mengungsi di Kantor Lurah Lambanapu, ada juga di SMPN 4 Mauliru dan beberapa lokasi lainnya.
Para pengungsi ini langsung mendapat bantuan dari berbagai pihak.
Ketua Badan Pelaksana Majelis Jemaat (BPMJ) GKS Payeti, Pdt. Yuliana Ata Ambu, S.Th juga mengatakan pihaknya menyediakan tempat untuk menampung warga terdampak banjir.
Meskipun banjir bandang di Sumba Timur diketahui terjadi rata di hampir semua kecamatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada data resmi jumlah korban jiwa maupun luka-luka akibat banjir bandang yang terjadi.
Tim BPBD bersama Tagana, TNI dan Polri pun masih terus melakukan pendataan korban jiwa dan luka-luka serta melakukan evakuasi dan mengimbau warga untuk mengungsi.
Baca: Viral Proyek Jembatan Bambu di Ponorogo Habiskan Rp 200 Juta, Pemkab: Pembangunan Belum Selesai
Baca: Sungai Benenai Meluap Sebabkan Rumah Warga di Kabupaten Malaka NTT Terendam Banjir
Diketahui, jembatan lama Kambaniru atau yang biasa disebut dengan jembatan Ahmad Yani merupakan jembatan bersejarah.
Jembatan tersebut diresmikan oleh Jenderal Ahmad Yani, beberapa hari sebelum adanya peristiwa G30 S PKI.
Video detik-detik jembatan itu ambruk pun kini tersebar luas di media sosial.
Salah satu akun Instagram @info_tetangga pun membagikan momen jembatan bersejarah itu roboh terseret arus deras sungai.
Video yang diunggah oleh warga sektar itu hingga Senin (5/4/2021) telah ditonton sebanyak 18 ribu tayangan.
Baca artikel lain mengenai banjir bandang di Sumba di sini.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Pos-Kupang.com/Oby Lewanmeru)
Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Jembatan Lama di Kambaniru, Sumba Timur Ambruk