Sunan Ampel

Sunan Ampel merupakan wali songo yang menyebarkan agama di Islam di Indonesia tepatnya di tanah Jawa.


zoom-inlihat foto
dakwah-sunan-ampel.jpg
islamkaffah.id
dakwah sunan ampel

Sunan Ampel merupakan wali songo yang menyebarkan agama di Islam di Indonesia tepatnya di tanah Jawa.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sunan Ampel merupakan wali songo yang menyebarkan agama di Islam di Indonesia tepatnya di tanah Jawa.

Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Mohammad Ali Rahmatullah atau Raden Rahmat yang merupakan putra dari Maulana Malik Ibrahim atau Malik Maghribi atau yang dikenal Sunan Gresik.

Saat menyebarkan agama Islam, Sunan Ampel menggunakan metode atau pengajaran yang jauh dari kekerasan.

Cara dakwah yang dilakukan Sunan Ampel sangat singkat dan cepat.

Metode dakwah Sunan Ampel yang terkenal adalah Moh Limo yang artinya harus menghindari lima perkara tercela.

Baca: Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya

Baca: Candi Singasari

Sunan Ampel
Sunan Ampel (ist)

Lima perkara itu adalah:

• Moh Main (tidak mau berjudi)

• Moh Ngombe (tidak mau mabuk)

• Moh Maling (tidak mau mencuri)

• Moh Madat (tidak mau menghisap candu)

• Moh Madon (tidak mau berzina).

Dengan kesabaran dan kewibawaannya, Sunan Ampel mampu mengatasi situasi Kerajaan Majapahit dengan menyadarkan dan mendidik para bangsawan serta adipati ke jalan yang benar.

Saat berjalan menyusuri desa, Raden Rahmat tiba di sebuah tempat yang kosong.

Di situ, ia membangun masjid sebagai pusat ibadah dan dakwah, kemudian membangun pesantren.

Daerah tersebut dikenal dengan Ampeldenta. Di situlah diberi kekuasaan dan kemudian dikenal dengan Sunan Ampel.

  • Perjalanan Hidup #


Raden Rahmat atau Sunan Ampel adalah keturunan bangsawan. Ia lahir di Champa, Kamboja sekitar 1401.

Sunan Ampel juga keponakan dari Raja Majapahit yang dipimpin oleh Raja Brawijaya.

Pada 1443, bersama saudara tuanya bernama Ali Musada (Ali Murtadho) dan sepupunya Raden Burereh datang ke Jawa dan menetap di Tuban.

Setelah menetap di Tuban, ia berangkat menuju Kerajaan Majapahit untuk menemui bibinya Dewi Sasmitraputri.

Sunan Ampel berdakwah menyebarkan agama Islam di wilayah Kerajaan Majapahit yang sedang dalam masa-masa suram.

Karena para adipati dan pembesar kerajaan melupakan tugasnya sebagai seorang pemimpin. Mereka lebih suka hidup bermewah-mewah dan berpesta.

Kondisi itu membuat Prabu Brawijaya merasa sedih mengetahui kerajaan yang carut marut.

Prabu Brawijaya pun kemudian mengundang Raden Rahmat untuk mengatasi masalah-masalah di Kerajaan Majapahit.

Pencetus Kasultanan Demak

Sunan Ampel juga sebagai salah satu pencetus berdirinya Kasultanan Demak, yang merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.

Bahkan salah satu muridnya, yakni Raden Patah diangkat menjadi Sultan Demak pertama pada 1475.

Ia juga membantu mendirikan Masjid Agung Demak. Salah satu empat tiang utama yang ada di masjid diberi nama Sunan Ampel.

Sunan Ampel meninggal diperkirakan pada 1481 di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.

Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak (Kompas.com)

Baca: Kerajaan Sriwijaya

Baca: Prasasti Soe Hok Gie dan Idhan Lubis Telah Dipasang di Puncak Mahameru, Pengganti Monumen Lama

  • Silsilah #


Sunan Ampel / Raden Rahmat / Sayyid Ali Rahmatullah bin

• Maulana Malik Ibrahim / Syekh Ibrahim As-Samarqandy bin

• Syaikh Jumadil Qubro / Jamaluddin Akbar al-Husaini bin

• Ahmad Jalaluddin Syah bin

• Abdullah Khan bin

• Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad,India) bin

• Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin

• Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut)

• Ali Kholi' Qosam bin

• Alawi Ats-Tsani bin

• Muhammad Sohibus Saumi'ah bin

• Alawi Awwal bin

• Ubaidullah bin

• Ahmad al-Muhajir bin

• Isa Ar-Rumi bin

• Muhammad An-Naqib bin

• Ali Uraidhi bin

• Ja'far ash-Shadiq bin

• Muhammad al-Baqir bin

• Ali Zainal Abidin bin

• Husain bin

• Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra binti Muhammad

Jadi, Sunan Ampel memiliki darah Uzbekistan dan Champa dari sebelah ibu.

Tetapi dari ayah leluhur mereka adalah keturunan langsung dari Ahmad al-Muhajir, Hadhramaut. Bermakna mereka termasuk keluarga besar Saadah BaAlawi.

Baca: Kerajaan Demak

Baca: Universitas Islam Negeri Walisongo

  • Keturunan #


Isteri Pertama, yaitu: Dewi Condrowati alias Nyai Ageng Manila binti Aryo Tejo Al-Abbasyi, berputera:

1. Maulana Mahdum Ibrahim/Raden Mahdum Ibrahim/ Sunan Bonang/Bong Ang

2. Syarifuddin/Raden Qasim/ Sunan Drajat

3. Siti Syari’ah/ Nyai Ageng Maloka/ Nyai Ageng Manyuran

4. Siti Muthmainnah

5. Siti Hafsah

Isteri Kedua adalah Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning, berputera:

1. Dewi Murtasiyah/ Istri Sunan Giri

2. Dewi Murtasimah/ Asyiqah/ Istri Raden Fatah

3. Raden Husamuddin (Sunan Lamongan)

4. Raden Zainal Abidin (Sunan Demak)

5. Pangeran Tumapel

6. Raden Faqih (Sunan Ampel 2)

Baca: Kerajaan Tarumanegara

Baca: Universitas Islam Majapahit (UNIM)

(Tribunnewswiki.com/Septiarani)



Nama Asli Raden Mohammad Ali Rahmatullah
Kelahiran Champa, Kamboja sekitar 1401
Orang Tua Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
Istri Dewi Condrowati, Dewi Karimah
   


Sumber :


1. batam.tribunnews.com
2. id.wikipedia.org


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved