Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang pernah berkuasa bagian barat Pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi.


zoom-inlihat foto
candi-batujaya-tarumanegara.jpg
Kompas.com
Kompleks Percandian Batujaya di Kabupaten Karawang yang dipercaya sebagai peninggalan Kerajaan Tarumanegara.

Kerajaan Tarumanegara merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang pernah berkuasa bagian barat Pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kata Tarumanagara berasal dari kata taruma dan nagara.

Nagara artinya kerajaan atau negara sedangkan taruma berasal dari kata tarum yang merupakan nama sungai yang membelah Jawa Barat yaitu Ci Tarum atau Citarum.

Pada muara Ci Tarum ditemukan percandian yang luas yaitu Percandian Batujaya dan Percandian Cibuaya yang diduga merupakan peradaban peninggalan Kerajaan Taruma.

Dalam catatan, kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan Hindu beraliran wisnu.

Kerajaan Tarumanegara didirikan leh Rajadirajaguru Jayasinghawarman pada tahun 358 M.

Raja Jayasinghawarman memimpin pelarian keluarga kerajaan yang berhasil meloloskan diri dari musuh. (1)

Kala itu, kerajaan Salakanagara mengalami serangan secara terus menerus.

Pada masa pengasingannya, Jayasinghawarman mendirikan kerajaan baru, yang diberi nama Kerajaan Tarumanegara.

Kerajaan ini didirikan di tepi sungai Citarum, Kabupaten Lebak, Banten. Nama Tarumanegara sendiri diambil dari nama tanaman yang tumbuh subur di tepi sungai Citarum bernama tarum.

Tanaman itu dulunya digunakan untuk pewarna benang tenun dan pengawet pakaian. Bukan hanya itu saja, tanaman ini juga merupakan komoditi ekspor terbesar dan sumber pendapatan terbesar di Kerajaan Tarumanegara.

  • Lokasi


Letak Kerajaan Tarumanegara berada di Jawa Barat di tepi Sungai Cisadane, yang saat ini merupakan wilayah Banten. Kerajaan Tarumanegara berpusat di Sundapura, yang saat ini dikenal sebagai Bekasi. (2)

Wilayah kekuasan Kerajaan Tarumanegara hampir meliputi seluruh wilayah Jawa Barat dan Banten. Bahkan, Kerajaan Tarumanegara juga memiliki pengaruh besar pada kerajaan yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Wilayah kekuasaan dan pengaruh Kerajaan Tarumanegara.
Wilayah kekuasaan dan pengaruh Kerajaan Tarumanegara. (kakakpintar.com)

  • Silsilah


Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669 M, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa.

Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya.

Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa.

Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara.

Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.

Raja-raja di Tarumanegara: (3)

  1. Jayasingawarman 358-382 M
  2. Dharmayawarman 382-395 M
  3. Purnawarman 395-434 M
  4. Wisnuwarman 434-455 M
  5. Indrawarman 455-515 M
  6. Candrawarman 515-535 M
  7. Suryawarman 535-561 M
  8. Kertawarman 561-628 M
  9. Sudhawarman 628-639 M
  10. Hariwangsawarman 639-640 M
  11. Nagajayawarman 640-666 M
  12. Linggawarman 666-669 M

  • Prasasti


Selain peninggalan Candi Batujaya yang dinilai sebegai candi tertua di Nusantara, ada 7 prasasti yang menceritakan Kerajaan Tarumanegara, berikut diantaranya :

1. Prasasti Ciateureun

Prasasti ini ditemukan di sungai Ciateureun, yakni salah satu muara sungai Cisadane Bogor. Prasasti ini juga dikenal dengan nama Prasasti Ciampea. Pada prasasti ini terdapat gambar laba – laba dan telapak kaki Raja Purnawarma. Selain itu, ditemukan juga huruf palawa dan sansekerta.

Prasasti Ciaruteun: prasasti berpahatkan telapak kaki Sri Purnawarman yang laksana Dewa Wisnu.
Prasasti Ciaruteun: prasasti berpahatkan telapak kaki Sri Purnawarman yang laksana Dewa Wisnu. (kemdikbud.go.id)

2. Prasasti Jambu

Prasasti Jambu atau dikenal dengan nama Prasasti Pasir Koleangkak. Pasalnya, prasasti ini ditemukan di bukit Koleangkak, perkebunan jambu. Letaknya yakni 30 km sebelah barat dari kota Bogor. Prasasti ini berisi kebesaran Raja Purnawarman dan gambar telapak kakinya.

3. Prasasti Kebon Kopi

Prasasti ini ditemukan di Bogor, tepatnya Kampung Cibungbulan, Kampung Muara Hilir. Prasasti ini cukup istimewa, sebab terdapat sepasang telapak kaki gajah. Tapak kaki ini digambarkan sebagai tapak kaki Raja Purnawarman. Dalam agama hindu, gajah digambarkan sebagai hewan sakral dan dekat dengan Dewa Wisnu. Konon diibaratkan sebagai Maharaj Purnawarman.


Sebuah bentuk tapak gajah yang terdapat pada sebuah batu besar terletak di Kampung Muarajaya, Desa Ciaruteun ilir kecamatan Cibungbulang. Batu tersebut dilaporkan oleh pimpinan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Kesenian dan Ilmu Batavia) pada 1863.
Sebuah bentuk tapak gajah yang terdapat pada sebuah batu besar terletak di Kampung Muarajaya, Desa Ciaruteun ilir kecamatan Cibungbulang. Batu tersebut dilaporkan oleh pimpinan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Kesenian dan Ilmu Batavia) pada 1863. (TribunnewsBogor/Lingga Arvian Nugroho)

4. Prasasti Muara Cianten

Prasasti ini ditemukan di Bogor. Dalam prasasti ini terdapat tulisan aksara ikal yang belum bisa diterjemahkan. Selain itu, ditemukan juga lukisan telapak kaki.

5. Prasasti Pasir Alwi

Ditemukan didaerah sekitar perbukitan Pasir Alwi, Bojong Honje, Sukamakmur, Bogor.

6. Prasasti Cindanghayang

Dalam masyarakat sekitar, prasasti ini dikenal sebagai prasasti Lebak. Prasasti ini ditemukan di Kampung Lebak. Tepatnya tepi sungai Cindanghian, Kecamatan Manjul, Kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti Lebak ditemukan pada tahun 1947. Dalam prasasti ini berisi puisi dengan huruf pallawa dan bahasa Sansekerta yang menceritakan kebesaran Raja Purnawarman.

7. Prasasti Tugu

Prasasti ini merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegera yang terpanjang. Ditemukan di Tugu, Kecamatan Cilincing, Jakarta. Prasasti ini dipahat pada batu bulat panjang yang melingkar.

  • Sosial Budaya dan Politik


Agama yang dianut oleh Kerajaan Tarumanegara adalah agama Hindu. Agama Hindu yang berkembang di wilayah Kerajaan Tarumanegara adalah Hindu Waesnawa atau Hindu Wisnu. Hal ini dibuktikan dengan adanya peninggalan jejak kaki Purnawarman, adanya lambang penjelmaan Dewa Wisnu yang terdapat dalam prasasti Ciaruteun.

Dalam agama ini Dewa Wisnu dianggap sebagai Dewa tertinggi. Agama Hindu Wisnu ini hanya berkembang di wilayah istana atau keluarga kerabat besar kerajaan, sedangkan masyarakat Tarumanegara sebagian besar menganut kepercayaan asli yaitu animisme dan dinamisme.

Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah tertata dengan teratur dan rapi. Hal ini telah terlihat dari adanya upaya Raja Purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. (4)

Raja Purnawarman sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa.

Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai peninggalan Kerajaan Tarumanegara, telah diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi.

Selain sebagai peninggalan budaya, keberadaan prasasti-prasasti tersebut diketahui menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis pada masa Kerajaan Tarumanegara.

Pada prasasti tugu telah diketahui bahwa Raja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak.

Pembangunan terusan ini memiliki arti ekonomis yang besar bagi masyarakat sekitar wilayah tersebut, karena dapat digunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir dan sarana lalu lintas pelayaran perdagangan antar daerah di kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar dan juga perdagangan dengan daerah-daerah di sekitarnya.

Hal tersebut berdampak pada kehidupan perekonomian masyarakat Kerajaan Tarumanegara yang sudah banyak mengalami kemajuan.

Ilustrasi Raja Purnawarman.
Ilustrasi Raja Purnawarman. (pengetahuanku13.net)

  • Fase Keruntuhan


Masa keruntuhan Kerajaan Tarumanegara terjadi setelah kerajaan ini dipimpin oleh raja generasi ke – 13 yang bernama Raja Tarusbawa. Runtuhnya kerajaan Hindu pertama di Pulau Jawa ini disebabkan tidak adanya kepemimpinan karena Raja Tarusbawa lebih menginginkan memimpin kerajaan kecilnya di hilir sungai Gomati.

Selain itu, gempuran beberapa kerajaan lain di nusantara pada masa itu terutama Kerajaan Majapahit memegang andil penting dalam keruntuhan Kerajaan Tarumanegara pada masa itu. Pada masa pemerintahan Sudawarman, Kerajaan Tarumanegara sudah mulai terlihat mengalami kemunduran.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kemunduran atau keruntuhan Kerajaan Tarumanegara tersebut, diantaranya adalah memberikan ekonomi pada raja-raja di bawah Kerajaan Tarumanegara yang di berikan kepada raja sebelumnya.

Sudawarman secara emosional tidak menguasai persoalan di Kerajaan Tarumanegara, beliau dari kecil tinggal di kanci, wilayah pallawa, sehingga hal tersebut menyebabkan beliau tidak begitu perduli pada masalah yang menimpa di kerajaan tersebut.

Diatas merupakan penjelasan singkat dari Kerajaan Tarumanegara, mulai dari silsilah, peninggalan, letak, agama, kehidupan politik, kehidupan sosial, kehidupan ekonomi, kehidupan budaya hingga runtuhnya Kerajaan Tarumanegara. Semoga penjelasan tersebut bermanfaat.

(Tribunnewswiki.com/Ris)



Nama Kerajaan Tarumanegara
Agama/Kepercayaan Hindu wisnu (kalangan kerajaan dan istana), animisme-dinamisme (rakyat)
Wilayah kekuasaan Sebagian besar Pulau Jawa bagian barat
Sistem pemerintahan Kerajaan nusantara
Bahasa Sansekerta dengan huruf Pallawa
Alat tukar Emas, perak
Masa berkuasa Abad 4 hingga 7 Masehi
Pemimpin terkenal Raja Purnawarman


Sumber :


1. www.gurupendidikan.co.id
2. salamadian.com
3. sejarahbudayanusantara.weebly.com
4. moondoggiesmusic.com


Penulis: Haris Chaebar






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved