NTT dan NTB Dilanda Banjir Bandang, Jokowi Sampaikan Dukacita dan Minta Korban Segera Ditangani

Jokowi telah memerintahkan Kepala BNPB, Kepala BASARNAS, Menteri Sosial, dan yang lainnya untuk segera mengevakuasi korban.


zoom-inlihat foto
presiden-jokowi-2622021.jpg
Instagram/jokowi
Presiden Jokowi saat memaparkan kondisi ekonomi Indonesia, Jumat (26/2/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo angkat bicara mengenai bencana banjir bandang dan longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia mengaku mendapat laporan lengkap terkait bencana alam yang menimpa NTT dan NTB ini dari Kepala BNPB Doni Monardo.

"Saya telah mendapatkan laporan dari Kepala BNPB tentang adanya bencana banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat." ujar Jokowi dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/4/2021).

Jokowi juga menyampaikan dukacitanya kepada korban yang terdampak bencana alam tersebut.

Baca: 62 Warga NTT Meninggal Akibat Banjir dan Tanah Longsor, 4 Orang Masih Dalam Pencarian

Baca: Fraksi PKS DPR Potong Gaji untuk Bantu Korban Banjir Longsor di Flores dan Bima

"Atas nama pribadi dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban meninggal dunia dalam musibah tersebut," tulisnya.

Banjir bandang di Waiwerang, Adonara, Flores Timur, NTT. Bencana banjir bandang akibat bibit Siklon Seroja terjadi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.
Banjir bandang di Waiwerang, Adonara, Flores Timur, NTT. Bencana banjir bandang akibat bibit Siklon Seroja terjadi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur. (Pos Kupang/Syafika)

Ia juga telah memerintahkan Kepala BNPB, Kepala BASARNAS, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, Panglima TNI, dan Kapolri untuk segera melakukan evakuasi dan menangani korban bencana di lapangan.

"Selain itu, segera melaksanakan penanganan dampak bencana yang diperlukan," tulisnya di akun Twitter @jokowi.

Bencana banjir ini disebabkan oleh bibit siklon 99S atau Seroja yang muncul di sekitar perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Akibat banjir parah tersebut, puluhan orang dilaporkan meninggal dunia

Bahkan, bencana ini mengakibatkan tanah longsor dan ratusan orang tertimbun didalamnya.

Terdapat tiga kecamatan yang terdampak akibat banjir ini yakni, Kecamatan Ile Boleng, Kecamatan Adnora Timur, dan Kecamatan Wotan Ulumado.

Banjir bandang di Flores Timur menelan korban jiwa
Banjir bandang di Flores Timur menelan korban jiwa (Syafika Lamawuran untuk Pos Kupang)

Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hajon, mengatakan hingga Minggu sore, sedikitnya ada 67 orang meninggal dan puluhan warga diduga masih terjebak longsor akibat dari banjir bandang itu.

Sebelumnya juga diberitakan bahwa Kabupaten Bima, NTB, dilanda banjir lebih dulu, pada Jumat (2/4/2021).

Hal tersebut juga diakibatkan oleh cuaca yang ekstrem sehingga intensitas hujan tinggi menyebabkan banjir di daerah itu.

Baca: Mengenal Bibit Siklon Seroja, Penyebab Banjir di NTT, Ini Rekomendasi BMKG untuk Antisipasi Bencana

Baca: Bibit Siklon 99S atau Seroja Diperkirakan Masih Menguat Hari Ini, NTT Waspada Ancaman Banjir Lagi

(TribunnewsWiki.com/Rakli)

Baca lengkap soal banjir di NTT di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved