Akhirnya BH dan barang bukti ratusan batang ganja digiring ke Mapolres Rejang Lebong untuk kepentingan penyidikan.
Ganja
Ganja (Cannabis sativa) merupakan tumbuhan budidaya penghasil serat.
Ganja lebih dikenal sebagai obat psikotropika karena adanya kandungan zat tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol).
Konsumsi ganja dapat membuat pemakainya mengalami euforia atau rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab.
Tanaman ganja umumnya dibuat menjadi rokok mariyuana.
Ganja atau mariyuana berasal dari tanaman bernama ilmiah Cannabis sativa.
Tanaman ini memiliki 100 bahan kimia berbeda yang disebut dengan cannabinoid. Masing-masing bahannya memiliki efek berbeda pada tubuh.
Delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidol (CBD) merupakan bahan kimia utama yang kerap digunakan dalam pengobatan.
Perlu diketahui, THC merupakan senyawa yang membuat Anda merasa mabuk atau high.
Senyawa cannabinoid sebenarnya diproduksi juga oleh tubuh secara alami untuk membantu mengatur konsentrasi, gerak tubuh, nafsu makan, rasa sakit, hingga sensasi pada indra.
Namun pada ganja, sebagian senyawa ini sangatlah kuat dan bisa menyebabkan berbagai efek kesehatan serius jika disalahgunakan.
Ganja atau yang juga disebut dengan cimeng ini biasanya digunakan dengan cara dibakar seperti rokok.
Tak hanya daunnya, bunga, biji, dan batangnya juga kerap digunakan sebagai bahan untuk merokok.
Selain itu, ganja juga banyak dicampur ke dalam makanan, mulai dari brownies, cookies, gulai, diseduh sebagai teh, atau dihirup dengan vaporizer.
Dampak Bagi Kesehatan
Banyak orang menggunakan ganja untuk membuat mereka merasa santai atau sangat bahagia.
Tetapi jika dikonsumsi terus-menerus, dalam jangka waktu lama dengan dosis berlebihan, efek ganja akan berakibat tidak baik bagi kesehatan.
Efek Ganja Bagi Tubuh
Ganja termasuk ke dalam herba, karena bisa digunakan untuk mengatasi kondisi tertentu selama mengikuti supervisi medis.