TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ribuan wanita transgender di Thailand dengan bangga memperlihatkan sertifikat bebas dari kewajiban menjalani dinas militer.
Sebelumnya, militer Thailand tetap mewajibkan para transgender ini mengikuti sebuah acara prawajib militer meski penampilannya sudah sangat kemayu dan identitas mereka tidak lagi berjenis kelamin pria.
Di Thailand, setiap pria berusia minimal 21 tahun wajib mengikuti dinas militer.
Namun, sebuah kebijakan yang baru diputuskan membuat ribuan 'ladyboy' Thailand itu kompak memperlihatkan sertifikat bebas dari dinas militer.
Thailand mengharuskan setiap pria berusia 21 atau lebih untuk menghadiri hari lotere di mana mereka harus mendaftar di militer selama dua tahun, sebelum direkrut secara acak.
Wanita transgender - yang masih memiliki akta kelahiran laki-laki - secara hukum diwajibkan untuk menghadiri acara tersebut.
Baca: Yoshirin, Transgender Tercantik di Dunia Akhirnya Nikah dengan Pria Kaya Raya, Intip Foto-fotonya
Ini dimaksudkan untuk menunjukkan sertifikat medis yang membuktikan jenis kelamin baru mereka, yang membebaskan mereka dari layanan karena wanita trans tidak diizinkan menjadi tentara Thailand, dikutip Daily Mail, Jumat (2/4/2021).
Baca: Ellen Page The Umbrella Academy Umumkan Dirinya Transgender, Kini Namanya Jadi Elliot Page
Ratu kecantikan glamor Narisara Aonwang (23), Jumat, terlihat tiba di fasilitas di provinsi Phitsanulok dengan dokumen yang membuktikan bahwa dia telah mengalami perubahan jenis kelamin.
Tetapi dia bersikeras: "Saya tidak takut melakukan layanan nasional tetapi tentara Thailand masih mendiskriminasi wanita seperti saya. Wanita straight diizinkan untuk mendaftar di dinas militer."
Baca: Bintang Serial Netflix The Umbrella Academy, Ellen Page Putuskan Jadi Transgender
"Saya pikir kami harus memiliki hak yang sama dengan wanita heteroseksual lainnya. Jika mereka akhirnya mengizinkan kami untuk menyusun, saya akan menjadi orang pertama yang melamar untuk itu."
Selain gelar kecantikan dan penghargaan, dia juga membawa sertifikat yang menunjukkan bahwa dia masih belajar di bidang Pendidikan di Perguruan Tinggi Sukhothai.
Baca: LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender)
Narisara telah muncul di acara tahunan selama tiga tahun sekarang untuk membuktikan jenis kelaminnya karena dia diharapkan melakukan ini sampai dia berusia 26 tahun.
Acara yang menampilkan pria dan wanita transgender berbaris berjam-jam untuk mengetahui nasib mereka, akan diadakan di seluruh negeri hingga 9 April.
Baca: Terungkap Pelaku Pembakar Transgender Mira Masih Berusia Remaja: Hobi Tawuran dan Mabuk Lem
Di Provinsi Phitsanulok pada hari pertama, 284 pria muda maju tetapi hanya 67 yang berhasil direkrut menjadi tentara.
Para orang tua yang anaknya dibebaskan bersorak di luar pusat.
Baca: Gebby Vesta Laporkan Lucinta Luna Karena Bocorkan Identitasnya Sebagai Transgender
Sekitar delapan persen dari populasi negara itu diyakini berada dalam demografi LGBTQ tetapi undang-undang Thailand masih memberlakukan pembatasan pada hak-hak mereka.
Selain tidak bisa mengikuti wajib militer, masyarakat juga tidak mendapatkan tunjangan pernikahan yang sama dengan pasangan heteroseksual meski mereka diperbolehkan untuk menikah.
Baca: Gebby Vesta Buka-bukaan Usai Ngaku Transgender, Berpakaian Perempuan Sejak Kelas 5 SD
Militer Thailand termasuk Angkatan Darat, Angkatan Laut Kerajaan dan Angkatan Udara Kerajaan dan memiliki sekitar 300.000 pegawai negeri.
Laki-laki Thailand memiliki pilihan untuk belajar militer selama tiga tahun di sekolah menengah atau menghadiri perekrutan dinas nasional, di mana pengundian dibuat untuk memilih siapa yang dipilih.
Baca: Organ Vital Ladyboy Thailand Ini Hancur Setelah Operasi Kelamin, Muncul Bau Menyengat dan Nanah
Lulusan perguruan tinggi dan universitas juga dapat memiliki tugas satu tahun yang lebih singkat di militer jika mereka menjadi sukarelawan.
Beberapa pemuda juga menjadi sukarelawan untuk dinas nasional karena mereka ingin bergabung dengan tentara.
(tribunnewswiki.com/hr)
Berita lain soal Transgender, silakan klik di sini