Profil Perancang Desain Istana Negara Baru I Nyoman Nuarta, Rekam Jejak dan Karya Fenomenal

I Nyoman Nuarta merupakan seorang pematung yang telah mengahasilkan beberapa karya patung yang cukup fenomenal.


zoom-inlihat foto
Desain-istana-ibu-kota-di-Kaltim.jpg
IST
Desain bangunan Istana Negara di Ibu Kota Negara yang baru di Kalimantan Timur.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Profil I Nyoman Nuarta, sosok di balik gambar rancangan gedung Istana Negara baru di Kalimantan Timur yang berbentuk burung Garuda.

Desain kantor kepresidenan RI atau istana berbentuk burung Garuda yang sedianya dibangun di ibu kota negara (IKN) baru di Kecamatan Sepaku, Kalimantan Timur menuai beragam tanggapan.

Desain istana baru tersebut berbentuk burung Garuda, tercermin dari bangunan yang memilki kepala di bagian tengah atasnya disertai kedua sisi yang menyerupai sayap.

Desain tersebut dipilih setelah memenangkan sayembara yang digelar oleh Kementerian Perumahan dan Pekerjaan Umum (PUPR) beberapa bulan lalu.

Namun demikian, muncul pro krontra terhadap desain istana baru yang berbentuk burung garuda itu.

Rancangan istana berbentuk burung Garuda justru dianggap kurang mencerminkan kemajuan peradaban, terutama pada era digital seperti sekarang.

Kemudian, ada pula pihak yang mempertanyakan kapasitas rancangan desain milik I Nyoman Nuarta karena bukan seorang arsitek profesional.

ProfilĀ I Nyoman Nuarta

I Nyoman Nuarta diketahui sebagai seorang pematung yang telah mengahasilkan beberapa karya patung yang cukup fenomenal.

Karya monumentalnya antara lain patung raksasa Garuda Wisnu Kencana di Bali, serta patung Arjuna Wiwaha yang menjadi landmark di ujung Jl. MH Thamrin, Jakarta.

I Nyoman Nuarta berasal Tabanan, Bali kelahiran 14 November 1951 dari pasangan Wirjamidjana dan Samudra

Dalam Buku Biografi Nyoman Nuarta terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, disebutkan bahwa Nyoman kecil tinggal di lingkungan pedesaan.

Sejak kecil, Nyoman Nuarta tinggal bersama pamannya, Ketut Dharma Susila di Desa Tegallinggah, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

Ketertarikannya di dunia patung dimulai kala ia masuk ke Institut Teknologi Bandung pada 1972.

Saat masuk di kampus itu, Nyoman memilih jurusan seni lukis.

Namun, setelah selama satu tahun mengikuti perkuliahan, Nyoman Nuarta tertarik dengan seni patung.

Nyoman merasa seni patung sesuatu yang unik karena menghasilkan karya tiga dimensi dengan proses kerja yang juga menarik.

Beberapa tahun setelah itu, Nyoman bersama beberapa sahabat dekatnya seperti pelukis Hardi, Dede Eri Supria, Harsono dan kritikus seni Jim Supangkat bergabung dalam Gerakan Seni Rupa Baru di Indonesia pada tahun 1977.

Gerakan ini kemudian menjadi salah satu tonggak penting perkembangan seni rupa di Indonesia dan telah menerima penghargaan dari Presiden Soeharto di tahun 1979.

Pada tahun 1979 pula, Nyoman berhasil memenangkan lomba desain Monumen Proklamasi.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved