Gagal Jadi Petinggi Partai Demokrat Versi KLB, Moeldoko Berpesan Jaga Perdamaian di Indonesia

Kemenkumham menolak berkas dokumen permohonan pengesahan kepengurusan Partai Demokrat kubu Moeldoko.


zoom-inlihat foto
moeldoko-isu-reshuffle.jpg
Kompas.com
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019)(KOMPAS.com/Haryantipuspasari)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Buntut panjang konflik Partai Demokrat setelah Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara pada, Jumat (5/3/21) kini telah menemui titik terang.

Diketahui pada KLB tersebut, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat.

Namun, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menolak berkas dokumen permohonan pengesahan kepengurusan Partai Demokrat kubu Moeldoko.

Dilansir Tribunnews.com, penolakan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly dalam jumpa pers secara virtual di Jakarta, Rabu (31/3/2021)

"Pemerintah menyatakan bahwa permohonan pengesahan hasil Kongres Luar Biasa di Deli Serdang, Sumatera Utara 5 Maret 2021 ditolak," ujarnya.

Yassona mengatakan, Partai Demokrat versi KLB belum sepenuhnya melengkapi perwakilan pengurus dari tingkat DPD dan DPC serta tidak menyertakan mandat dari Ketua DPD maupun DPC.

"Masih terdapat beberapa kelengkapan yang belum dipenuhi antara lain perwakilan DPD, DPC, tidak disertai mandat ketua DPC dan DPC. Dengan demikian, pemerintah menyatakan permohonan pengesahan KLB Deli Serdang tanggal 5 Maret ditolak," kata Yasonna.

Yasonna Laoly
Yasonna Laoly (Tribunnews/IRWAN RISMAWAN)

Kendati begitu, di hari Paskah yang jatuh pada (2/4/21) ini, melalui akun instagram pribadinya @dr_moeldoko, Moeldoko mengucapkan selamat memperingati wafatnya Isa Almasih bagi umat Kristiani.

"Selamat memperingati wafatnya Isa Almasih bagi umat Kristiani" tulisnya.

Tak hanya itu, Moeldoko juga berpesan agar tetap jaga toleransi antar agama agar tercipta perdamaian di Indonesia.

"Mari kita menjaga semangat toleransi antar umat beragama agar selalu tercipta kedamaian di Indonesia" tulis Moeldoko di laman resmi Instagram milik pribadinya pada, Jumat (2/4/21).

Terkait dengan peta perpolitikan, Moeldoko mengatakan pilihan tersebut adalah hak politiknya sebagai seorang sipil.

"Ketika saya bertugas di militer tugas saya mengawal stabilitas dan juga demokrasi," tulinsya.

Ia menjelaskan bahwa ketika dirinya sedang bertugas sebagai panglima maka tugas besarnya ialah menjaga stabilitas dan mengawal jalannya demokrasi yang dinamis.

Menurutnya, TNI itu bermain di ruang sempit.

Akan tetapi kata dia melalui seni kepemimpinan situasi tersebut ia hadapi.

"Terbukti, pada pemilu 2014 semuanya telah berjalan dengan baik" ujarnya.

Terkait posisinya yang sekarang sebagai sipil, Moeldoko menegaskan bahwa ia tetap konsisten dengan tugas tersebut.

"Tugas untuk menjaga demokrasi telah melekat di hati saya dan mengalir dalam darah saya" kata Moeldoko.

Ia berkomentar, dalam berpolitik ada orang-orang yang berpolitik dengan cara-cara mencari perhatian dengan membonceng kanan-kiri serta mengorbankan jiwa nasionalisme dan Pancasila.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved