Pesanan 10 Juta Vaksin AstraZeneca Terlambat, Vaksinasi Massal yang Dijadwalkan Pemerintah Mundur

Vaksinasi massal yang dijadwalkan pemerintah pada Desember 2021 harus mundur karena pesanan 10 juta dosis vaksin AstraZeneca terlambat datang.


zoom-inlihat foto
astrazeneca-01.jpg
YASSER AL-ZAYYAT / AFP
Seorang perawat yang berafiliasi dengan Kementerian Kesehatan Kuwait memegang sebotol vaksin Oxford-AstraZeneca Covid-19 (Covishield) di pusat vaksinasi al-Naseem, Provinsi al-Jahra, 40 km sebelah utara Kota Kuwait, pada 4 Maret 2021. Denmark dan Norwegia menangguhkan pemakaian vaksin AstraZeneca setelah adanya laporan terjadinya pembekuan darah.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pesanan vaksin AstraZeneca yang dipesan Indonesia akan terlambat datang.

Padahal, Indonesia telah memesan sebanyak 10 juta dosis yang nantinya akan dipakai untuk vaksinasi massal pada Desember 2021.

Alhasil, rencana pemerintah untuk lakukan kegiataan tersebut bakal molor hingga setaun ke depan.

Menurut Tito, keterlambatan pengiriman vaksin AstraZeneca disebebkan karena kasus Covid-19 di India melonjak tajam.

Pemerintah India melakukan embargo karena adanya lonjakan kasus positif Covid-19 yang tinggi.

Sehingga, mereka tak mengizikan untuk mengimpor vaksin keluar wilayah sementara waktu.

"Grafik di India yang semua turun sekarang menjadi meledak, pemerintah di sana melarang impor vaksin karena dikhususkan untuk mereka dulu. 10 juta vaksin AstraZeneca yang kita pesan mengalami keterlambatan karena pending di India,"kata Tito di Palembang, Rabu (31/3/2021).

Dalam foto file ini diambil pada tanggal 09 Maret 2021, seorang pekerja medis memegang botol vaksin AstraZeneca / Oxford Inggris-Swedia selama kampanye vaksinasi di Museum Nasional Sains dan Teknologi Leonardo Da Vinci, yang saat ini menjadi tuan rumah acara anti virus. Kampanye vaksinasi -Covid dengan Multimedica di Milan. - Denmark, Norwegia, dan Islandia pada 11 Maret 2021 untuk sementara menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca karena kekhawatiran tentang pasien yang mengalami pembekuan darah pasca tusukan, karena produsen dan pengawas obat-obatan Eropa bersikeras bahwa vaksin itu aman. Denmark pertama kali mengumumkan penangguhannya,
Dalam foto file ini diambil pada tanggal 09 Maret 2021, seorang pekerja medis memegang botol vaksin AstraZeneca / Oxford Inggris-Swedia selama kampanye vaksinasi di Museum Nasional Sains dan Teknologi Leonardo Da Vinci, yang saat ini menjadi tuan rumah acara anti virus. Kampanye vaksinasi -Covid dengan Multimedica di Milan. - Denmark, Norwegia, dan Islandia pada 11 Maret 2021 untuk sementara menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca karena kekhawatiran tentang pasien yang mengalami pembekuan darah pasca tusukan, karena produsen dan pengawas obat-obatan Eropa bersikeras bahwa vaksin itu aman. Denmark pertama kali mengumumkan penangguhannya, "menyusul laporan kasus serius pembekuan darah" di antara orang-orang yang telah menerima vaksin itu, Otoritas Kesehatan negara itu mengatakan dalam sebuah pernyataan. (Miguel MEDINA / AFP)

Tito menjelaskan, pemerintah Indonesia saat ini menggunakan jalur impor untuk pengadaan vaksin Covid-19.

Adapun vaksin yang disiapkan berasal dari tiga negara, yakni Sinovac berasal dari China, Pfizer dari Amerika Serikat serta AstraZeneca yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII).

Pada Juli 2021, vaksin Pfizer akan tiba di Indonesia dan langsung didistribusikan ke seluruh wilayah.

"Vaksin merah putih diperkirakan selesai akhir desember. Sebelum mengandalkan itu (vaksin merah putih) kita harus impor,"ujarnya.

Menteri Kesehatan membuat time line penyelesaian vaksin berlangsung April 2022.

Namun, Presiden meminta vaksinasi selesai untuk 332 juta jiwa pada Desember 2022.

Baca: SKB 4 Menteri: Sekolah Tatap Muka Wajib Dibuka Setelah Vaksinasi Guru Selesai

Baca: Hasil Survei: Pemilih Jokowi pada Pilpres 2019 Lebih Bersedia Divaksin Dibandingkan Pemilih Prabowo

"Targetnya sehari harus 1 juta divaksin, sampai hari ini baru 400 sampai 500 ribu yang divaksin. Mungkin sedikit lambat karena AstraZeneca terpending di India," jelasnya.

Untuk mengatasi keterbatasan jumlah vaksin saat ini, pemerintah pusat pun membuat deadline dengan vaksinasi sasaran khusus.

Seperti tenaga kesehatan, lansia, pelayanan publik, TNI/Polri bahkan pedagang dan pengemudi ojek online.

"Setelah semuanya selesai, baru vaksin diberikan kepada kelompok yang lain," kata mantan Kapolri tersebut.

"Dengan begitu daerah diharapkan bisa cepat menyelesaikan vaksinasi," pungkasnya.

Seorang pekerja medis Mesir memberikan dosis vaksin Oxford-AstraZeneca Covid-19 (Covishield) pada 4 Maret 2021 di Kairo pada hari pertama vaksinasi di Mesir.
Seorang pekerja medis Mesir memberikan dosis vaksin Oxford-AstraZeneca Covid-19 (Covishield) pada 4 Maret 2021 di Kairo pada hari pertama vaksinasi di Mesir. (Khaled DESOUKI / AFP)

20,5 Juta Vaksin sudah didistribusikan

Sebanyak 20,5 juta dosis vaksin Covid-19, sudah berhasil didistribusikan ke seluruh wilayah di Indonesia.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved