Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Bursah Zarnubi lahir di Lahat, Sumatera Selatan pada 29 Januari 1959.
Bursah Zanurbi dikenal sebagai ideolog.
Dia memiliki pandangan dan sikap kritis terhadap ideologi-ideologi hingga yang berskala besar.
Bursah Zanurbi sangat vokal jika berbicara mengenai demokrasi.
Bursah juga merupakan sumami dari Sri Meliyana anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.
Ia juga merupakan pendiri sekaligus sebagai Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK).(1)
Baca: Bursah Zarnubi Tantang Moeldoko Bikin Parpol Baru setelah Gagal Jadi Ketua Umum Partai Demokrat
Karier #
Bursah Zanurbi merupakan alumnus dari Universitas Jayabaya Fakultas Ekonomi, Jakarta.
Selama menjadi mahasiswa, ia ikut terlibat sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Awalnya dia menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bintang Reformasi (PBR) pada 2006 hingga 2011.
Namun partai ini kemudian melebur bersama Partai Gerindra pada 2008.
Kemudian pada 2009 ia menalonkan diri sebagai calon presiden dibantu oleh Partai Bintang Reformasi (PBR).
Sayangnya ia gagal dan pemilu dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Partai Demokrat sebagai Presiden.
Selain itu Bursah Zarnubi juga pernah menduduki kursi DPR RI periode 2006 hingga 2019.
Di bulan Juni 2011 Bursah Zarnubi pernah dituduh melakukan tindak manuver politik, namun dia menolaknya.
Tuduhan tersebut didasarkan karena Partai PBR batal bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk maju dalam Pemilu 2014.
Selain menolak, dia juga menjelaskan bahwa tanda tangan persetujuan dalam Memorandum of understanding (MoU) dengan Partai Gerindra tidak ada kemajuan dan yang memutuskan hubungan tersebut adalah Gerindra.(2)(3)
Baca: Tak Mau Kecolongan, Polres Metro Tangerang Tambah Metal Detector dan Periksa Barang Bawaan
PENDIDIKAN #
Berikut pendidikan yang pernah dutempuh oleh Bursah Zarnubi:
- SDN 3 Lahat 1972
- SMP Santo Yosef Lahat 1975
- SMA Negeri I Lahat 1979
- Univ. Jaya Baya 1983
- Univ. Wiraswasta Indonesia 1986
- Pendidikan Perantara Perdagangan Efek 1990
Baca: Jenazah ZA Terduga Teroris yang Menyerang Mabes Polri Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur
Riwayat karier #
Berikut karier Bursah Zarnubi:
- Peneliti Pan Asia Research 1987-1990
- Dirut PT Dana Wibawa Artha Cemerlang 1990-1992
- Dirut PT Yussa Citra Hasta 1993-2000
- Direktur PT Niaga Kencana Mas 2002
- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bintang Reformasi (PBR).(4)
Baca: Marzuki Alie
Tantang Moeldoko Bikin Parpol Baru #
Hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Deli Serdang ditolak oleh pemerintah.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun gagal menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.
Akan tetapi ia mendapatkan tawaran untuk membuat partai politik (parpol) baru.
Tawaran ini dari Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi.
“Saya menantang Pak Moeldoko untuk bergabung bersama kami dan para aktivis muda membuat partai baru dengan platform baru yang lebih berpihak kepada rakyat dan pemberdayaan sektor pertanian, UMKM dan perburuhan.
Itu jalur legal konstitusional yang lebih bermartabat,” kata Bursah dalam pernyataannya seperti dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (1/4/2021).
Bursah Zanubi juga menyambut baik keputusan pemerintah yang menolak mengesahkan kepengurusan Partai Demokrat versi KLB.
Menurut Ketua Umum PGK ini, keputusan yang tegas dan bijaksana tersebut sangat berdampak positif bagi pembangunan demokrasi di Indonesia.
Seperti diketahui, pada Rabu 31 Maret 2021, pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM telah menolak mengesahkan kepengurusan Partai Demokrat Pimpinan Moeldoko Hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.
Dengan demikian maka Partai Demokrat yang sah dan diakui pemerintah adalah kepengurusan di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AYH).
Oleh karenanya, Bursah berharap kedua kubu yang sempat bersitegang dapat menerima keputusan pemerintah tersebut dengan legawa dan mengakhiri konflik yang terjadi dengan tetap menjaga diskursus publik yang sehat dan beradab.
“Saya ucapkan selamat kepada AHY yang secara politik telah memenangkan konflik yang terjadi. Tetaplah bersikap patriotik dalam memimpin partai. Ke depan sebaiknya tidak ada lagi pengurus partai yang saling mengejek dengan pihak lawan (Moeldoko),” ujarnya.
Imbauan yang sama juga disampaikan Bursah kepada kubu Moeldoko.
Bursah menyarankan agar Moeldoko tidak perlu lagi menjadikan Partai Demokrat sebagai wadah untuk berpolitik praktis.
Bakat kepemimpinan Moeldoko, menurut Bursah, sebaiknya disalurkan melalui partai politik baru dengan platform yang baru.(5)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/SARA)
| Nama | Bursah Zarnubi |
|---|
| Lahir | Lahat, Sumatra Selatan, 29 Januari 1959 |
|---|
| Almamater | Universitas Jayabaya |
|---|
| Pasangan | Sri Meliyana |
|---|
| Pekerjaan | Aktivis, Politisi |
|---|
| Partai Politik | Partai Bintang Reformasi |
|---|
| (Berfusi ke Partai Gerindra) |
| Berita terkini | Tantang Moeldoko untuk membuat partai politik baru |
|---|
Sumber :
1. id.wikipedia.org
2. www.viva.co.id
3. www.merdeka.com
4. surabaya.tribunnews.com
5. www.tribunnews.com