TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Erwin Kurniawan mengatakan, dua terduga teroris berinisial HH dan ZA sempat kunjungi Rizieq Shihab.
HH dan ZA sebelumnya ditangkap oleh Densus 88 pada Senin (29/3/2021) setelah adanya kabar bom bunuh diri di Makassar.
Menurut Erwin, HH dan ZA sempat mengunjungi Pengadilan Negeri Jakarta Timur, di mana Habib Rizieq Shihab tengah menjalani sidang atas perkarannya.
"Tentu ini juga menjadi dasar pertimbangan meningkatkan kewaspadaan dan cara bertindak yang lebih efektif di dalam mencegah," kata Erwin di PN Jaktim, Selasa (30/3/2021).
"Peningkatan jumlah personil tidak, tetapi taktis kita lebih meningkatkan lagi, kita lebih utamakan terurama terhadap orang yang melintas di sekitar PN Jaktim," katanya.
Dari Polda Metro Jaya pun, dikatakan Erwin, menurunkan 1.394 personel gabungan dari TNI-Polri di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Mereka membagi pengamanan itu menjadi empat ring, termasuk di dalam ruang sidang.
Diketahui, sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran membeberkan soal penangkapan empat terduga teroris di dua tempat berbeda, yakni di Kabupaten Bekasi dan di Condet, Jakarta Timur.
Keempat tersangka yakni ZA (37), BS (43), AJ (46), dan HH (56).
Fadil mengatakan keempat tersangka memiliki perannya masing-masing dan memiliki kode terkait apa yang mereka lakukan.
Satu di antara yang dijelaskan Fadil yakni istilah 'Takjil' untuk kode terkait bahan peledak yang dibuat.
Adapun Fadil mengatakan ZA berperan sebagai pembeli bahan baku peledak, seperti aseton, HCL, termometer, dan aluminium powder.
"(ZA) memberitahukan kepada saudara BS cara pembuatan dan cara mencampurkan cairan-cairan yang telah disiapkan tersebut," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/3/2021).
Baca: 5 Fakta Pelaku Pengeboman di Makassar, Dinikahkan Pelaku Teroris dan Belajar Rakit Bom dari Medsos
Baca: Baru Saja Menikah, Perempuan Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Disebut Sedang Hamil 4 Bulan
Kemudian, dikatakan Fadil, BS selaku pembuat memberitahu kepada AJ
"Menyampaikan kepada saudara AJ terkait dengan takjil. Mereka mengistilahkan dengan istilah takjil. Setelah dicampurkan yang akan menghasilkan bom dengan ledakan besar," lanjutnya.
Dari sana, Fadil mengatakan AJ membantu ZA untuk membuat bahan peledak tersebut bersama-sama dengan BS.
Ketiganya juga sempat mengikuti pertemuan dalam rangka persiapan-persialan melakukan teror dengan menggunakan bahan peledak.
"Saudara HH yang keempat ditangkap di Condet. ini yang memiliki peran cukup penting di dalam kelompok ini. Dia yang merencanakan, mengatur taktis, dan teknis pembuatan bersama dengan saudara ZA," kata Fadil.
HH, dikatakan Fadil, juga hadir dalam beberapa pertemuan-pertemuan untuk mempersiapkan kegiatan, membiayai dan mengirimkan video tentang teknis pembuatan kepada tiga tersangka lainnya.
Baca: Terduga Teroris di Condet dan Bekasi Ditangkap Polisi, Pakai Sandi Rahasia Takjil untuk Sebut Bom
Baca: Polisi Tangkap Pengemudi Ojek Online Terduga Teroris di Tangerang Selatan
"Kepada para tersangka dapat dipersangkakan pasal 15 jo pasal 7 dan atau pasal 9 UU nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana minimal 15 tahun penjara," pungkas Fadil.
Ada atribut FPI
Tak hanya itu, Fadil juga mengungkapkan jika ada penemuan barang bukti yang berkaitan dengan Front Pembela Islam (FPI).
Barang bukti itu diamankan berasal dari dua kediaman terduga teroris, yakni Serang Baru, Bekasi dan Condet, Jakarta Timur pada Senin (29/3/2021).
Di antaranya sepotong seragam berlogo Front Pembela Islam ( FPI), buku FPI berjudul 'Amar maa'ruf nahi mungkar', selebaran Tabligh Akbar Aksi Bela Islam, spanduk 212, emblem Laskar FPI hingga Kaos Bang Japar (Jawara dan Pengacara).
Dari dua lokasi juga disita 4 bom rakitan aktif high explosive berupa bom kaleng bersumbu, serta 5 toples bahan peledak seberat 3,5 kg yang dapat dijadikan 70 bom pipa.
Irjen Fadil Imran juga memastikan Densus 88 akan mendalami ada tidaknya keterkaitan kelompok ini dengan kelompok teroris JAD di Makassar yang melakukan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.
"Nanti akan didalami dan dijelaskan Tim Densus 88, apakah kelompok Jakarta ini memiliki keterkaitan dengan kelompok JAD Makassar. Terlalu dini bagi kami untuk menyimpulkan," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/3/2021).
Ia menjelaskan semua barang bukti yang ditemukan di dua TKP akan menjadi temuan awal yang akan didalami tim penyidik Densus 88 Polri.
"Jika ada keterkaitan, itu kan sebagai temuan awal, akan di dalami olehb Densus 88. Nanti perkembangannya, dan tentunya nanti dengan Humas akan memberikan penjelasan terkait dengan pengembangan hasil penyidikan," katanya.
Yang pasti kata Fadil, upaya teror dengan bom di Jakarta dan sekitarnya akan terus diantisipasi pihaknya.
"Upaya-upaya untuk melakukan teror dengan bahan peledak di wilayah DKI Jakarta akan bisa kita monitor, kita deteksi, kita cegah, sehingga Jakarta menjelang Ramadan bisa tetap aman dan kondusif," kata Fadil.
Baca artikel lain mengenai penangkapan terduga teroris di sini.
(TribunnewsWiki.com/TribunJateng.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul 2 Terduga Teroris Ternyata Sempat Sambangi PN Jakarta Timur yang Sidangkan Habib Rizieq