Bagaimana tidak, ED dibuat kaget dengan identitas calon pelayan seksnya ini yang ternyata seorang waria.
Kemudian Asep alias Tania ini melontarkan ancaman pada ED.
Pelaku juga meminta uang bayaran yang sudah disepakati.
Asep lalu menelpon dua teman waria lainnya yang kebetulan juga berada di lokasi hotel tersebut lantaran ED menolak untuk memberikan uang.
ED yang komplain dan menolak membayar Asep alias Tania harus berakhir dikeroyok 3 waria itu.
"Korban kemudian komplain dan tidak mau meneruskan transaksi itu. Namun tersangka malah marah," kata Sutrisno.
Buat Video Tiktok Pakai Daster Lalu Pamer Celana Dalam, Tiga Pelaku yang Ternyata Waria Ditangkap
Aksi beberapa perempuan yang membuat video TikTok dengan latar tugu nol kilometer di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, mendadak viral dan menuai kecaman.
Video berdurasi 12 detik itu dinilai tidak layak dipertontonkan karena mengandung unsur pornografi.
Pasalnya, ketiga perempuan yang membuat video joget TikTok itu tiba-tiba memamerkan celana dalam mereka.
Dalam video tersebut terlihat tiga perempuan sedang menari diiringi musik yang sempat dipopulerkan Tiktokers Chikaku.
Pengambilan gambar dilakukan malam hari.
Video tersebut pun viral di TikTok dan di media sosial lainnya.
Namun ada fakta mengejutkan dari video viral tersebut.
Tiga dari empat pelaku yang memakai daster dan pamer celana dalam itu ternyata laki-laki yang berperawakan seperti perempuan.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh polisi saat para pelaku ditangkap.
"Tim Naga Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Pangkalpinang mengamankan 3 pelaku waria dan 1 yang mengambil rekaman videonya," kata Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra, Rabu (20/1/2021).
Adi menuturkan, penyidik cyber crime Sat Reskrim Polres sedang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku sesuai UU ITE.
Baca: Kasus Prank Beri Kardus Isi Sampah pada Waria Berbuntut Panjang, Youtuber Ferdian Paleka Kini Buron
Baca: 6 Fakta Kasus Prank Ferdian Paleka Beri Sampah ke Waria: Orang Tua Janji Serahkan Pelaku ke Polisi
"Namun semua nanti tergantung dengan kebijakan wali kota, atas nama warga kota Pangkalpinang karena kami tetap mengedepankan kearifan lokal," ujar Adi.
Mantan kapolsek Bukit Intan Pangkalpinang ini menegaskan, tindakan penegakan hukum merupakan langkah terakhir.