Sejumlah Fakta All England 2021, dari Rekor Baru hingga Kontroversi yang Muncul

Ada kontroversi yang muncul karena tim Indonesia dipaksa mundur pada All England 2021.


zoom-inlihat foto
All-England-Open-Badminton-Championships.jpg
AVERAGECHAP.COM
Logo turnamen bulu tangkis All England Open. Ada sejumlah rekor yang dipecahkan dalam All England Open 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Turnamen bulu tangkis All England Open 2021 yang memunculkan sejumlah rekor dan kontroversi telah berakhir.

Dalam All England tahun ini, Jepang menjadi juara umum dan berhasil merebut empat gelar.

Ada sejumlah rekor yang dipecahkan dalam All England 2021.

Meski demikian, ada pula kontroversi yang muncul karena tim Indonesia dipaksa mundur.

Berikut sejumlah fakta menarik gelaran All England Open 2021, dikutip dari Tribunnews yang melansir BolaSport.

1. Indonesia dipaksa mundur

Tim bulu tangkis Indonesia menelan pil pahit pada All England Open 2021.

Datang dengan kekuatan terbaik ke Birmingham dan tujuh wakil berstatus unggulan, Indonesia tidak diperkenankan bertanding.

Tim Bulutangkis Indonesia yang berlaga di All England 2021 tiba di Bandara Soekarno Hatta, Senin (22/3/2021).
Tim Bulutangkis Indonesia yang berlaga di All England 2021 tiba di Bandara Soekarno Hatta, Senin (22/3/2021). (Tribunnews/ Abdul Majid)

Baca: Tim Indonesia untuk All England 2021 Pulang ke Tanah Air, Menpora Sambut di Bandara Soetta

Skuad Merah Putih diwajibkan National Health Service (NHS) Test and Trace menjalani isolasi mandiri selama 10 hari.

Pemberitahuan NHS itu diterima Jonatan Christie dkk dalam surat elektronik atau email karena tim Indonesia berada dalam pesawat yang sama dengan suspek virus Corona alias Covid-19.

Sesuai regulasi pemerintah Inggris saat ini, setiap individu yang terpapar Covid-19 atau melakukan kontak dengan individu yang mengidap Covid-19 wajib menjalani isolasi mandiri selama 10 hari.

Aturan tersebut membuat para pemain Indonesia harus mundur dari All England Open 2021 meskipun hasil PCR Test dan Swab Test mereka sebelumnya selalu negatif.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF) dan Badminton England, selaku penyelenggara All England Open 2021 mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin agar NHS memberi pengecualian terhadap tim Indonesia, tetapi hal ini tak bisa dipenuhi NHS.

Baca: Akun Instagram Resmi All England Hilang Setelah Ramai Dibanjiri Netizen Indonesia

BWF dan Badminton England akhirnya hanya bisa menyesali insiden yang menimpa tim Indonesia dan meminta maaf.

2. Jepang raih empat gelar

Jepang mencetak sejarah baru dalam penyelenggaraan All England dengan mengirim enam wakil atau tiga pasang ganda yang saling berhadapan pada babak final All England.

Terakhir kali final ganda All England dari negara yang sama terjadi pada 1947 dengan All Danish Finals pada sektor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Jepang sudah menggenggam satu titel juara melalui pertemuan antara pasangan ganda putra Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara menjadi juara pada nomor ganda putri setelah mengalahkan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, 21-18, 21-16

Baca: Jonatan Christie Menilai BWF Tidak Adil: Kenapa All England Tidak Belajar dari Turnamen Thailand?

Gelar ketiga menjadi milik Yuta Watanabe/Arisa Higashino.





Halaman
12
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved