TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ada sejumlah penyesuaian yang harus dilakukan oleh penderita maag dan GERD agar tetap nyaman dalam berpuasa.
Penderita maag dan GERD memang lebih rentan merasakan sakit perut apabila berpuasa.
Namun, ada sejumlah kiat yang dapat dicoba penderita maag dan GERD agar tetap dapat berpuasa dengan baik.
Melansir Naluri.life berikut empat kiat tersebut.
1. Hindari pemicu
Tidak makan dalam kurun waktu lama dapat meningkatkan keasaman lambung.
Oleh karena itu, pemilihan menu makanan akan sangat menentukan.
Pilihlah bahan makanan yang memiliki nutrisi yang seimbang, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan serat.
Baca: Manfaat Puasa untuk Kesehatan, Seimbangkan Kadar Asam-Basa hingga Bebaskan Tubuh dari Racun
Buah-buahan dan sayur sangat dianjurkan untuk dikonsumsi ketika sahur dan berbuka.
Hindari makan makanan cepat saji, makanan berlemak, goreng-gorengan, makanan terlalu pedas, asin, asam dan makanan dengan gula berlebih.
Makanan-makanan tersebut bisa membuat saluran pencernaan iritasi dan memicu sakit perut.
2. Makan pelan-pelan
Ketika menyantap makanan, kunyahlah dengan hati-hati dan perlahan agar hanya ada sedikit cairan pada lambung yang dibutuhkan untuk mencerna.
Hal ini juga bisa membuatmu makan lebih sedikit karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengunyah makanan.
Baca: Jelang Ramadhan 2021, Ini Panduan Aman Berpuasa untuk Ibu Hamil Trimester Pertama
Makan dengan cepat membuatmu menelan banyak udara dan bisa menyebabkan kembung.
Apalagi jika sedang berbuka puasa, hindari makan makanan dengan lahap dan dalam jumlah besar.
Mulailah dengan minum air putih dan makan makanan yang berbahan dasar manis alami seperti kurma.
Kamu bisa melaksanakan salat maghrib terlebih dahulu dan setelah itu menyantap hidangan utama.
3. Harus sahur
Tidak sahur akan berbahaya tidak hanya bagi para penderita sakit maag dan GERD.
Hal ini karena tubuh kita perlu energi yang cukup untuk bertahan selama 12 jam tanpa makan dan minum.
Jika malas dan tidak nafsu makan karena terlalu pagi, kamu bisa makan makanan yang simpel seperti kurma, pisang, oatmeal, dan jangan lupa minum susu dan air putih.
Baca: MUI Keluarkan Fatwa Hukum Vaksinasi Covid-19 di Bulan Ramadhan: Tidak Membatalkan Puasa
Hindari berbaring atau tidur langsung setelah makan sahur karena itu akan membuat asam lambung naik masuk ke kerongkongan dan dapat memicu refluks.
Ingat untuk minum banyak air saat sahur dan berbuka, minimal 8 gelas.
Jangan minum minuman berkafein karena dapat menyebabkan dehidrasi.
4. Minum obat
Jika kamu memiliki penyakit lambung yang cukup parah dan perlu mengkonsumsi obat, jangan pernah lupa untuk meminumnya.
Obat tersebut bisa membantu mengurangi produksi asam lambung dan mencegah kembung dan mulas.
Dan bila semua tip di atas tidak juga membuat sakitmu terasa lebih baik, maka berbukalah dan jangan memaksakan.
Makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat berbuka
Ada beberapa makanan yang tidak baik dikonsumsi saat berbuka.
Berikut menu buka puasa yang sebaiknya dihindari selama puasa Ramadan karena kurang baik bagi kesehatan.
1. Minuman bersoda
Sebagian besar orang Indonesia memanfaatkan minuman bersoda untuk membuat minuman segar untuk berbuka puasa.
Baca: Jelang Ramadhan, Begini Tips Mudah Mengajari Anak Berpuasa
Minuman berkarbonasi memang memiliki cita rasa yang segar, tetapi banyaknya gas yang dihasilkan olehnya dapat menyebabkan rasa perih di perut.
Terlebih lagi, perut dalam keadaan kosong setelah seharian penuh berpuasa.
Sekalipun dicampur menggunakan sirup, campurannya juga tidak baik untuk perut kosong.
2. Cokelat dan Makanan Manis
Untuk membatalkan puasa saat berbuka, biasanya dianjurkan untuk menikmati makanan manis.
Namun, konsumsi makanan yang terlalu manis dan mengandung banyak gula, seperti kue atau pun cokelat sebaiknya dihindari
Makanan berlemak tinggi seperti krim pada kue atau donat, atau pun kafein dan stimulan yang ada pada cokelat dapat menyebabkan naiknya gas dari lambung.
Makanan itu juga bisa menimbulkan peradangan pada selaput lambung yang berujung pada sakit lambung.
3. Gorengan
Segalam macam makanan yang digoreng mengandung asam lemak trans dan lemak jenuh yang berpotensi melukai selaput lambung.
Gorengan juga memicu asam lambung yang menyebabkan iritasi.
Kandungan lemak tinggi yang disuguhkan gorengan juga dapat menyebabkan otot-otot empedu berkontraksi, sehingga memperlambat pengosongan lambung.
Hindari makanan yang digoreng kering, seperti keripik, kentang goreng, atau berbagai gorengan yang diolah dengan tepung dan margarin.
4. Ubi dan Singkong
Biasanya, untuk mengganjal perut berbuka dengan ubi atau pun singkong menjadi pilihan.
Selain mengandung karbohidrat yang akan memberikan energi, ubi dan singkong juga dapat menjadi pengganti nasi.
Namun, ubi dan singkng ternyata menghasilkan banyak gas yang berujung menimbulkan sakit lambung, terlebih jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.
5. Susu Tinggi Lemak
Selain minuman bersoda, susu biasa digunakan sebagai campuran.
Namun, sebagiknya mulai sekarang hindari susu sebagai menu buka puasa, terutama susu tinggi lemak.
Susu tinggi lemak akan menyebabkan peningkatan asam lambung yang menyebabkan perut menjadi mual.
Efeknya, perut akan terasa begah dan kembung. Lagi-lagi, salah satu pemicu asam lambung adalah daging berlemak tinggi.
Padahal, biasanya orang Indonesia gemar mengolah daging berlemak tinggi menjadi hidangan wajib di awal puasa.
Sebenarnya, tidak semua daging akan memicu risiko asam lambung. Sebaiknya, pilihlah daging yang lebih muda, dan tidak memiliki lemak.
6. Buah Mengandung Gas
Tak banyak yang tahu bahwa beberapa buah yang kerap digunakan untuk campuran es buah ternyata perlu dihindari sebagai menu buka puasa.
Buah tersebut di antaranya, buah pisang, nangka, dan anggur kering atau kismis, hingga tomat.
Beberapa buah tersebut mengandung gas tinggi yang dapat memicu terjadinya asam lambung berlebih.
(Tribunnewswiki/Tyo/TribunStyle/Salma Fenty Irlanda/Grid/Citra Widani)
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul "Daftar Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Buka Puasa" dan di Grid.id dengan judul "Bulan Ramadhan 2021 Akan Segera Tiba, Berikut Hal yang Perlu Diperhatikan Oleh Para Penderita Penyakit Maag dan GERD"