TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabar gembira akhirnya Kementerian Perhubungan tidak melarang mudik Lebaran tahun 2021.
Untuk mudik Lebaran tahun ini, Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) memberikan beberapa kebijakan bagi para pemudik.
Kebijakan pertama yakni memastikan protokol kesehatan berjalan ketat.
Kemudian menjamin ketersediaan layanan transportasi darat, laut, udara, kereta api.
Ketiga memastikan kelayakan sarana dan prasarana transportasi.
Untuk yang keempat, meningkatkan ketertiban dan melakukan koordinasi intensif.
Serta yang terakhir, melakukan rekayasa lalu lintas dan memonitoring semua kegiatan.
Pada prinsipnya Kementerian Perhubungan tidak melarang mudik lebaran 2021 ini disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.
Tapi Kemenhub akan melakukan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga (K/L) terutama Satgas Penanganan Covid-19 mengenai mekanisme mudik nantinya.
Hal tersebut diungkapkan Budi dalam Raker bersama Komisi V DPR RI pada Selasa (16/3/2021).
Baca: Banyak Makanan Menumpuk di Kulkas setelah Lebaran, Begini Cara yang Benar Membersihkan Lemari Es
Baca: Tips Mengontrol Nafsu Makan yang Mulai Tak Terkendali Setelah Lebaran, Yuk Diterapkan!
"Prinsipnya pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tidak melarang, kami akan berkoordinasi dengan gugus tugas bahwa mekanisme mudik itu kita atur bersama dengan pengetatan dan melakukan testing terhadap mereka mereka yang akan berpergian," urai Budi, seperti dikutip dari Kontan.
"Boleh tidaknya mudik atau melarang tidak melarang itu kami berpikir itu bukan dari kewenangan Kementerian Perhubungan, tapi kami akan berdiskusi dengan para Kementerian Lembaga dan tentunya dengan pihak-pihak yang kompeten karena Satgas sebagai koordinator akan memberikan suatu arahan," imbuh dia.
Penentuan mudik, lanjut Budi, tidak menjadi kewenangan sendiri Kementerian Perhubungan.
Koordinasi soal mudik akan dilakukan bersama forum Satgas yang terdiri dari Kementerian/Lembaga, Menko PMK, Kementerian Kesehatan dan lainnya.
Pihaknya juga engantisipasi isu strategis pada saat lebaran dipastikan akan terjadi potensi lonjakan pergerakan orang.
Kemudian adanya program vaksinasi juga diprediksi akan membuat masyarakat ingin bepergian.
"Kemudian adanya kebijakan PPnBM nol itu akan mengakibatkan kepemilikan mobil bertambah. Kemudian penggunaan test Genose yang relatif lebih murah membuat mereka confident untuk bepergian," papar Menteri Perhubungan ini.
Budi mengatakan, melihat adanya potensi tersebut, pihaknya berusaha supaya penyebaran Covid-19 bisa terus ditekan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Kapan Puasa Ramadhan dan Idul Fitri 2021? Berikut Kalender Islam 1442 Hijriyah yang Terbaru
Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa ramadhan akan dimulai pada 13 April 2021 dan Idul Fitri pada 13 Mei 2021.