Tari Poco-poco

Tari Poco-poco adalah jenis tarian modern asli Indonesia yang kemudian banyak dijadikan sebagai gerakan dasar pada senam irama.


zoom-inlihat foto
Poco-poco-1.jpg
Dok. Humas Kemenko PMK
Menko PMK Puan Maharani mendampingi Presiden Jokowi saat memecahkan rekor Guiness Book of Word Record di Monas, Minggu (5/8/2018)

Tari Poco-poco adalah jenis tarian modern asli Indonesia yang kemudian banyak dijadikan sebagai gerakan dasar pada senam irama.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tari Poco-Poco merupakan jenis tarian modern asli Indonesia yang kemudian banyak dijadikan sebagai gerakan dasar pada senam irama.

Tarian ini mengambil unsur-unsur gerakan tarian dari berbagai daerah di Indonesia.

Oleh karena itu pada tarian ini sering dijumpai dengan gerakan seperti melempar lembing, melepas panah dan sebagainya karena memang gerakan-gerakan tersebut banyak terdapat pada tarian-tarian daerah di Indonesia.

Tarian Poco-Poco mulai populer di awal tahun 2000-an.

Pada awalnya, tarian Poco-Poco hanya dikenal di lingkungan TNI dan POLRI sebagai gerakan untuk senam irama.

Tarian ini diiringi oleh lagu yang berasal dari Maluku yang juga berjudul Poco-Poco. [1]

Baca: Tari Reog Ponorogo

  • Sejarah


Sejarah tari Poco-Poco tidak terlepas dari cerita sang Pencipta lagu Poco-Poco sendiri bernama Ferry Sapulette.

Pada tahun 1993, Ferry tergabung dalam Nanaku Group dan memainkan serta merekam lagu Poco-Poco tersebut.

Ferry menyebut bahwa kata Poco-Poco bermaksan menggemaskan dalam Bahasa Ternate.

Lirik lagu Poco-Poco pun di klaim Ferry menggunakan Bahasa Ternate, bukan Bahasa Manado seperti cerita yang beredar di masyarakat.

Hal tersebut disebabkan karena ada beberapa persamaan kata dari dua bahasa tersebut.

Pada awalnya Tarian Poco-Poco hanya di kenal di lingkungan TNI dan Polri sebagai gerakan dari senam pagi.

Hal ini juga berkaitan dengan sejarah tarian tersebut, di mana sang penciptanya terinspirasi dari gerakan senam para Tentara.

Ferry sendiri memang dibesarkan dilingkungan Tentara karena ayah beliau seorang Angkatan Darat yang bertugas di Ternate saat itu.

Ferry mengatakan kenapa ketika menari Poco-Poco gerakannya seperti memegang sesuatu, itu karena ketika para Tentara melakukan gerakan mereka sembari memegang senjata.

Ferry menambahkan para Tentara yang melakukan senam tersebut menggunakan baju kaus dan celana, lalu di tambah dengan memegang senjata. [2]

Baca: Tari Yapong

  • Gerakan


Gerakan tari Poco-Poco terinspirasi dari senam para tentara yang bergerak masing-masing dua langkah dari kiri ke kanan lalu mundur kemudian memutar.

Mereka melakukan gerakan senam sambil memegang senjata, menggunakan kaos oblong dan celana panjang khas tentara.

Itulah sebabnya dalam tarian poco-poco kedua tangan ditekuk seolah sedang membawa sesuatu, karena salah satu cara senam dengan senjata adalah diletakkan di antara kedua siku.

Poco-Poco yang semula hanya dikenal di lingkungan TNI dan Polri sebagai gerakan untuk senam pagi perlahan mulai mendapat tempat di hati masyarakat.

Gerakan yang lincah dan mudah bahkan menjadikannya sebagai senam irama di sekolah-sekolah.

Gerakan dari Tarian Poco-Poco sendiri pun memiliki manfaat untuk tubuh.

Beberapa diantaranya adalah dapat menurunkan berat badan, meningkatkan denyut jantung, dan dapat meningkatkan nilai kolesterol baik.

Tarian Poco-Poco yang juga biasa digunakan untuk gerakan senam yang menurut ilmiah bisa meningkatkan kesehatan otak jika dilakukan secara rutin misalnya dua kali dalam seminggu. [2]

Gerakan dasar dari tarian poco-poco diantaranya:

• Dua langkah kecil ke kanan, kemudian kembali lagi ke tempat.

• Mundur satu atau dua langkah ke belakang dan kemudian maju ke depan sambil berputar.

• Gerakan tersebut dilakukan secara berulang-ulang hingga penari selesai memutar tubuh ke empat penjuru angin dan kemudian kembali ke tempat semula. [3]

Baca: Tari Pendet

  • Busana


Pada umunya tarian ini termasuk juga ke dalam senam, atau yang sering disebut senam poco-poco.

Senam sendiri biasanya menggunakan pakain olahraga.

Atasan yaitu kaus dan bawahannya yaitu celana panjang.

Indonesia pernah melakukan senam poco-poco untuk pemecahan rekor Guinness World Record.

Dalam acara tersebut para peserta senam poco-poco menggunakan pakaian olahraga dengan konsep yaitu merah putih.

Atasan kaus dan celana panjang putih ini memiliki motif api di bagian dada.

Motif tersebut juga memiliki lambang dan makna yaitu mencerminkan semangat berkobar yang tidak pernah redup dan juga di dasari oleh ketulusan hati.

Aksesorisnya menggunakan ikat kepala bermotif batik. Ada juga kain merah yang diikatkan pada bagian pinggang.

Kain merah tersebut ditambahkan dengan kain motif tenun yang berasal dari Minahasa.

Kain motif tersebut digambarkan dengan rumah adat Minahasa dengan tujuh tingkat.

Motif ini digunakan sebagai bentuk keselarasan dan keharmonisan hidup bermasyarakat di Indonesia yang masyarakatnya penuh dengan toleransi dna juga saling menghargai satu dengan yang lainnya. [3]

Baca: Tari Zapin

  • Pengiring


Tarian ini diiringi dengan lagu poco-poco.

Berikut lirik lagu dari poco-poco:

Balenggang pata pata
Ngana pegoyang pica pica
Ngana pebodoy poco poco
Cuma ngana yang kita cinta
Cuma ngana yang kita sayang
Cuma ngana suka bikin pusing
Balenggang pata pata
Ngana pegoyang pica pica
Ngana pebodoy poco poco
Cuma ngana yang kita cinta
Cuma ngana yang kita sayang
Cuma ngana yang suka bikin pusing
Ngana bilang kita na sayang
Rasa hati ini malayang jauh dija dija
Biar ngana kita pebayang
Biar na bikin layang layang
Cuma ngana yang kita sayang [3]

Baca: Tari Piring

(TribunnewsWiki.com/Rakli)



Nama Tari Poco-poco
Klasifikasi Tari Modern
Jenis Tari/Senam
   


Sumber :


1. bali.kemenag.go.id
2. seringjalan.com
3. haloedukasi.com






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved