Tanggapan Ruangguru soal Viralnya Program Magang Bergaji Rendah: Kami Siap Mendengar Masukan

Ruangguru mengatakan jika pihaknya akan terus melakukan perbaikan dan peningkatan di masa depan soal sistem pemagangan yang kini ramai dibicarakan.


zoom-inlihat foto
tanggapan-ruangguru-soal-program-magang-yangramai-dibicarakan.jpg
Ruangguru/TribunnewsWiki
Ruangguru sebut pihaknya menerima masukan untuk terus lakukan perbaikan sistem pemagangan di kemudian hari.


Berarti hal itu menunjukkan perusahaan memiliki kebijakan yang bagus di dalamnya.

"Lalu ada lagi yang dikait2kan dengan honor guru. Guru di Ruangguru ada macam2 jenisnya. Guru sebagai pegawai tetap kami termasuk mendapatkan gaji paling tinggi di sektor pendidikan. Churn rate (% resign) sangat rendah, kalau ada pun kebanyakan karena mau sekolah S2 atau S3 lagi,"

Tangkapan layar masalah program magang di Ruangguru yang kini jadi perbincangan publik.
Tangkapan layar masalah program magang di Ruangguru yang kini jadi perbincangan publik. (Twitter/Imanusman)

Sebelumnya, seorang guru lepas Bahasa Indonesia dan Mandarin mengaku upahnya dapat dipotong sampai Rp 70-80 ribu per sesi (30 menit), termasuk pajak.

Freelancer lain yang juga seorang guru lepas, mengaku ia mendapat upah sebanyak Rp 48 ribu per sesi tanpa pajak, mirip guru honorer.

"Sebagai freelance guru Bahasa Indonesia dan Mandarin, sekarang dipotong upahnya. Dulu (2019-2020) bisa sampe 70-80 ribu persesi (30 menit) (bukan sama dipotong pajak),"

"Sekarang (2021) mentok 48 ribu per sesi tanpa dipotong pajak. Aku kaget, udah kayak guru honorer. Ini ortunya yang minta rendahin upahnya atau Ruang guru yang turunin??"

Ia pun menjelaskan sistem yang kini diberikan Ruangguru terhadap guru lepas seperti dirinya.

"Ruangguru said, kalo udah lebih dari 4 tahap pertemuan, mereka turunin upahnya. So sad," tulisnya.

Baca: Ruangguru

Pernyataan itu pun dijawab oleh Iman di dalam utas Twitternya.

Ia mengatakan jika guru les lepas memiliki rate honor yang berbeda karena dibayar dalam hitungan jam.

Rate honor itu pun juga ditentukan oleh sang guru sendiri, sesuai dengan kemampuannya.

Jika sang guru lepas memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, maka honor yang didapatkannya akan lebih banyak pula.

Meskipun di beberapa kasus ada pengguna Ruangguru yang mengajukan honor rendah untuk les.

"Untuk guru lesan, memang ada kasus customers suka nawar. Tadinya les 100ribu per jam, nawar 75ribu per jam untuk Pak A misalnya. Lalu gimana? Tentu ya kami teruskan tanyakan. Pak A bebas mau ambil atau tidak. Kalau tidak ambil merasa terlalu rendah juga tidak apa2,"

"Tidak ada sanksi harus ambil semua order seperti ojek online atau apapun itu. It's a marketplace dan ada juga variasi antar daerah. People are free to choose what rates, which lessons they want to take,"

Di akhir utasnya itu, Iman pun berterima kasih atas masukan dan kritikan yang dilayangkan warganet ke Ruangguru.

Ia pun menyematkan link yang bisa diisi oleh para karyawan magang atau mantan karyawan magang sebagai bentuk kritik.

"Terima kasih buat masukan-masukan yang ada. The system is not perfect and we are working to improve it. Kalo ada yang punya pengalaman magang di Ruangguru bisa share di sini juga supaya bisa kita tindaklanjuti," pungkasnya.

(TribunnewsWiki.com/Restu)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved