Anton Medan (Muhammad Ramdhan Efendi)

Anton Medan (lahir dengan nama Tan Hok Liang dan kemudian bernama Muhammad Ramdhan Efendi adalah mantan perampok dan bandar judi yang kini telah insaf. Ia menjadi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) sejak 2012.


zoom-inlihat foto
Tan-Hok-Liang-atau-dikenal-Anton-Medan-1.jpg
KOMPAS/DANU KUSWORO
Mantan narapidana Tan Hok Liang atau dikenal Anton Medan menjadi pemimpin unjuk rasa di halaman Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (4/11/2000), pukul 11.00. Mereka menuntut terpidana Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto diperlakukan secara sama dengan narapidana dan tahanan lainnya.

Anton Medan (lahir dengan nama Tan Hok Liang dan kemudian bernama Muhammad Ramdhan Efendi adalah mantan perampok dan bandar judi yang kini telah insaf. Ia menjadi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) sejak 2012.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Anton Medan memiliki nama lahir Tan Hok Liang.

Kemudian ia mengubah namanya setelah memeluk agama Islam, Muhammad Ramdhan Edendi.

Ia lahir pada 10 Oktober 1957 di Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Anton Medan dikenal sebagai mantan perampok dan bandar judi, namun kini telah insyaf.

Ia meninggal dunia di kediamannya di Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada 15 Maret 2021.

Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa (PITI), Ipong Hembiring Putra mengatakan jika Anton meninggal setelah berjuang melawan sakit stroke dan diabetes yang diidapnya.(1)

Baca: Thomas Djorghi

Baca: Suharso Monoarfa

Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Ramdhan Effendi atau lebih dikenal dengan nama Anton Medan Polda Metro Jaya menahan pengacara Farhat Abbas, Selasa (28/5/2013).
Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Ramdhan Effendi atau lebih dikenal dengan nama Anton Medan Polda Metro Jaya menahan pengacara Farhat Abbas, Selasa (28/5/2013). (Kompas.com/Robertus Belarminus)

  • Kehidupan Pribadi


Anton Medan mengaku dirinya semula beragama Budha, lalu beralih ke Kristen dan akhirnya Islam.

Ia dibesarkan di tengah-tengah politik gelap Indonesia.

Selama pemerintahan Orde Baru tepatnya pada tahun 1998 Anton dijadikan kambing hitam untuk orkestrasi Kerusuhan Jakarta setelah tuduhan itu diam-diam dicabut.

Kerusuhan yang awalnya merupakan demontrasi mahasiswa untuk memprotes presiden Indonesia Soeharto berubah menjadi demonstrasi anti-Tionghoa di Jakarta.

Anton Medan keturunan Tionghoa, tapi dia turun ke jalan dan ikut kerusuhan untuk membuktikan bahwa dia setia kepada rakyat tapi dia sendiri yang jadi sasaran.

Dalam kekacauan politik tahun 1998, dilaporkan pula bahwa Prabowo Subianto, menantu Suharto dan Panglima Kopassus, telah merekrut dan memanipulasi Anton Medan untuk mendapatkan pendukung militan.

Dalam penyelidikan kasus kerusuhan 1998, Anton membantah tuduhan terlibat aktif di balik layar, meski mengaku berada di tengah-tengah massa.

Akan tetapi dia menolak untuk bersaksi kecuali Komisi Nasional Hak Asasi Manusia merehabilitasi namanya terlebih dahulu.(2)(3)

Saat kerusuhan 1998, Anton ikut dituduh membakar rumah salah seorang pengusaha. Ia pun dipenjara.

Menurutnya, ada perlakuan sewenang-wenang dari aparat penjaga tahanan di Mapolda Metro Jaya.

Ia mengaku, ada pula tahanan lain yang tak pernah diperiksa hingga tak jelas masa tahanannya.

Dunia hitam pernah menjadi masa lalu pernah dengan nama Tionghoa Tan Hok Liang ini.

Sepanjang hidupnya, Anton mengaku sudah 14 kali keluar masuk penjara.

Anton Medan pernah masuk ke Kalijodo pada 1972-1979. Setelah itu, dia dipenjara selama 12 tahun.

Bebas pada 1986, Anton kembali ke Kalijodo pada 1988.

Anak buahnya menyewa lapak ke Daeng Aziz sebanyak tiga titik.

Akrab dengan kehidupan di "hotel prodeo" membuatnya mengetahui seluk-beluk lapas.

Bahkan ia pernah membuka kawasan perjudian yang disebutnya kasino.

Ada roullete, dadu koprok, ta shiao, dan kartu cap jie kia.

Rata-rata omzetnya bila dikonversi dengan nilai rupiah saat ini adalah Rp 1,5 miliar per hari.(4)(5)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 55 Tahun Lalu, Soeharto Ditunjuk sebagai Presiden RI Gantikan Soekarno

Baca: Peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli, Awal Mula Jatuhnya Rezim Orde Baru Soeharto

Mantan narapidana Tan Hok Liang atau dikenal Anton Medan menjadi pemimpin unjuk rasa di halaman Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (4/11/2000), pukul 11.00. Mereka menuntut terpidana Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto diperlakukan secara sama dengan narapidana dan tahanan lainnya.
Mantan narapidana Tan Hok Liang atau dikenal Anton Medan menjadi pemimpin unjuk rasa di halaman Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (4/11/2000), pukul 11.00. Mereka menuntut terpidana Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto diperlakukan secara sama dengan narapidana dan tahanan lainnya. (KOMPAS/DANU KUSWORO)

  • Pindah agama dan perjalanan spiritual


Anton Medan diketahui keluar masuk penjara dan akhirnya memutuskan insaf dan memeluk agama Islam sejak tahun 1992.

Anton Medan diketahui merupakan Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) sejak 2012 silam.

Ia mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami' Tan Hok Liang.

Masjid itu terletak di areal Pondok Pesantren At-Ta'ibin, Pondok Rajeg, Cibinong.

Sebelum memeluk agama Islam, Anton mengaku pernah beragama Budha dan Kristen.(6)

Baca: Kesaksian Warga Ciledug yang Rumahnya Tertutup Pagar Beton dan Kawat, Susah untuk Manjat

Anton Medan, mantan perampok dan mafia judi di Jakarta yang kini menjadi pemuka agama bagi para narapidana.
Anton Medan, mantan perampok dan mafia judi di Jakarta yang kini menjadi pemuka agama bagi para narapidana. (Kompas.com/SABRINA ASRIL)

Gaya khas bangunan Masjid Jami' Tan Hok Tek Liong itu megambil gaya bangunan Tionghoa sebagai ciri khas Anton yang keturunan Tionghoa.

Sejak dulu, Anton memang bercita-cita membangun pondok pesantren yang bisa dijadikan tempat belajar agama para mantan narapidana.

Anton Medan bahkan diketahui sudah menyiapkan liang lahat untuk dirinya di area Pondok Pesantren At-Taibin, Cibinong.(7)(8)

(Tribunnewswiki.com)



Nama lahir Tan Hok Liang
Nama lain Anton Medan / Muhammad Ramdhan Efendi
Lahir Tebing Tinggi, Sumatra Utara, 10 Oktober 1957
Meninggal Cibinong, Bogor, Jawa Barat, 15 Maret 2021
Dikenal atas Mantan perampok dan bandar judi, kini telah menjadi mualaf dan membangun masjid.
Karier Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) sejak 2012


Sumber :


1. nasional.kompas.com
2. id.wikipedia.org
3. www.jstor.org
4. nasional.kompas.com
5. news.detik.com
6. surabaya.tribunnews.com
7. megapolitan.kompas.com
8. www.matamata.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved