Umat Katholik di Bali Ajukan Misa Minggu Guna Hormati Umat Hindu Rayakan Hari Raya Nyepi

Tindakan umat Katholik di Denpasar ini menjadi salah satu bentuk toleransi antar umat beragama.


zoom-inlihat foto
uasana-usai-ibadah-Misa-pertama-di-Gereja-Katedral-Denpasar-Bali.jpg
Tribun Bali / Adrian Amurwonegoro
Suasana usai ibadah Misa pertama di Gereja Katedral Denpasar, Bali, Sabtu 13 Maret 2021. Umat melaksanakan misa lebih awal karena Hari Minggu 14 Maret 2021 bertepatan Hari Raya Nyepi


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Umat Katholik di Depnasar, Bali melaksanakan ibadah Misa lebih awal dari biasanya.

Jika biasanya Misa akan dilaksanakan pada hari Minggu, kini diajukan pada hari Sabtu (13/2/2021).

Hal ini dilakukan untuk menghormati umat Hindu yang melaksanakan Catur Brata Penyepian Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1943 yang jatuh pada hari ini, Minggu (14/3/2021).

Dikutip dari TribunBali, Gereja Katedral Denpasar, umat mulai berdatangan ke gereja sekitar pukul 06.00 Wita untuk mengikuti Misa yaang dijadwalkan dimulai pukul 06.30 Wita.

Ibadah pun berlangsung dengan khusuk sebagaimana Misa pada umumnya dan berpedoman protokol kesehatan ketat.

Baca: Nyepi

Baca: Universitas Hindu Indonesia (UNHI)

Suasana usai ibadah Misa pertama di Gereja Katedral Denpasar, Bali, Sabtu 13 Maret 2021. Umat melaksanakan misa lebih awal karena Hari Minggu 14 Maret 2021 bertepatan Hari Raya Nyepi
Suasana usai ibadah Misa pertama di Gereja Katedral Denpasar, Bali, Sabtu 13 Maret 2021. Umat melaksanakan misa lebih awal karena Hari Minggu 14 Maret 2021 bertepatan Hari Raya Nyepi (Tribun Bali / Adrian Amurwonegoro)

Tindakan umat Katholik di Denpasar ini menjadi salah satu bentuk toleransi antar umat beragama.

Misa pertama selesai pukul 07.30 Wita dan dilanjutkan ke jadwal berikutnya.

Ketua II Bidang Aksi Kemasyarakatan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Gereja Katolik Katedral Denpasar, Vitalis Alexander mengatakan, Misa hari Minggu 14 Maret 2021 ditiadakan dan dimajukan pada Hari Sabtu 13 Maret 2021.

"Misa hari Minggu tidak ada, dimajukan pada hari Sabtu dengan jadwal yang sama seperti dengan hari Minggu pukul 06.30 Wita, 09.30 Wita, 15.00 Wita dan 18.00 Wita juga disiarkan live streaming," ujar Alex, Sabtu.

Saat disinggung dari sisi liturgi, menurut Alex hal tersebut sudah sesuai dengan arahan Uskup Denpasar Mgr Dr. Silvester San.

Baca: Tanggapan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah saat Siaran Langsung Lamarannya Diprotes Banyak Pihak

Baca: Ramalan Zodiak Besok Senin 15 Maret 2021, Keuangan Leo Sedeng Seret, Scorpio Perbaiki Pola Makanmu

Pecaruan Libatkan lima Sulinggih, Sabtu 13 Maret 2021 menjelang pelaksanaan Catur Beat Penyepian di Catus Para Jembrana.
Pecaruan Libatkan lima Sulinggih, Sabtu 13 Maret 2021 menjelang pelaksanaan Catur Beat Penyepian di Catus Para Jembrana. (istimewa)

Serta sebagaimana Surat Edaran yang dikeluarkan pada 10 Februari 2021 yakni Seruan Bersama Majelis-Majelis Keagamaan Provinsi Bali Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang secara khusus bertepatan dengan Hari Minggu 14 maret 2021.

Diketahui, dalam perayaan Hari Raya Nyepi, saudara umat Hindu membutuhkan suasana tenang dan hening.

Umat diimbau untuk terus menaati protokol kesehatan baik di gereja maupun di luar gereja.

"Kita ikuti sesuai dengan arahan dari Bapak Uskup dan pastinya sudah dipertimbangkan dari sisi liturgi nya mengingat situasi yang ada berkaitan dengan Nyepi yang jatuh pada hari Minggu," ujar Ketua Satgas Covid-19 Gereja Katedral Denpasar itu.

Rangkaian upacara ritual Nyepi umumnya dilakukan beberapa tahapan sudah diatur seperti; Melasti, Tawur Kesanga, Nyepi atau Sipeng, dan Ngembak Geni.

Baca: Fakta Ritual Mandi Bareng Aliran Hakekok, Pimpinan Akui Siap Dibina MUI, Alat Kontrasepsi Jadi Bukti

Baca: Lama Tak Terdengar Kabar, Ilham Habibie Diisukan Menikah dengan Pengusaha Cantik Yulisa Baramuli

Umat Hindu menggelar upacara melasti dalam rangkaian hari Raya Nyepi di Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar, Kamis 11 Maret 2021. Di masa pandemi upacara Melasti dilaksanakan secara terbatas. Setiap desa adat hanya melibatkan 40 orang peserta, yang terdiri dari pemangku, serati banten, prajuru adat, dan pecalang.
Umat Hindu menggelar upacara melasti dalam rangkaian hari Raya Nyepi di Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar, Kamis 11 Maret 2021. Di masa pandemi upacara Melasti dilaksanakan secara terbatas. Setiap desa adat hanya melibatkan 40 orang peserta, yang terdiri dari pemangku, serati banten, prajuru adat, dan pecalang. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Sedangkan, Catur Brata Penyepian dilakukan individu saat Hari Suci Nyepi meliputi :

Amati Geni: tidak menghidupkan atau menggunakan api,

Amati Karya: tidak bekerja dan semua aktivitas harus dihentikan umat Hindu dan berfokus mensucikan batin kepada Yang Pencipta.

Amati Lelungan: tidak boleh bepergian atau keluar rumah.

Terakhir Amati Lelanguan: tidak mengumbar hawa nafsu, tidak menikmati hiburan, tidak berpesta pora, dan sejenisnya.

Baca: Shopee Hadirkan Kompetisi Shopee Code League 2021 untuk Dukung Talenta Digital Masa Depan Indonesia

Baca: Sambal Tempoyak

(Tribunnewswiki.com, TribunBali.com/Adrian Amurwonegoro)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Bentuk Toleransi Hari Raya Nyepi, Umat Katolik di Bali Majukan Ibadah Misa Hari Ini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved