- tempat ibadah
Dalam situs resminya WHO menjelaskan,"Risiko tertular Covid-19 lebih tinggi di ruang yang ramai dan tidak berventilasi memadai, tempat orang yang terinfeksi menghabiskan waktu lama bersama dalam jarak yang dekat,".
Lingkungan tersebut yakni tempat virus corona menyebar lewat tetesan pernapasan atau aerosol dengan lebih efisien.
Jadi, tindakan pencegahan jauh lebih penting.
WHO juga menyarankan untuk melakukan hal tersebut di luar ruangan.
Pertemuan di luar ruangan lebih aman dibanding di dalam ruangan, terutama ruangan kecil dan tanpa udara luar masuk.
Kemudian, jika anda tak bisa menghindari hal tersebut, WHO juga memberikan saran encegahan dengan membuka jendela.
"Tingkatkan jumlah ventilasi alami saat berada di dalam ruangan," tulis WHO.
Penggunaan masker selama berada di ruangan juga diwajibkan.
Baca: WHO Beberkan Sederet Virus Mematikan di Dunia, Ingatkan Penyakit X yang Lebih Ganas dari Black Death
Baca: Inilah 4 Vaksin yang Digunakan di Indonesia, Menkes: Selama Lulus WHO, BPOM, Pakai Saja
Jadikan memakai masker sebagai hal yang biasa saat berada di sekitar orang lain, tidak hanya saat di ruangan.
Selain itu, menjaga jarak yang lebih jauh antara Anda dan orang lain saat di dalam ruangan, lebih dari 1 meter. "Semakin jauh, semakin baik," sebut WHO.
Menjaga jarak antara Anda dan orang lain untuk mengurangi risiko infeksi saat batuk, bersin, atau berbicara.
Ini untuk menjaga diri Anda dan orang lain aman dari virus corona.
Berikut dasar-dasar cara memakai masker yang benar, menurut WHO:
1. Bersihkan tangan Anda sebelum mengenakan masker, serta sebelum dan sesudah melepasnya, dan setelah menyentuhnya kapan saja.
2. Pastikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu Anda.
3. Saat Anda melepas masker, simpan di dalam kantong plastik bersih. Dan, cuci masker setiap hari jika itu adalah masker kain, atau buang masker medis di tempat sampah.
4. Jangan gunakan masker dengan katup.
WHO Kembali Umumkan 22 Gejala Tidak Biasa Covid-19, 7 di Antaranya Terbilang Baru
WHO kembali mencatat 22 gejala tak biasa virus corona atau Covid-19 yang dialami pasien teronfeksi.