“Jadi 47 orang jumlah yang positif dari sebagian hasil tracing yang di-swab. Mungkin ada penambahan, jadi mungkin saja nantinya bakal ada penambahan," papar Atang.
"Itu hasil tracing yang anggota klub senam dan keluarganya. Yang diswab sudah banyak,” tambah Atang.
Baca: Penganut Aliran Sesat Hakekok Ditangkap Polisi, 16 Orang Lakukan Ritual Mandi Bersama
Kronologi Munculnya Klaster Senam Tasikmalaya
Kemunculan klaster senam di Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya ini berawal setelah puluhan anggotanya mengadakan acara ulang tahun klub senam di Obyek Wisata Gunung Papandayan, garut, Jawa barat, pada 14 Februari 2021.
Namun, salah satu anggota rombongan klub senam tersebut mulai mengalami hilang penciuman (anosmia) usai pulang berwisata.
Hal itu pertama kali diketahui saat pemeriksaan diri ke Puskesmas Puspahiang pada 27 Februari 2021.
Pasca-pemeriksaan, petugas akhirnya mendapati bahwa 47 orang anggota senam positif Covid-19.
Kemudian mereka dijemput dengan belasan mobil ambulans ke Asrama Haji Kemenag, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (11/3/2021).
"Iya, kronologi awalnya rombongan klub senam itu ada riwayat pergi secara rombongan untuk ultah klubnya di Gunung Papandayan, Garut. Setelah melakukan tracing, diketahui sampai 47 orang positif setelah sebelumnya salah satu anggotanya memeriksakan diri ke Puskesmas Puspahiang," jelas Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin, kepada wartawan, Jumat (12/3/2021).
Nuraedin yang juga menjabat Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya itu pun menuturkan, sesuai data dari tim medis, pasien awal klaster itu ternyata dua hari telah mengalami kehilangan indra penciuman.
"Saat itu langsung dilakukan tracing dan mendapati sampai sekarang seluruhnya 47 orang positif Covid-19," tambahnya.
Pasien pertama itu diketahui sempat mengikuti kegiatan ke Gunung Papandayan Garut bersama peserta klub senam yang berjumlah 40 orang.
Mereka berangkat menggunakan satu bus, dua mobil pribadi, dan satu sepeda motor.
Di lokasi selama acara berlangsung kegiatan klub senam tersebut, terdapat juga klub senam dari Kota Bandung. "Saat berangkat ke Garut itu pakai bus rombongan," ungkapnya.
Baca: Jokowi Keluarkan Limbah Batu Bara dari Kategori Berbahaya, JATAM Sebut Kejahatan Sistematis
Baca: Kronologi Pembunuhan Berantai 2 Wanita di Bogor, Kencani Korban lalu Dihabisi, Terancam Hukuman Mati
Baca: 47 Orang Positif Covid-19 Klaster Sanggar Senam di Tasikmalaya, Sempat Piknik ke Gunung Papandayan
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya, KOMPAS.COM/Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Klaster Senam, Wabup Tasikmalaya: Seharusnya Bisa Dicegah RT"
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Munculnya Klaster Senam Tasikmalaya, Berawal Acara Ultah Klub di Papandayan Garut"