TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang saksi mata yang selamat dalam kecelakaan tunggal bus Sri Padma Kencana membeberkan perkataan sang sopir.
Mimin Muntasih (52) menyoroti perkataan sang sopir sesaat sebelum bus masuk ke dalam jurang.
Menurut wanita yang selamat itu, sopir sebelumnya sudah mengetahui ada yang salah dengan bus.
Salah seorang penumpang pun meminta sopir memeriksanya.
Sopir mengatakan, rem bus blong sebelum mencapai tanjakan Cae, di Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Sumedang, pada Rabu (10/3/2021).
"Sopir bilang remnya blong," ujar Mimin.
Tak hanya itu, penumpang lain juga membau kampas kopling bus yang gosong.
Mimin mengatakan bus sempat oleng sebelum terperosok ke jurang.
"Bis nya goyang-goyang, terus masuk jurang," ujar Mimin sembari terbata-bata.
Ia mengungkapkan, sesaat sebelum kejadian, 59 penumpang bus yang terdiri dari siswa SMP IT Muaawanah, orangtua, pendamping, dan guru serempak mengucapkan takbir.
"Semua orang teriak Allahhu akbar, takbir," ujar Mimin.
Bus yang ditumpangi oleh 62 orang itu akhirnya terperosok ke jurang dalam kondisi terbalik.
Akibatnya 27 penumpang pun tewas, termasuk sopir, kernet dan pemilik bus.
Sering terjadi kecelakaan
Salah seorang warga Kecamatan Wado, Waslim (59) menceritakan kondisi jalan tempat Bus Sri Padma Kencana mengalami kecelakaan maut masuk jurang di Tanjakan Cae, Rabu (10/3/2021).
Waslim merupakan salah satu warga yang membantu proses evakuasi sesaat pasca-bus masuk jurang dalam kecelakaan maut di Sumedang itu.
Baca: Kecelakaan Maut Bus Masuk Jurang di Sumedang, Kesaksian Korban Selamat: Sopir Bilang Rem Blong
Baca: Rombongan Peziarah Kecelakaan Saat Naik Bus di Sumedang, Pemilik Kendaraan Turut Jadi Korban
Baca: Kronologi Kecelakaan Maut Rombongan SMP IT Al Muawanah di Sumedang, Supir Bus Ikut Jadi Korban Tewas
Waslim menyebutkan, Tanjakan Cae, Wado, Sumedang memang terkenal ekstrem.
"Kondisinya memang menanjak dan berkelok. Kalau sopir yang tahu medan di sini pasti sudah paham."
"Mungkin sopirnya ini tidak tahu medan, jadi sebelum masuk jurang tidak paham cara mengendalikan busnya," kata Waslim seperti dikutip TribunJabar.id dari Kompas.
Waslim menuturkan, saat evakuasi banyak korban yang dalam posisi terjepit.