Mahfud MD Ungkap Alasan Pemerintah Enggan Bubarkan KLB Partai Demokrat Kontra Kubu AHY

Partai Demokrat belakangan ini tengah dilanda berbagai polemik dengan adanya kudeta terhadap kepemimpinan AHY.


zoom-inlihat foto
mahfud-md-21.jpg
Tribunnews
Mahfud MD akhirnya angkat bicara terkait kisruh Partai Demokrat atas penunjukkan Moeldoko sebagai Ketua Demokrat versi KLB.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mahfud MD bantah pemerintah lindungi KLB Partai Demokrat kontra kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membantah tudingan yang menyebut pemerintah melindungi pelaksanaan Kongres Luar Biasa ( KLB) kubu kontra-Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).

"Kemudian saudara, kalau saya menyebut hal kita tidak bisa melarang KLB karena ini masih ada saja orang menuduh, KLB itu dilindungi, endak ada, ndak ada urusannnya, pemerintah enggak melindungi KLB di Medan," ujar Mahfud dalam keterangan video Kemenko Polhukam, Minggu (7/3/2021).

Mahfud menegaskan, pemerintah tidak menghentikan penyelenggaraan KLB kubu kontra-AHY lantaran merujuk Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Mahfud menjelaskan, hal tersebut juga terjadi pada era Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Pada 2002 silam, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengalami dualisme.

Hal itu terjadi setelah Matori Abdul Jalil mengambil alih PKB dari Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Setahun berselang, Matori kalah gugatan di Pengadilan.

Pada 2008, PKB mengalami dualisme, yakni versi Parung (Gus Dur) dan kubu Ancol (Cak Imin).

Sikap pemerintah juga terjadi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).





Halaman
1234






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Ramalan Zodiak Besok Selasa 27

    Berikut ini adalah ramalan zodiakmu untuk hari esok
  • Ramalan Zodiak Cinta Besok Selasa

    Berikut ramalan zodiak cinta besok Selasa 27 Juli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved