Pernah Percaya dan Berikan Jabatan kepada Moeldoko, SBY: Saya Merasa Malu dan Bersalah

Menurut SBY, banyak pihak tidak percaya bahwa Moeldoko bersekongkol dengan orang dalam Partai Demokrat dan tega melakukan kudeta.


zoom-inlihat foto
sby-tahun-2019.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan paparan saat Refleksi Pergantian Tahun Partai Demokrat di Jakarta, Rabu (11/12/2019) malam. SBY pada Kamis, (5/3/2021), mengatakan dirinya merasa malu dan berasalah karena pernah mempercayai Moeldoko.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dalam tanggapannya terkait terpilihnya Moeldoko sebagai ketua umum versi kongres luar biasa (KLB), Ketua Majelis Tinggi Partai Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku merasa malu dan bersalah.

SBY merasa malu dan bersalah karena ketika saat menjabat jadi presiden, dia pernah mempercayai dan memberi Moeldoko jabatan.

Moeldoko pernah menjadi Kepala Staf TNI AD (KSAD) pada masa pemerintahan SBY.

Beberapa bulan berikutnya, SBY mengusulkan Moeldoko sebagai calon Panglima TNI untuk menggantikan Agus Suhartono.

"Rasa malu dan rasa bersalah saya, yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun ke hadirat Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesalahan saya itu," kata SBY dalam konferensi pers di Puri Cikeas, Bogor, Jumat (5/3/2021), dikutip dari Kompas.

SBY menanggapi sikap Moeldoko yang senantiasa membantah dirinya terlibat dalam upaya kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hingga akhirnya menerima jabatan ketua umum versi KLB di Deli Serdang, Sumatra Utara.

Pimpinan sidang, Jhoni Alen Marbun (tengah) bersama politisi senior, Max Sopacua (kedua kanan) memberikan keterangan kepada wartawan saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Berdasarkan hasil KLB tersebut, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.
Pimpinan sidang, Jhoni Alen Marbun (tengah) bersama politisi senior, Max Sopacua (kedua kanan) memberikan keterangan kepada wartawan saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Berdasarkan hasil KLB tersebut, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. (Tribun Medan/Danil Siregar)

Menurut SBY, banyak pihak merasa tidak percaya bahwa Moeldoko bersekongkol dengan orang dalam Partai Demokrat dan tega melakukan kudeta.

"Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji jauh dari sikap kesatria dan nilai-nilai moral. Dan hanya mendatangkan rasa malu, bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran TNI," ujar SBY.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat AHY mengatakan motif Moeldoko dalam merebut kepemimpinan partai tidak berubah.

"Memang sejak awal motif dan keterlibatan KSP Moeldoko tidak berubah," ucap AHY di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi 41, Jakarta Pusat.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved