Mark Sungkar

Mubarak Ali Sungkar atau biasa dikenal Mark Sungkar merupakan seorang bintang sinetron dan layar lebar sekaligus sutradara. Mark Sungkar lahir di Surakarta, 22 Oktober 1948.


zoom-inlihat foto
KOMPAScomTRI-SUSANTO-SETIAWANs.jpg
KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN
Artis peran dan sutradara film Mark Sungkar diabadikan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2015).

Mubarak Ali Sungkar atau biasa dikenal Mark Sungkar merupakan seorang bintang sinetron dan layar lebar sekaligus sutradara. Mark Sungkar lahir di Surakarta, 22 Oktober 1948.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mark Sungkar memiliki nama asli Mubarak Ali Sungkar.

Mark dikenal sebagai seorang bintang sinetron dan layar lebar sekaligus sutradara. Ia pernah sempat kuliah di Akademi Theater Amsterdam.

Mark Sungkar lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 22 Oktober 1948.

Mark adalah putra dari pasangan Ali Mubarak Sungkar.

Ayahnya tersebut merupakan seorang saudagar dari Yaman dan Fatma.

Mark menikah untuk ketiga kalinya dengan aktris bernama Fanny Bauty.

Mark dikaruniai tiga orang anak, yakni aktris Shireen Sungkar, Zaskia Sungkar dan Yusuf Averoes Sungkar.

Rumah tangga Mark Sungkar dan Fanny Bauty goyah pada awal tahun 2006.

Namun dua bulan kemudian, pasangan yang telah dikaruniai tiga orang anak ini memutuskan untuk bersama lagi.

Sayang, perdamaian mereka hanya berlangsung sejenak.

Pertengahan Agustus 2006, Fanny mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Barat, namun, lagi-lagi mereka urung cerai.

Setelah menjalani beberapa kali persidangan, Fanny menarik gugatan cerai terhadap Mark Sungkar.

Rumah tangga Mark dan Fanny kembali bermasalah.

Pada Senin, 30 November 2009, ia kembali digugat cerai sang istri, Fanny, lewat Pengadilan Agama Jakarta Barat.

Pada 19 Mei 2010 Pengadilan Agama Jakarta Barat mengeluarkan putusan cerai.

Namun Mark masih ingin mempertahankan rumah tangganya dan mengajukan upaya banding.

Mark Sungkar dan Fanny Bauty akhirnya resmi bercerai pada 2010 silam. [1]

Mark Sungkar kini menikah lagi dengan wanita bernama Santi Asoka Mala pada 2014.

Santi merupakan asisten pribadi Mark Sungkar yang kemudian membuat sang aktor terpana dengan sosoknya.

Pernikahan itu sempat ramai dibahas lantaran keduanya terpaut usia 45 tahun.

Pasalnya, salah satu anak Mark Sungkar yaitu Shireen Sungkar sempat tak menyetujui ayahnya nikah dengan wanita yang jauh lebih muda.

Hal itu disebabkan karena takut pernikahannya kembali kandas di tengah jalan.

Hingga akhirnya, Mark Sungkar memberi pengertian pada anaknya yang kemudian paham dengan keputusannya. [2]

Mark Sungkar pernah terkena perkara kasus pelanggaran hak cipta lagu Surabayaku. [1]

Mark Sungkar
Mark Sungkar (Tribun Jabar - Tribunnews.com)

Baca: Shireen Sungkar

  • Karier


Mark pertama kali terjun ke dunia akting melalui teater.

Sebelum terjun ke dunia hiburan, Mark adalah pedagang dan pemborong bangunan.

Sejak 1968 Mark telah aktif bermain teater, kala itu teater pimpinan Arifin C Noer.

Mark mulai merambah dunia televisi dan layar lebar pada 1970.

Keseriusannya dalam belajar akting dibuktikan dengan tekadnya menuntut ilmu di Akademi Theater Amsterdam, Belanda (1975-1979) dan International School for Musical Entertainment Hilversum, Belanda (1977-1980).

Mark juga bergabung dengan Nederlandse Operette Vereniging Amsterdam (1976-1977) dan Delfero Talent Pedagog Amsterdam (1976-1978).

Pada 8-9 juni 2007, Mark Sungkar bermain dalam pementasan teater Abang Thamrin Dari Betawi karya Asrul Sani bersama Sanggar Pelakon pimpinan Mutiara Sani di Graha Bhakti Budaya, TIM.

Dalam pementasan tersebut Mark berperan sebagai Fruin, orang Belanda yang menentang kebijakan-kebijakan MH. Thamrin.

Tak mau menggeluti satu bidang saja, Mark mencoba bidang tarik suara dan sempat mengeluarkan beberapa single.

Beberapa singgle yang dikeluarkan Mark di antaranya adalah She Believe In Me (1979),Hution Mind (1980), Bunga-Bunga Cinta (1985), dan Kaki Limo (1989).

Mark juga pernah mewakili Indonesia dalam Asean Concert di Brunei Darussalam (1984) dan Bangkok (1985), serta International Song Festival di Chile (1986) dan April Spring Festival di Pyong Yang (1987). [1] [3]

Mark Sungkar 12
Mark Sungkar

Baca: Helmy Sungkar

  • Terjerat Kasus Korupsi


Mark Sungkar didakwa kasus korupsi atas laporan keuangan fiktif kegiatan dana Pelatnas Asian Games 2018 di Bandung, Jawa Barat.

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triatlon Indonesia ( PPFTI) ini didakwa merugikan negara hingga Rp 694,9 juta.

Jaksa Nopriyadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/3/2021), menyatakan Mark Sungkar membuat laporan pertanggungjawaban keuangan yang terdapat bukti/dokumen fiktif.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan Mark Sungkar telah memuat laporan bukti belanja akomodasi palsu pada kegiatan pelatnas di The Cipaku Garden Hotel.

Mark Sungkar juga didakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi lebih subsider Pasal 9 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Mark Sungkar dalam dakwaan tersebut dikatakan tidak segera mengembalikan dana sisa kegiatan ke kas negara, yang mana dana tersebut ditransfer oleh pihak The Cipaku Garden Hotel.

Sehingga perbuatan itu dianggap bertentangan dengan Peraturan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Nomor 1047 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah dalam Akun Belanja Barang Lainnya untuk Diserahkan kepada Masyarakat/ Pemerintah Daerah Guna Program Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional.

Mark Sungkar mengajukan proposal kegiatan bertajuk 'Era Baru Triatlon Indonesia' ke Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) senilai Rp5,072 miliar pada 2017.

Namun ada sisa uang Rp399,7 juta dari kegiatan malah digunakan memperkaya diri sendiri. Mark juga terbukti memperkaya orang lain.

Mereka adalah Andi Ameera Sayaka sebesar Rp20,65 juta, Wahyu Hidayat Rp41,3 juta, Eva Desiana sebesar Rp41,3 juta, Jauhari Johan Rp41,3 juta, atau pihak korporasi The Cipaku Garden Hotel atas nama Luciana Wibowo Rp150,65 juta.

Menurut laporan hasil audit BPKP, kerugian yang ditanggung negara mencapai Rp694,9 juta. [4]

Baca: Rifat Sungkar

  • Filmografi


• Dan Bunga-Bunga Berguguran (1970)

• Djalang (1970)

• Djatuh Dikaki Lelaki (1971)

• Rina (1971)

• Lantai Berdarah (1971)

• Pengejaran Ke Neraka (1971)

• Banteng Betawi (1971)

• Sisa-Sisa Laskar Pajang (1974)

• Di Balik Kelambu (1983)

• Segi Tiga Emas (1986)

• Jalan Kehidupan (1996)

• From Rhetoric To Reality : And The Day Came (2000) [1]

Baca: Irwansyah

  • Sinetron


• Dua Dunia (1977)

• Mentari di Sedayu

• Sang Guru [1]

Baca: Zaskia Sungkar

(TribunnewsWiki.com/Rakli)



Mark Sungkar
Nama Mubarak Ali Sungkar
Lahir Surakarta, Jawa Tengah, 22 Oktober 1948
Istri Fanny Bauty (m. 1998-2010)
Santi Asoka Mala (m. 2014)
Anak Shireen Sungkar
Zaskia Sungkar
Yusuf Averoes Sungkar
Riwayat Karier Bintang Sinetron dan Layar Lebar
Sutradara
Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triatlon Indonesia ( PPFTI)


Sumber :


1. www.kapanlagi.com
2. www.tribunnews.com
3. surabaya.tribunnews.com
4. www.tribunnewswiki.com


Editor: Putradi Pamungkas




KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved