Baru kemudian dia mendapat pesan: Satu gadis meninggal.
"Saya tidak tahu bahwa itu adalah dia," kata Myat Thu.
Ia kemudian melihat foto yang segera beredar di Facebook yang memperlihatkan wajah Angel terbaring tak bernyawa di samping korban lain.
Myat Tu pun kaget setelah tahu kalau Angel menjadi korban kebrutalan aparat.
”Ini mungkin untuk terakhir kalinya saya mengatakan ini padamu. Aku sangat mencintaimu. Jangan pernah lupa itu”.
Baca: 18 Pengunjuk Rasa Myanmar Tewas selama Demo Antikudeta, Dunia Kutuk Tindakan Keras Junta Militer
Baca: Mereka Bukan Tentara atau Polisi, Mereka Teroris: Seorang Wanita Pendemo Myanmar Ditembak Mati
”Angel itu orang yang bahagia, mencintai keluarganya, dan ayahnya sangat mencintainya. Kami ini tidak sedang berperang. Jadi, tidak ada alasan menembak orang dengan peluru sungguhan. Kalau mereka itu manusia, mereka tidak akan melakukannya,” kata Myat Thu, seperti dikutip dari Reuters/AFP.
Puluhan pengunjuk rasa mengenang Angel dengan menyanyikan lagu revolusi yang terkenal di Myanmar ”We Won’t Forget Until the End of the World” sambil memberikan karangan bunga putih di atas peti jenazahnya.
Teman sekolah Angel, Linlae Waddy (19), mengingat Angel suka menyanyi dan menari. ”Sangat menyedihkan kehilangan teman seperti dia. Saya ingat dia sangat marah dengan yang terjadi di negara ini. Itu kenapa dia selalu ikut protes,” ujar Linlae Waddy.
Dukungan pun membanjir secara daring. Banyak yang menganggapnya sebagai martir. Sai Tun (32) yang ikut hadir di pemakaman Angel marah dengan aparat keamanan yang tidak manusiawi.
”Istirahat dalam damai, temanku. Kita tidak akan menyerah. Kita akan terus melawan hingga titik darah penghabisan,” ujarnya.
Seorang juru bicara junta militer tidak menanggapi permintaan untuk mengomentari insiden pembunuhan itu.
Dalam demonstrasi berdarah tersebut ada 38 orang aktivis yang meningal dunia.
Sebagai informasi Angel, demonstran yang tewas tertembak di kepala saat aksi damai menenatang kudeta Myanmar.
Angel merupakan seorang gadis berumur 19 tahun.
Gadis pemberani ini mempunyai nama asli Kyal Sin.
Angel juga mempunyai nama China Deng Jia Xi.
Baca: Jutaan Rakyat Myanmar Memulai Pemogokan Umum Hadapi Ancaman Represif Penguasa Militer
Baca: Gadis Muda yang Ditembak Kepalanya saat Demo Antikudeta Myanmar Meninggal: Jadi Martir Pertama
Saat aksi tersebut, Angel turun dengan kaos hitamnya yang bertuliskan "Segalanya Akan Baik-Baik Saja".
Gadis 19 tahun ini merupakan seorang penari dan juara taekwondo.
Dia adalah seorang ahli dalam seni bela diri serta penari di Mandalay's DA-Star Dance Club.
Hal ini diungkapkan oleh Myat Thu, yang tak lain adalah teman Angel.