Sekolah Tatap Muka Bakal Dimulai Juli 2021, Wakil Ketua DPR Minta Kemendikbud Lakukan Pengkajian

DPR RI Azis Syamsuddin meminta Kemendikbud dan Pemda untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut


zoom-inlihat foto
smp-di-surabaya-23232.jpg
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ILUSTRASI - Simulasi pembelajaran tatap muka di SMP 17 Agustus 1945, Selasa (4/8/2020). Simulasi proses pembelajaran tatap muka yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Surabaya dilakukan seminggu setelah pertemuan kepala SMP negeri dan Swasta bersama Wali Kota Surabaya. Sebanyak 10 sekolah swasta dari 21 sekolah pilot project pembelajaran tatap muka ditunjuk mewakili wilayahnya.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merencakan pembelajaran tatap muka pada Juli 2021.

Terkait kabar ini, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta Kemendikbud dan Pemda untuk mengkaji lebih dulu kebijakan tersebut.

Pasalnya, Covid-19 di Indonesia belum mengindikasikan perbaikan yang signifikan.

Meski pelaksanaan vaksinasi guru telah berjalan, Kemendikbud dan pemda harus lebih mematangkan dan mempersiapkan Standard Operating Procedure (SOP) dalam pelaksanaan sekolah tatap muka.

"Sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna mencegah penyebaran virus Covid-19 di kalangan para siswa dan guru, serta munculnya klaster baru," kata Azis kepada wartawan, Rabu (3/3/2021), dikutip Tribunnews.com.

Baca: Sekolah Bakal Dibuka Juli 2021, Nadiem Sebut Guru SD, PAUD, dan SLB Bakal Lebih Dulu Divaksin

Baca: Guru yang Unggah Gaji Rp 700 Ribu Tak Jadi Dipecat, Kepala Sekolah SDN 169 Sadar Minta Maaf

Simulasi belajar tatap muka di SMAN 4 Kota Sukabumi.
Simulasi belajar tatap muka di SMAN 4 Kota Sukabumi. (Dokumen Disdik Jawa B)

Menurutnya, sekolah masih harus mengantisipasi apa bila ada orangtua yang menolak anaknya ikut sekolah tatap muka.

"Pastinya akan terjadi pro kontra antara pihak sekolah dengan wali murid, pro kontra ini harus dapat dicarikan solusi terhadap kedua belah pihak," ucapnya.

Yang tak kalah penting, pihak sekolah harus bekerja sama dengan fasilitas kesehatan di daerah setempat.

Hal itu penting untuk dilakukan demi mengantisipasi kemungkinan yang terjadi.

"Jalin kerjasama dengan puskesmas terdekat agar dapat mudah menginformasikan atau melakukan tes rutin terhadap para guru dan siswa," pungkasnya.

Pembukaan Sekolah Dilakukan Secara Bertahap Pasca Vaksinasi Guru, Maksimal 50 Persen Siswa

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat mengumumkan bantuan kuota internet 2021, Senin (1/3/2021).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat mengumumkan bantuan kuota internet 2021, Senin (1/3/2021). (Tangkap layar Youtube Kemendikbud)

Baca: SKB 3 Menteri: Mendikbud Luncurkan Hotline Khusus Pengaduan Tindakan Intoleransi di Sekolah

Baca: Anak Jokowi Minta Solo Jadi Kota Prioritas Vaksinasi Covid-19, Gibran: Solo Ini Menopang Daerah Lain

Pemerintah berencana melakukan pembukaan sekolah atau penerapan pembelajaran tatap muka pada semua jenjang secara bertahap.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri mengatakan pembukaan sekolah ini dilakukan setelah para guru mendapatkan vaksin Covid-19.

"Pasca vaksinasi guru secara gradually (bertahap) sekolah diharapkan buka," ujar Jumeri kepada Tribunnews.com, Kamis (25/2/2021).

Pembukaan sekolah, menurut Jumeri, bakal dilakukan hanya untuk 50 persen siswa dalam satu kelas.

Jumeri mengatakan sistem pembelajaran akan menggunakan kombinasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Meskipun baru maksimal 50 persen, seminggu dua hari belajar, kombinasi PJJ," ungkap Jumeri.

Baca: Setahun Indonesia Dilanda Pandemi, Angka Kematian Covid-19 di DKI Jakarta Semakin Tinggi

Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Proses belajar mengajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sempat akan diliburkan selama 14 hari terkait lokasi observasi WNI dari Wuhan, China yang berada di Natuna. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Proses belajar mengajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sempat akan diliburkan selama 14 hari terkait lokasi observasi WNI dari Wuhan, China yang berada di Natuna. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Pihak sekolah juga diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Serta menerapkan protokol kesehatan pada semua jenjang pada daerah yang sudah memungkinkan," pungkas Jumeri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan vaksinasi untuk guru akan rampung pada Juni 2021. Vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan telah dimulai pada Rabu (24/2/2021).

Jokowi menargetkan pada bulan Juli, pembelajaran tatap muka kembali bisa digelar.

"Sehingga di bulan Juli saat mulai ajaran baru, semuanya bisa berjalan normal kembali, saya kira targetnya itu," kata Jokowi di SMAN 70 Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021).

Hal senada diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Menurut Nadiem, jika target vaksinasi untuk guru tercapai, maka proses belajar tatap muka di sekolah bagi siswa bisa terlaksana pada Juli 2021.

"Kami ingin memastikan guru dan tenaga kependidikan sudah selesai vaksinasi di akhir Juni. Sehingga di Juli sudah melakukan proses belajar tatap muka di sekolah," ucap Nadiem.

(TribunnewsWiki.com/Nur, Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pembukaan Sekolah Dilakukan Secara Bertahap Pasca Vaksinasi Guru, Maksimal 50 Persen Siswa





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved