Djoko Tjandra Nyatakan Pernah Akan Dipertemukan dengan Ma'aruf Amin, Jubir Wapres Buka Suara

Djoko Tjandra mengaku sempat diajak Rahmat untuk bertemu dengan Ma'aruf Amin di Malaysia.


zoom-inlihat foto
masduki-baidlowi-3.jpg
Kompas
Foto: Masduki Baidlowi, di kantor MUI Pusat, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2019). Masduki Baidlowi, yang saat ini menjadi Jubir Wapres Maaruf Amin, pada Kamis, (25/2/2021), mengatakan Maaruf Amin tidak memiliki hubungan dengan Rahma, saksi Djoko Tjandra.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juru Bicara Wakil Presiden Ma'aruf Amin, Masduki Baidlowi, memberikan tanggapan soal Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra yang mengaku sempat akan dipertemukan dengan Ma'aruf Amin di Kuala Lumpur, Malaysia.

Diberitakan sebelumnya, Djoko Tjandra mengatakan pernah diajak Rahmat, saksi Djoko Tjandra dan anggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), untuk bertemu dengan Ma'aruf Amin.

Hal ini dikatakannya ketika menjawab pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) soal perkenalannya dengan Rahmat, Kamis, (25/2/2021).

"Dia (Rahmat) telepon saya, (bilang) 'Pak Joko kita mau ke Malaysia karena ada kunjungan kerja'. Beliau bilang Pak Kiai, panggilannya Abah mau ke Kuala Lumpur, yaitu yang sekarang jadi Wapres kita, mau ke KL," kata Djoko Tjandra.

Namun, Masduki dengan tegas menyatakan bahwa Ma'aruf Amin tidak mempunyai hubungan apa pun dengan Rahmat.

Dia mengatakan Ma'aruf juga tidak pernah bercerita soal adanya rencana pertemuan dengan Djoko Tjandra.

 "Enggak ada itu, jadi itu Wapres tidak ada urusan hal-hal seperti itu dan tidak pernah ada cerita seperti itu. Itu saya nggak ngerti ada cerita seperti itu. Saya kira nggak ada hubungannya," kata Masduki, Kamis (25/2/2021), dikutip dari Kompas.

Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020) malam.
Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020) malam. (Tribun Images/IRWAN RISMAWAN)

Masduki menyebut Rahmat hanya membawa-bawa nama Ma'aruf Amin.

Sebab, kata dia, Ma'ruf Amin tidak pernah terlibat dengan urusan seperti yang disampaikan saksi.

Baca: Jaksa Pinangki Terbukti Bersalah Terima Suap dari Djoko Tjandra, Divonis 10 Tahun Penjara

Meskipun demikian, di dalam sidang Djoko Tjandra mengatakan bahwa pertemuan tersebut tidak terjadi.

Dalam persidangan sebelumnya, tepatnya pada November 2020, Rahmat mengaku sering pergi bersama Ma'ruf.

Menurut dia, kedekatan dengan Ma'ruf terjalin selama tiga tahun belakangan.

Rahmat mengatakan pertemuan tersebut masih terjadi setelah Ma'ruf terpilih menjadi wapres, meski tak seintens sebelumnya.

"Suka ketemu tapi tidak intens lagi," ungkap Rahmat saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, 9 November 2020, seperti dilansir dari Antara.

Adapun Djoko Tjandra sebelumnya merupakan buronan kasus korupsi terkait pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

Baca: Irjen Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi Resmi Ditahan Bareskrim Polri Terkait Kasus Djoko Tjandra

Ia menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi terkait kepengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA).

Dalam kasus fatwa MA, Rahmat merupakan pengusaha yang menghubungkan terdakwa lain, yakni Jaksa Pinangki Sirna Malasari, dengan Djoko Tjandra.

MAKI: "King Maker" dalam Kasus Djoko Tjandra adalah penegak hukum jabatan tinggi

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) membeberkan, sosok King Maker dalam kasus Djoko Tjandra adalah oknum penegak hukum yang masih aktif.

Kendati demikian, Koordinator MAKI Boyamin Saiman enggan menyebut nama di balik sosok tersebut.





Halaman
12
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved