Viral 15 Mobil Mewah Baru Warga Tuban Rusak, Ternyata Pemilik Nekat Beli Meski Tak Bisa Nyetir

Viral 15 mobil mewah di Tuban yang baru dibeli warga setelah jual tanah ke Pertamina rusak, ternyata pemilik tak bisa menyetir mobil


zoom-inlihat foto
tribun-jatimauto2000a.jpg
Tribun Jatim/Auto2000
Toyota Kijang Innova, salah satu dari belasan mobil milik warga kampung miliarder di Desa Sumurgeneng, Kabupaten Tuban, yang rusak karena tabrakan. Pemiliknya diduga belum mahir menyetir saat mengemudikannya.


Menurut penuturan Wantono, dirinya hanya mengendarai traktor untuk ke sawah sehari-hari.

Wantono mengaku diajari temannya hingga akhirnya mulai bisa mengemudi usai membeli mobil.

"Memang sebelum beli mobil ini tidak bisa nyetir, setelah beli saya belajar," kata Wantono, di rumahnya pada Kamis (18/2/2021).

Wantono juga mngeklaim DIRINYA tak butuh waktu lama belajar mengendarai mobil.

Dia menjelaskan jika mengendari traktor lebih sulit ketimbang mengemudikan mobil.

Baca: Perekam Video Viral Tuban Ternyata Tak Ikutan Beli Mobil, Pilih Uang Rp9 M Miliknya untuk Hal Lain

Baca: Fakta Kondisi Kampung Miliarder di Tuban, Presdir Pertamina Rosneft Mengaku Sedih

Namun Wantono masih belum berani mengemudi ke kota.

"Ya hanya di jalan desa saja mengemudinya, belum berani ke jalan raya ke kota. Saya hanya beli 1 mobil, sisanya beli tanah dan ditabung," pungkasnya.

Seperti diketahui, belasan mobil baru itu dibeli secara beramai-ramai oleh warga Desa Sumurgeng setelah mendapat pencairan dana hasil penjualan tanah mereka kepada Pertamina.'

Sebanyak 223 warga di Desa Sumergeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, mendadak menjadi miliarder.

Hal itu usai lahan yang mereka miliki dibeli oleh PT Pertamina untuk dijadikan sebagai kilang minyak.

Diketahui, PT Pertamina bersama dengan perusahaan asal Rusia, Rosneft membeli laham mereka dengan harga kisaran Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu per meter.

Dilansir Kompas.com, harga tersebut lebih tinggi dari harga jual pasaran saat ini.

Rata-rata Dapat Uang Rp 8 Miliar

Kepala Desa Sumergeneng Gihanto menyatakan, dari hasil penjualan tanah itu, rata-rata warga mendapatkan uang sekitar Rp 8 miliar.

Bahkan, warga Surabaya yang juga memiliki tanah di desa tersebut, mendapat uang mencapai Rp 28 miliar.

Menurut Gihanto, lahan itu cukup luas untuk digunakan membuat kilang minyak.

Selain di Desa Sumergeneng, PT Pertamina juga melakukan pembelian lahan di Desa Wadung dan Kaliuntu.

Namun, Gihanto merasa khawatir, meski warganya mendadak menjadi kaya, uang tersebut kebanyakan untuk membeli kebutuhan konsumtif.

"Ada rasa kekhawatiran karena sedikit yang dibuat usaha," kata Gihanto, Selasa (16/2/2021).

Baca: Tidak Ikut Borong Mobil, Pengunggah Video Viral di Tuban Justru Gunakan Uangnya untuk Menabung

Baca: Tanah Dibeli Pertamina, Warga Tuban Sedikit yang Gunakan Uang untuk Berwirausaha, Pilih Beli Mobil

Beli 176 Mobil Baru





Halaman
123
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved