Sahur

Kata “sahur” bermula dari kata “sahar” dalam bahasa Arab. Artinya, akhir malam atau waktu menjelang subuh.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-sahur-yoi.jpg
freepik.com
Ilustrasi sahur

Kata “sahur” bermula dari kata “sahar” dalam bahasa Arab. Artinya, akhir malam atau waktu menjelang subuh.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sahur adalah makanan yang dimakan atau diminum seseorang di akhir malam.

Dinamakan sahur karena dimakan diwaktu sahur yaitu akhir malam. (Lisanul Arab, 4/351). [2]

Kata “sahur” bermula dari kata “sahar” dalam bahasa Arab. Artinya, akhir malam atau waktu menjelang subuh.

Rasulullah memerintah kita agar berpuasa tanpa meninggalkan sahur.

Beliau bersabda, “Barangsiapa yang mau berpuasa hendaklah sahur dengan sesuatu.” (HR.Ibnu Abi Syaibah, Abu Ya’la dan Al Bazzar).

Bahkan meminum seteguk air untuk sahur saja akan memberikan pahala bagi kita. Sebagaimana sabda Rasulullah,

ﺍﻟﺴَّﺤُﻮْﺭُ ﺃَﻛْﻠُﻪُ ﺑَﺮَﻛَﺔٌ ﻓَﻼَ ﺗَﺪَﻋُﻮْﻩُ ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻥْ ﻳَﺠْﺮَﻉَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺟُﺮْﻋَﺔً ﻣِﻦْ ﻣَﺎﺀٍ …

Artinya: “Makan sahur adalah barakah, maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang di antara kalian hanya minum seteguk air.” (HR.Ahmad)

Dalam riwayat lain beliau bersabda,

ﺗَﺴَﺤَّﺮُﻭﺍ ﻓَﺈِﻥَّ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﺤُﻮْﺭِ ﺑَﺮَﻛَﺔً

Artinya: “Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat barakah.” (Muttafaqun ‘alaih)

Para ulama telah sepakat menentukan hukum sahur bagi pelaku puasa adalah Sunnah.

Imam Ibnul Mundzir dalam Al Isyraf menyatakan, “Umat islam telah ijma’ bahwa sahur itu dianjurkan lagi disunnahkan, tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya.”

Imam An Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menyatakan, “Para ulama telah bersepakat tentang sunnahnya makan sahur dan bukan suatu kewajiban.” [1]

Baca: Puasa Rajab

  • Doa Ketika Sahur


Sebenarnya tidak ada doa khusus ketika sahur. Tidak ada di kitab-kitab hadis. Tidak ada di kitab-kitab fiqih terkemuka. Jadi, doa sebelum makan sahur sama dengan doa sebelum makan. Yakni dengan membaca kata basmallah yang artinya “dengan menyebut nama Allah”.

Sebagaimana sabda Rasulullah:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Ta’ala. Dan jika ia lupa, hendaklah ia membaca ‘Bismilaahi awalahu wa aakhirahu’” (HR.Tirmidzi dan Abu Daud)

Kemudian penutup dari sahur adalah niat puasa. Menurut para ulama, makan sahur sudah dianggap niat puasa. Kecuali ketika sahur berniat tidak puasa. Namun madzhab Syafi’i berbeda, makan sahur tidak dianggap niat puasa kecuali makan sahurnya disertai niat puasa.

Ada bacaan niat puasa yang bisa kita ucapkan. Namun pada dasarnya niat berada di dalam hati, dan pelafalan niat hanya untuk menguatkannya. Berikut ini doa niat puasa yang populer di Indonesia selama bulan Ramadhan:

Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillaahi ta ‘aala

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Taala.” [1]

Baca: Puasa Arafah

  • Dzikir Ketika Sahur


Salah satu waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan adalah waktu sahur. Kita bisa memohonkan setiap hajat saat itu. Namun doa paling utama yang dianjurkan ialah doa memohon ampun kepada Allah. Sehingga kita sebaiknya banyak membaca istighfar di waktu sahur.

Allah berfirman,

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS.Ali Imran: 17). [1]

Baca: Resep Buka Puasa Hari Ini

  • Waktu Sahur


Waktu sahur yang utama adalah dengan mengakhirkan hingga mendekati waktu fajar terbit.

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit.

Rasullulah berkata:

ﺗَﺴَﺤَّﺮْﻧَﺎ ﻣَﻊَ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺛُﻢَّ ﻗُﻤْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ . ﻗُﻠْﺖُ : ﻛَﻢْ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺪْﺭُ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﺧَﻤْﺴِﻴْﻦَ ﺁﻳَﺔً

Artinya: “Kami makan sahur bersama Rasulullah kemudian (setelah makan sahur) kami berdiri untuk melaksanakan shalat. Aku (Anas bin Malik) berkata: ‘Berapa perkiraan waktu antara keduanya (antara makan sahur dengan shalat fajar)?’ Zaid bin Tsabit berkata: ‘50 ayat’.” (Muttafaqun ‘alaih)

Al Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari menyebutkan, “(Bacaan tersebut) bacaan yang sedang-sedang saja (ayat-ayat yang dibaca), tidak terlalu panjang dan tidak pula terlalu pendek, dan (membacanya) tidak cepat dan tidak pula lambat”.

Apabila kita perkirakan dalam catatan waktu dewasa ini, maka jarak antara keduanya sekitar 10-15 menit. [1]

Baca: Ramadhan Tiba

(TribunnewsWiki/Rakli)



Sahur
   


Sumber :


1. umroh.com
2. islamqa.info


Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved