Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah.


zoom-inlihat foto
arafah-haji.jpg
bincangsyariah.com
Jamaah haji sedang berdoa ketika melaksanakan wukuf di padang Arafah.

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah.




  • Definisi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah yaitu sehari sebelum hari raya Idul Adha.

Pada tanggal tersebut orang-orang yang sedang berhaji melakukan kegiatan wukuf di Arafah.

Dan untuk kaum muslimin yang tidak sedang berhaji maka disunnahkan untuk puasa Arafah pada hari itu.

Oleh karena itu disebutlah dengan puasa Arafah karena bersamaan dengan pelaksanaan wukuf di padang Arafah. (1

Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fiqih Empat Madzhab menjelaskan tentang puasa Arafah ini : 

“Di antara puasa yang dianjurkan adalah puasa hari Arafah, yaitu berpuasa pada tanggal sembilan Dzulhijjah. Namun puasa ini hanya khusus dilakukan oleh selain jamaah haji saja, sedangkan untuk para jamaah haji maka para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya.” 

  • Hukum


Hukum dari puasa Arafah adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi kaum muslimin yang sedang tidak menjalankan ibadah haji.

Untuk yang sedang mengerjakan ibadah haji, maka tidak ada keutamaan apapun untuk puasa Arafah.

Dari Ikrimah, ia mengatakan: “Aku masuk ke rumah Abu Hurairah lalu bertanya tentang puasa hari Arafah bagi (jamaah haji yang sedang) di Arafah.” Lalu Abu Hurairah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang puasa hari Arafah di Arafah” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad) (2)

“Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123). (3

Kata Imam Tirmidzi bahwa ulama memandang puasa Arafah merupakan sunnah bagi orang yang tidak berhaji, dan tidak disunnahkan untuk orang yang berhaji.

Menurut Syaikh Musthofa Al Bugho dan Muhyidin Wistu tidak disunnahkan untuk yang berhaji karena menyebabkan badan lemah dan amalan ibadah ketika wukuf di Arofah menjadi terganggu.

Selain itu, terdapat pula puasa Tawiyah yaitu puasa yang dilaksanakan 8 Zulhijah atau sehari sebelum puasa Arafah.

Namun hukumnya adalah sunnah ghairu muakkadah atau tidak begitu dianjurkan bagi kaum muslimin yang tidak berhaji. (2)

  • Keutamaan


1. Menghapus dosa selama dua tahun yakni satu tahun sebelumnya dan setahun setelahnya

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya” (HR. Muslim)

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : قَالَ لَهُ رَجُلٌ أَرَأَيْتَ صِيَامَ عَرَفَةَ ؟ قَالَ : أَحْتَسِبُ عِنْدَ اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Dari Abi Qatadah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, seorang laki-laki bertanya kepada beliau, “Bagaimanakah puasa arafah?” Beliau menjawab, “Ia dicatat di sisi Allah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Ahmad) (4

2. Menjadi amal shalih yang utama di 10 pertama bulan Zulhijah

10 hari pertama di bulan Zulhijjah sangat dicintai oleh Allah.

Bahkan bisa setara dengan jihad di jalan Allah yang membuat mujadih syahid dan hartanya habis di jalan Allah.

"Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan DzulHijjah)". Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi SAW menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun". (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hadits senada juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad).

3. Dilaksanakan di hari paling utama yaitu Arafah

Arafah adalah hari yang dicintai oleh Allah, dimana semua muslimin yang melaksanakan haji sedang wukuf dan beribadah di padang Arafah.

Bahkan hari di hari Arafah mengampuni dosa-dosa kaum muslimin.

Rasulullah bersabda, "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka melebihi hari arafah". (HR. Muslim) (5

  • Waktu


Pelaksanaan puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah sesuai dengan terlihatnya hilal (awal bulan) di negara masing-masing.

Pelaksaan tersebut tepat sehari sebelum pelaksanaan shalat idul adha dan kurban.

Sebenarnya ada perbedaan pendapat tentang pelaksaan puasa Arafah apakah menyesuaikan tempat dan waktu ketik wukuf di Arafah atau sesuai dengan negara masing-masing.

Namun yang lebih kuat adalah sesuai dengan terlihatnya hilal di negara masing-masing.

Dalilnya yaitu di tahun ke 2 H,3 H,4 H dan 5 H Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat telah melaksanakan puasa tanggal 9 dzulhijjah tanpa ada seorang pun yang melaksanakan wukuf di Arafah.

Saat disyari’atkan, puasa Arafah tidak dikaitkan dengan peristiwa wukuf di Arafah. (lihat Zaadul Ma’aad II/101 oleh Imam Ibnu Qayyim, Fathul Baari III/442 oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dan Subulus Salam I/60 oleh Imam ash-Shon’ani). (6

  • Niat dan Tata cara


Untuk niat puasa Arafah sebenarnya tidak ditemui di berbagi hadits tentang pelafalannya.

Rasulullah dan para sahabat melaksanakan puasa Arafah tanpa melafalkan niat.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan bahwa semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati.

Melafalkan niat bukanlah syarat, namun ia disunnahkan oleh jumhur ulama selain mazhab Maliki dengan maksud membantu hati dalam menghadirkan niat.

Sedangkan menurut mazhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak ada sumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah.
Jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. (infohaji.co.id)

Namun ada ulama yang memberikan lafal niat untuk puasa Arafah sebagai berikut :

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shouma ‘arofata sunnatan lillaahi ta’aalaa)

Artinya: saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.

Untuk tata cara puasa Arafah adalahh sama dengan puasa-puasa yang lain, yakni menahan diri dari makan, minum dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga tenggelam matahari. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid)

Jangan lupa subscribe channel Youtube TribunnewsWiki

 



Nama Puasa Arafah
Jenis Puasa Sunnah
Waktu 9 Zulhijah (sehari sebelum Idul Adha)
Jumlah Sekali dalam setahun
   


Sumber :


1. kumpulanmateriagama.blogspot.com
2. bersamadakwah.net
3. muslim.or.id
4. bersamadakwah.net
5. www.merdeka.com
6. belajarislam.com


Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved