TRIBUNNEWSWIKI.COM - Fotografer Ari Wibisono tersinggung dengan tudingan Arbain Rambey soal foto Gunung Gede Pangrango.
Sebelumnya, Ari mengunggah foto suasana Kemayoran dengan background Gunung Gede Pangrango.
Dalam postingannya, ia mengaku mengambil latar belakang gunung tersebut di kawasan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Fotonya kemudian viral hingga mendapat banyak komentar dari warganet.
Namun seorang fotografer senior bernama Arbain Rambey, berkomentar jika foto tersebut hasil tempelan.
Arbain merasa ganjil dengan latar belakang Gunung Gede Pangrango yang terlalu jomplang dengan objek jalan.
Dirinya menuliskna komentar soal foto karya Ari yang diunggah akun Twitter Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta @dinaslhdki.
"Ini foto tempelan. Untuk dapat Pangrango segede gitu, butuh tele panjang lalu motret dari jauh. Melihat perbandingan mobil depan dan belakangnya, jelas tak memakai tele panjang," tulis Arbain di akun Twitter-nya @arbainrambey.
Tuduhan Arbain itu kemudian ramai ditanggapi warganet di media sosial.
Baca: Bantah Foto Gunung Gede Pangrango di Kemaroyan Adalah Hasil Editan, Ari Wibisono: Nama Saya Tercemar
Baca: Pria di Tangerang dan Keluarganya Diancam 20 Tukang Parkir Gara-gara Foto Kafe Malam Hari
Arbain meyakini ukuran Gunung Gede Pangrango di foto seharusnya tidak sebesar itu jika melihat ukuran jalan.
"Saya bukan bilang gunungnya gak ada loh...saya bilang ukuran gunung Pangrangonya tak segede itu di bidang fotonya kalau jalan di bawahnya perspektifnya seperti itu," kata dia.
"Ini twit yang semoga penghabisan untuk polemik foto gunung: Perspektif gunung ke foreground gak nyambung dgn perspektif mobil2 yg tampak. Gunung ke foreground itu compactionnya gila2an (tele panjang buanged). Sedangkan perspektif mobil2 itu tampak pakai tele pendek," lanjutnya.
"Akhir diskusi ini sederhana...memang backgroundnya jadi tempelan karena olahdigital yang kelas berat seperti di foto yang disebut aslinya ini...," tambah dia.
Ari kemudian memberikan klarifikasi lewat akun Instagram-nya @wibisono.ari.
Ia memberi penjelasan dan mengunggah sejumlah foto lain untuk membuktikan tidak ada manipulasi foto.
Sebelumnya, Ari mengatakan, foto tersebut diambil pada Rabu pagi dari lokasi di Kemayoran.
Ia mengaku sengaja ingin menggambarkan Kota Jakarta dengan latar belakang Gunung Gede Pangrango.
Terlihatnya gunung tersebut, kata dia, menandakan kualitas udara Jakarta sedang bersih.
"Sengaja lagi hunting naik motor lewat flyover Kemayoran arah Gunung Sahari. Pas di jembatan, saya berhenti," ujarnya.
"Pukul 06.20 WIB sampai jam 07.00 WIB, gunung masih terlihat gagah. Jelang jam 07.30 WIB, gunung mulai hilang pelan-pelan," tambah dia.
Ari mengaku sudah empat kali melewati kawasan Kemayoran untuk memotret Gunung Gede Pangrango.