Sel darah merah lalu dipisahkan dan sel darah putih dihilangkan.
Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan sel precursor dendridik di cawan laboratorium.
Sel precursor lalu diberikan senyawa khusus agar dapat tumbuh menjadi sel dendridik.
Waktu inkubasi yang dibutuhkan sekitar 2-3 hari.
4. Harga satu Vaksin Nusantara sekitar Rp144.000
Harga Vaksin Nusantara disebut akan dijual sekitar 10 dollar AS atau setara dengan sekitar Rp 144.000.
Bila dibandingkan dengan vaksin lainnya, harga ini tidak selisih jauh.
Baca: Tak Hanya Kena Sanksi Denda Rp 5 Juta, Penolak Vaksin Juga Terancam Tak Dapat Bansos
Baca: Berusia 77 Tahun, Wakil Presiden Ma’ruf Amin Divaksin Covid-19 Hari Ini
5. Diklaim tidak memiliki efek samping tingkat sedang atau berat
Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, laporan dari percobaan pada 27 subjek yang menerima vaksin, diklaim bahwa tidak terjadi efek samping dengan tingkat sedang atau berat.
Menurut keterangan Yetty, efek samping yang dihasilkan pada masa uji tahap 1 tergolong ringan.
Efek samping yang ditimbulkan oleh Vaksin Nusantara dikelompokkan menjadi dua, yaitu efek samping sistemik dan lokal.
Efek samping sistemik terdiri atas keluhan berupa nyeri otot, nyeri sendi, lemas, mual, demam, dan menggigil.
Hal ini dilaporkan oleh 20 subjek.
Tujuh subjek lain mengaku tidak mengalami efek samping seperti itu.
Sedangkan efek samping lokal berupa nyeri lokal, kemerahan, pembengkakan, penebalan, serta gagal pada titik suntik.
Efek samping ini dirasakan oleh 8 subjek, sementara 19 subjek lainnya tidak mengalami efek serupa.
6. Bersifat personal
Vaksin Nusantara bersifat personal menyesuaikan kondisi komorbid setiap individu.
Proses dari pembuatan vaksin diambil dari darah individu yang akhirnya nanti setelah darah mengalami inkubasi akan disuntikkan kembali ke individu tersebut.
Dengan kata lain, dengan penyuntikan seperti ini, pasien hanya menerima suntikan vaksin yang berasal dari sel darahnya sendiri dan bukan orang lain. (Tribunnewswiki.com)