China Tolak Beri Data Mentah 174 Kasus Covid Pertama di Wuhan pada WHO Tapi Tak Mau Disalahkan

China dianggap menutupi fakta virus corona, setelah menolak memberikan data mentah kasus Covid-19 pada WHO


zoom-inlihat foto
kota-wuhan-ok-03.jpg
REUTERS VIA MIRROR
Tim WHO saat menyelidiki pasar di Wuhan, China. China tidak mau memberikan 174 kasus awal covid-19 di Wuhan, namun tak mau disalahkan atas pandemi global covid.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - China tengah menjadi sorotan dunia.

Pemerintah China ngotot tak mau memberikan data mentah 174 kasus awal Covid-19 kepada tim yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul pandemi.

Meski tidak memberikan data mentah kepada penyelidik WHO, negara yang dipimpin XI Jinping itu tak mau disalahkan atas pandemi global.

Terbaru, China meminta Amerika Serikat (AS) untuk berhenti menuding negaranya sebagai pihak yang bertanggung jawab pandemi Covid-19.

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, mengungkapkan keprihatinannya atas temuan tim peneliti WHO di Wuhan.

Perlu diketahui, tim WHO gagal menyelidiki asal-usul virus corona di Wuhan, sebagaimana diberitakan Press TV, minggu (14/2/2021).

Hal itu tak lepas dari keengganan China untuk menyediakan data mentah kasus awal Covid-19 pada WHO.

Padahal, data tersebut memiliki peran penting dalam penyelidikan, ungkap seorang peneliti.

"Kami memiliki keprihatinan mendalam tentang cara temuan awal penyelidikan COVID-19," kata Sullivan.

"Sangat penting bahwa laporan ini independen, dengan temuan para ahli bebas dari intervensi atau perubahan oleh pemerintah China," tambahnya.

Sullivan juga menyerukan China untuk "menyediakan datanya sejak hari-hari awal wabah."

Menanggapi pernyataan Sullivan tersebut, Kedutaan Besar China di Amerika Serikat pada Sabtu lalu menuding Washington merusak kerja sama multilateral antara kedua negara, dan bahkan merusak WHO dalam beberapa tahun terakhir.

Dia mendesak Washington untuk berhenti "menunjuk jari" ke China dan negara lain yang mendukung WHO selama pandemi.

Kedutaan Besar China juga menyambut baik keputusan Washington untuk terlibat kembali dengan WHO, tetapi meminta pemerintah AS yang baru untuk berpegang pada "standar tertinggi" daripada membidik negara lain.

China Tolak Berikan Data Awal

ILUSTRASI - File foto ini diambil pada tanggal 23 Februari 2017 menunjukkan seorang pekerja di dalam laboratorium P4 di Wuhan, ibukota provinsi Hubei China. Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 9 Februari 2021 semuanya menghilangkan teori kontroversial bahwa Covid-19 berasal dari laboratorium di kota Wuhan di Cina.
ILUSTRASI - File foto ini diambil pada tanggal 23 Februari 2017 menunjukkan seorang pekerja di dalam laboratorium P4 di Wuhan, ibukota provinsi Hubei China. Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 9 Februari 2021 semuanya menghilangkan teori kontroversial bahwa Covid-19 berasal dari laboratorium di kota Wuhan di Cina. (JOHANNES EISELE / AFP)

Baca: China Dikepung Kapal Perang AS dan Prancis, Xi Jinping Panik Minta Bantuan Presiden Vietnam

Pemerintah China ngotot tak mau memberikan data mentah tentang kasus awal Covid-19 kepada tim yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul pandemi.

Kabar tersebut dibeberkan salah satu penyelidik WHO, sebagaimana diberitakan Tribunnews dari Reuters, Minggu (14/2/2021).

Apa yang dilakukan China akan semakin mempersulit untuk menyelidiki awal mula virus corona.

Tim telah meminta data pasien mentah pada 174 kasus yang telah diidentifikasi China dari fase awal wabah di kota Wuhan pada Desember 2019 lalu, serta kasus-kasus lain.

“Namun tim WHO hanya diberikan ringkasan,” kata Dominic Dwyer, seorang ahli penyakit menular Australia yang merupakan anggota tim WHO.





Halaman
123
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved