China Dikepung Kapal Perang AS dan Prancis, Xi Jinping Panik Minta Bantuan Presiden Vietnam

Kapal AS dan Perancis berpatroli dan menggelar latihan di sekitar Laut China Selatan, China panik


zoom-inlihat foto
us-carrier.jpg
AFP
Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina.


"Pada 5 Februari, kapal perusak berpeluru kendali AS USS John S. McCain masuk tanpa izin ke perairan yang berdekatan dengan Kepulauan Xisha China tanpa izin Pemerintah China," kata Kolonel Senior Tian Junli, juru bicara Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China, dikutip Kontan.

"Sangat merusak perdamaian dan stabilitas regional, dan dengan sengaja mengganggu suasana damai yang nyaman, persahabatan, dan kerjasama di Laut Cina Selatan," tegas dia.

Kepulauan Paracel sendiri masih menjadi sengketa.

China mengklaim pulau yang mereka sebut sebagai Xisha itu miliknya.

Vietnam juga mengklaim Kepulauan Paracel merupakan wilayah mereka.

Kendati demikian, Tian menegaskan Beijing memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas pulau-pulau di Laut China Selatan dan perairan yang berdekatan.

"Dan, pasukan Komando Teater Selatan PLA akan selalu waspada, dengan tegas menjalankan tugas dan misi mereka untuk menjaga kedaulatan China dan keamanan serta melindungi perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan," imbuhnya.

Sementara pihak militer AS mengatakan mereka tengah menegakkan hukum internasional.

Baca: China Rugi Besar Gara-gara Militer Myanmar Kudeta Pemerintahan Aung San Suu Kyi

Baca: Logam Tanah Jarang, 17 Unsur Langka Dunia Ini Dikuasai China, Digunakan dalam iPhone hingga Jet

"Operasi kebebasan navigasi ini menjunjung tinggi hak, kebebasan, dan penggunaan yang sah atas laut yang diakui dalam hukum internasional," kata Armada Ketujuh Angkatan Laut AS di laman resminya, Jumat (5/2).

"Dengan menantang pembatasan yang melanggar hukum pada jalur tidak berdosa yang diberlakukan oleh China, Taiwan, dan Vietnam, juga dengan menantang klaim China atas garis pangkal lurus menutupi Kepulauan Paracel," imbuh mereka.

China Sempat Kirim Pesawat Pembom

Tahun lalu, Vietnam melakukan protes keras terhadap China, menyusul hadirnya pesawat pembom H-6J di wilayah Laut China Selatan.

Protes disampaikan langsung oleh pihak Kementerian Luar Negeri Vietnam, Kamis (20/8/2020), seperti diberitakan Tribunnews.

Vietnam mengatakan kehadiran H-6J di wilayah Kepulauan Paracel bisa membahayakan perdamaian di wilayah tersebut.

Apa lagi jika mengingat kawasan Laut China Selatan memang masih disengketakan.

"Fakta bahwa pihak terkait mengirim senjata dan pembom ke Laut Timur tidak hanya melanggar kedaulatan Vietnam, tetapi juga membahayakan situasi di daerah itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Le Thi Thu Hang seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Vietnam itu menjawab pertanyaan wartawan soal keberadaan setidaknya satu pembom China di Kepulauan Paracel, yang diklaim oleh China sebagai yurisdiksi mereka, di Laut China Selatan yang dikenal sebagai Laut Timur di Vietnam.

Kirim Pembom ke Pulau Woody

ILUSTRASI pesawat pembom H-6J
ILUSTRASI pesawat pembom H-6J (China Daily/mod.gov.cn)

Baca: Kapal Induk AS Ronald Reagan Dikirim ke Laut China Selatan, Gelar Operasi Pertahanan Udara Maritim

Sebelumnya, sebuah foto menunjukkan China telah mengerahkan pesawat pembom H-6J ke Pulau Woody atau Yongxing untuk pertama kalinya.

Pulau itu terletak di Utara Laut China Selatan.

Pulau Woody terletak sekitar 200 mil di Selatan Pulau Hainan.

Woody adalah pulau terbesar di Kepulauan Paracel yang disengketakan di Laut China Selatan.

Diberitakan sebelumnya, AS juga menempatkan pesawat pembom di Samudra Hindia.

Jika informasi ini benar, pengerahan bomber akan menjadi kekuatan tambahan bagi China di Laut China Selatan.

Tak bisa ditampik, kehadiran pembom bisa menjadi tantangan bagi musuh Tiongkok.

"Dapat menghadirkan tantangan baru bagi lawan potensial di wilayah tersebut, seperti Amerika Serikat," tulis The War Zone, media online asal AS, dalam laporannya, Rabu (12/8/2020), seperti dikutip Kontan.

Baca: China Disebut Pakai Ekonomi Politik yang Ketinggalan Jaman, Xi Jinping Geram: Marxisme Landasan Kita

Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina.
Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina. (AFP)

The War Zone menyebut penempatan H-6J di Pulau Woody pertama kali disuarakan oleh Chinese Military Aviation.

Tapi mereka mengatakan itu terjadi pada Agustus 2020.

Sebelumnya, pada Mei 2018, H-6K milik Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) melakukan apa yang tampak seperti pendaratan touch-and-go landing di Pulau Woody.

Misi itu menunjukkan, pangkalan tersebut mampu menangani pesawat yang lebih besar, meskipun tidak ada bukti pesawat pembom kembar tersebut benar-benar mendarat pada waktu itu.

Akhir Juli lalu, Kementerian Pertahanan China menyatakan, pesawat-pesawat tempur baru Angkatan Laut PLA, termasuk pembom H-6G dan H-6J, baru-baru ini melakukan latihan intensif 24 jam di Laut China Selatan.

Menurut Global Times, ini adalah pertama kalinya militer China secara resmi menampilkan pembom H-6J.

Baca: Satu dari 9 Pakaian Adat di Uang Rp 75.000 Dituding Sebagai Busana Asal China, Berikut Faktanya

Juru bicara Kementerian Pertahanan Ren Guoqiang mengatakan, pesawat-pesawat tempur di bawah Komando Teater Selatan Angkatan Laut PLA berhasil menyelesaikan latihan, termasuk lepas landas dan mendarat di siang hari juga malam hari serta serangan jarak jauh dan terhadap target permukaan.

Menurut Ren, latihan di Laut China Selatan tersebut merupakan pelatihan rutin dalam jadwal tahunan PLA. Dan, berkontribusi pada teknik pilot dan kemampuan taktis serta tempur pasukan di segala cuaca.

Pesawat pembom H-6J bisa membawa tujuh rudal jelajah supersonik anti-kapal YJ-12, dengan enam di bawah sayap dan satu di kompartemen senjata. Kapasitas senjata H-6J dua kali lipat dari H-6G.

Daya jelajah H-6J juga 50% lebih jauh dibanding H-6G, hingga 3.500 kilometer.

(TribunnewsWiki.com/Nur) (TribunMedan/Kontan)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul Kian Panas, China Kerahkan Pembom H-6J ke Pulau Woody di Laut China Selatan dan tribun-medan.com dengan judul Dikepung Armada Amerika Perancis di Laut China Selatan, China Mendadak Minta Kawan pada Vietnam





Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • 170 Jamaah Palestina Terluka dalam

    Warga Palestina menghadapi penggusuran dari rumah mereka sendiri
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved