TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku sempat kaget mengetahui tentang soal di buku pelajaran yang bertuliskan " Ganjar Tak Pernah Bersyukur".
Diketahui tersebar sebuah foto viral tentang soal mata pelajaran yang menyebut nama Ganjar di media sosial.
Berikut penggalan soal yang fotonya viral tersebut:
Pak Ganjar tidak pernah bersyukur. Sebagai orang Islam, ia pun tidak pernah melaksanakan salat.
Sontak saja, foto soal mata pelajaran tersebut diperbincangkan oleh warganet di Twitter karena terhubung dengan nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo .
Ganjar mengatakan, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu kebenaran dari kabar itu, Selasa (9/2/2021).
"Buku dari Tiga Serangkai itu, ya? Saya sih nanti biar dicek temen-temen untuk klarifikasi dulu saja siapa yang nulis, benar tidak, motifnya apa. Biar tidak jadi keributan," kata Ganjar.
Ganjar juga mengimbuhkan, dirinya tak tau ada tidaknya motif politik di balik foto soal viral tersebut.
"Enggak tahu ya (kalau dihubungkan dengan politik)," terang Ganjar.
Gubernur Jawa Tengah itu menganggap jika soal dalam buku mata pelajaran tersebut sbeagai masukan untuknya.
Ia menambahkan, hal tersebut menjadi masukan bagi orang bernama Ganjar agar lebih rajin beribadah.
"Mungkin kritikan buat saya. Salat harus kencang, kalau Idul Adha harus sembelih sapi. Mungkin penulisnya memberi kritik untuk yang namanya Ganjar, tapi kan Ganjarnya banyak," jelasnya.
Baca: Heboh Soal ‘Pak Ganjar Tak Pernah Bersyukur’ Penerbit: Sekedar Contoh buat Nama
Baca: Geger Buku Pelajaran Ganjar Tak Pernah Bersyukur, Gubernur Jateng : Mungkin Kritikan Buat Saya
Menanggapi kabar viral tentang beredarnya foto soal yang mencatut nama Ganjar, akhirnya pihak Tiga Serangkai buka suara.
Perwakilan Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah ternyata sudah mendatangi General Manager PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Mas Admuawan.
Admuawan juga sudah mengklarifikasi kabar tersebut, di Solo, Jawa Tengah, Selasa (9/2/2021).
"Terkait nama Pak Ganjar yang ada di buku agama kita, tadi dari Kesbangpol Jateng itu sudah klarifikasi ke sini kami juga yang menemui dan menjelaskan. Dan juga dari Polresta Solo," ujar Admuawan.
Admuawan mengaku siap jika diminta bertemu dengan Ganjar untuk mengklarifikasi hal tersebut.
"Kita bersedia untuk sowan ke Pak Ganjar menjelaskan ini bahwa kita tidak ada tendensi apapun. Apalagi di berita-berita itu sudah dipelintir,"kata dia..
Nama Ganjar dalam buku, kata Admuawan, hanyalah sekadar nama.
Juga tidak dimaksudkan untuk menyinggung Ganjar Pranowo.