Hasil Penyelidikan WHO: Virus Covid Mungkin Tidak Berasal dari Wuhan, Tak Ada Bukti Kuat

Virus Corona mungkin tidak berasal dari Wuhan, kata tim penyelidik WHO, setelah sejumlah negara menuding dan melontarkan teori virus itu dari sana.


zoom-inlihat foto
kota-wuhan-ok-05.jpg
Hector RETAMAL / AFP
Orang-orang terlihat makan di depan sebuah restoran di Wuhan, provinsi Hubei tengah China pada 5 Februari 2021. WHO akhirnya menyimpulkan bahwa virus Covid-19 tidak berasal dari pasar basah ataupun kebocoran laboratorium di Wuhan.


Para ahli juga mengatakan tidak ada penyebaran SARS-COV-2 yang substansial di Wuhan sebelum wabah akhir 2019.

Baca: WHO Kecewa dengan China yang Halangi Investigasi Awal Mula Virus Corona di Wuhan, Ini Kronologinya

Misi ahli dari WHO yang menyelidiki asal-usul pandemi virus korona di China mengatakan belum mengidentifikasi sumber hewan dari virus SARS-COV-2, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 2,3 juta orang di seluruh dunia.

Liang Wannian, seorang ahli di Komisi Kesehatan Nasional China, mengatakan kepada wartawan di pusat kota Wuhan bahwa tim gabungan tersebut melibatkan 34 ahli China.

WHO meyakini virus itu berasal dari hewan, tetapi inang reservoir masih harus diidentifikasi, dikutip Al Jazeera, Selasa.

Wuhan adalah kota tempat virus pertama kali diidentifikasi, dan Liang mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan virus itu menyebar di kota itu sebelum kasus resmi pertama tercatat pada Desember 2019.

kota wuhan ok 04
File foto ini diambil pada tanggal 23 Februari 2017 menunjukkan seorang pekerja di dalam laboratorium P4 di Wuhan, ibukota provinsi Hubei China. Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 9 Februari 2021 semuanya menghilangkan teori kontroversial bahwa Covid-19 berasal dari laboratorium di kota Wuhan di Cina.

Dia juga menyarankan virus itu mungkin telah beredar di wilayah lain sebelum diidentifikasi di China.

Sebuah tinjauan literatur dari penelitian yang termasuk, "studi yang tidak dipublikasikan dari berbagai negara menunjukkan bahwa sirkulasi SARS-Cov-2 mendahului deteksi awal kasus beberapa minggu," katanya.

“Beberapa sampel yang diduga positif terdeteksi lebih awal dari kasus pertama yang dilaporkan. Ini menunjukkan kemungkinan sirkulasi yang salah dilaporkan di wilayah lain," katanya.

Analisis catatan penyakit pernapasan yang dilaporkan di rumah sakit di Wuhan dan Provinsi Hubei sekitarnya menunjukkan, "tidak ada peredaran SARS-COV-2 substansial yang tidak dikenal di Wuhan selama paruh akhir 2019," tambahnya.

Pakar luar negeri WHO, Ben Embarak, yang berbasis di kantor WHO di Beijing selama dua tahun sejak 2009, mendukung pernyataan yang mengatakan tidak ada bukti "wabah besar di Wuhan" sebelum itu.

Misi tersebut secara diplomatis rumit, yang sebelumnya dimulai oleh ketakutan akan ditutup-tutupi, dengan Amerika Serikat menuntut penyelidikan yang kuat dan China membalas dengan peringatan untuk tidak mempolitisasi penyelidikan.

(tribunnewswiki.com/hr)





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved