Dalam sebuah ungkapannya di media sosial, Henry mengungkap kalau dirinya sudah terlalu lama jadi eselon 1.
Kemudian dia juga pernah bantu dua menteri di era SBY, dan sudah 13 tahun lebih dipercaya bantu negara.
“Sudah pingin balik total di kampus tercinta. Sudah terlalu lama jadi eselon 1. Pernah bantu dua menterinya Pak SBY, termasuk menteri dari PKS, dan dua menteri Presiden Jokowi. Alhamdulillah sudah 13 tahun lebih dipercaya negara,” kata Henry melalui media sosialnya, pada Sabtu 30 Agustus 2020.
Baca: Tiga Menteri Keluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Soal Seragam Sekolah, Ini Isinya
Pendidikan
Pada tahun 1987, Henry Subiakto menjadi alumni jurusan Komunikasi Fisipol Universitas Gadjah Mada.
Di tahun yang sama ia juga menjadi alumni dari Fakultas Hukum UII.
Di tahun 1996, ia menjadi alumni Pascasarjana Komunikasi Universitas Indonesia.
Empat tahun berikutnya, ia menjadi alumni PAI London UK.
Pada tahun 2003, ia diberikan penghargaan oleh US Department of State sebagai Curriculum on Journalism.
Di tahun 2006, mengikuti International Fellow, on Short Course of Advance Research for Communication di Edith Cowan University, Perth Australia.
Baca: Arab Saudi Blokir Penerbangan 20 Negara Termasuk Indonesia, Begini Respons Kementerian Agama
Penghargaan
Dikutip dari laman resmi unair.ac.id, Prof. Henri Subiakto pernah mendapatkan penghargaan British Chevening Award pada tahun 2000, dan pada tahun 1998 mendapatkan penghargaan sebagai Dosen Teladan.
Pada 2007, dia pernah menjadi Komisaris Utama (Ketua Dewas) Perum LKBN. Enam tahun kemudian, tepatnya 2013, Henri sempat menjadi Komisaris PT Metra Digital (Telkom Group)
(TribunnewsWiki.com/Nur) (TribunJateng.com/Wahyu Ardianti Woro Seto)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Profil Biodata Henry Subiakto Professor yang Diduga Sindir Pendidikan Susi Pudjiastuti