Virus Corona 'Varian Afrika Selatan' Mulai Muncul di Inggris, Mutasinya Lebih Mengkhawatirkan

Mutasi virus corona E484K, yang muncul di Afrika Selatan, mulai ditemukan di Inggris


zoom-inlihat foto
ilustrasi-mutasi-virus-corona-e484k-muncul-di-afrika-selatan.jpg
pixabay.com
ILUSTRASI - Mutasi virus corona E484K muncul di Afrika Selatan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Lembaga Kesehatan Masyarakat Inggris sedang kasus virus korona dengan perubahan genetik baru yang 'mengkhawatirkan'.

Mutasi itu disebut E484K, yang sebelumnya telah terlihat di Afrika Selatan.

Kini, kasus virus corona jenis baru tersebut sudah ditemukan di beberapa wilayah Inggris.

Dilaporkan koresponden BBC, setidaknya ada 11 kasus di Bristol dan 32 kasus di Liverpool.

Kemungkinan masih ada lebih banyak kasus yang belum ditemukan.

Bukan hal yang mengagetkan ketika varian virus baru terus muncul.

Dr Julian Tang, seorang ahli virus di Universitas Leicester, menggambarkan temuan itu sebagai "perkembangan yang mengkhawatirkan, meskipun tidak sepenuhnya tidak terduga".

Dia mengatakan penting bagi orang-orang untuk mengikuti aturan lockdown dan menghentikan kasus virus corona untuk mencegah peluang virus bermutasi lebih lanjut.

"Jika tidak, virus tidak hanya dapat terus menyebar, tetapi juga dapat berkembang."

Dia mengatakan bahwa membiarkan penyebaran dapat memungkinkan "melting pot" untuk berbagai varian yang muncul.

Ilustrasi virus corona.
Ilustrasi virus corona. (pixabay.com)

Baca: Kolam Pemandian Air Panas di Jepang Ini Diklaim Bisa Kurangi Infeksi COVID-19 hingga 90 Persen

Para ilmuwan telah memeriksa apa dampak mutasi baru ini terhadap vaksin virus korona, yang dirancang dengan versi virus sebelumnya.

Beberapa penelitian tampaknya menunjukkan E484K dapat membantu virus menghindari antibodi.

Tetapi hasil awal dari Moderna menunjukkan bahwa vaksinnya masih efektif melawan varian dengan mutasi ini - meskipun respons kekebalan tubuh mungkin tidak begitu kuat atau berkepanjangan.

Dua vaksin virus corona baru yang dapat segera disetujui - satu dari Novavax dan lainnya dari Janssen - juga tampaknya menawarkan perlindungan yang baik terhadap varian baru.

Bahkan dalam skenario kasus terburuk, vaksin dapat dirancang ulang dan disesuaikan agar lebih cocok dalam hitungan minggu atau bulan, kata para ahli.

Tindakan seperti mencuci tangan, menjaga jarak dari orang lain, dan mengenakan penutup wajah akan tetap membantu mencegah infeksi.

Selain Covid-19, Ahli Ingatkan Bahaya Virus Nipah

Virus nipah di China dilaporkan bisa berpeluang menjadi pandemi berikutnya setelah Covid-19.

Pasalnya, tingkat kematian akibat virus itu mencapai 75 persen, lapor Acces to Medicine Foundation, dilansir Kompas.com dari Al Arabiya, Minggu (31/1/2021).

Jika virus nipah menjadi pandemi, kemungkinan kondisinya akan lebih parah.





Halaman
123






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved