Dituding Demokrat Soal Makar, Moeldoko: Mungkin Dasarnya Foto-foto

"Mungkin dasarnya foto-foto. Ya orang ada dari Indonesia timur, ada dari mana-mana kan datang ke sini mungkin pengen foto sama saya."


zoom-inlihat foto
moeldoko-isu-reshuffle.jpg
Kompas.com
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko disebut-sebut sebagai sosok yang melakukan makar di Partai Demokrat.

Akan tetapai, dia membantah tudingan tersebut.

Moeldoko menceritakan awal mula ia dituding sebagai salah satu yang ingin mengambil alih Partai Demokrat.

Menurut dia tudingan itu mungkin berawal dari sejumlah foto dirinya bersama sejumlah orang.

Pria kelahiran Kediri ini tidak menjelaskan secara rinci foto yang dimaksud begitu pula orang-orang dalam foto tersebut.

Baca: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Selasa 2 Februari 2021, Virgo Ada Ketegangan, Keadaan Taurus Membaik

Baca: Soal Isu Kudeta, Moeldoko Minta AHY Tak Mudah Baper: Kalau Anak Buah Tak Boleh Pergi, Borgol Saja

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019)
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019) (Kompas.com)

Namun, dia menegaskan bahwa orang-orang tersebut datang kepadanya dan menceritakan persoalan di Partai Demokrat.

"Mungkin dasarnya foto-foto. Ya orang ada dari Indonesia timur, ada dari mana-mana kan datang ke sini mungkin pengen foto sama saya.

Ya saya terima saja. Apa susahnya," ujar Moeldoko dalam konferensi pers virtual, Senin (1/2/2021) malam seperti dikutip dari Kompas.com.

Sebagai mantan panglima TNI, kata Moeldoko, ia kerap menerima banyak tamu.

"Jadi ceritanya begini teman-teman sekalian. Beberapa kali banyak tamu berdatangan dan saya orang yang terbuka.

Saya mantan panglima TNI tapi saya tidak memiliki batas dengan siapa pun.

Apalagi, di rumah ini mau datang terbuka 24 jam," papar dia.

Baca: AHY Tuding Orang Istana Ingin Kudeta Partai Demokrat, Andi Arief Blak-blakan Sebut Nama Moeldoko

Moeldoko.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Moeldoko mengatakan ada sejumlah orang datang secara bergelombang,

Ia menerima para tamu tersebut tetapi menyebut tidak tahu perihal maksud kedatangan mereka.

"Berbondong-bondong ya kita terima. Konteksnya apa saya juga enggak mengerti.

Dari obrolan-obrolan itu biasanya saya awali dari pertanian karena memang saya suka pertanian," tutur dia.

"Berikutnya pada curhat tentang situasi yang dihadapi. Ya saya dengarkan saja," ucap Moeldoko.

Ia mengaku banyak mendengarkan penuturan para tamu.

Dia pun mengaku prihatin atas situasi yang dihadapi mereka.

"Saya sih sebetulnya prihatin ya dengan situasi itu. Sebab saya juga bagian yang mencintai Demokrat," ujar dia.

Lambang Partai Demokrat
Lambang Partai Demokrat (demokrat.co.id)

Setelah pertemuan itu, Moeldoko menyebut muncul berbagai isu tentang Partai Demokrat.

Menurut Moeldoko, kesediaannya dalam menerima tamu dan berfoto bersama menunjukkan bahwa dirinya yang seorang jenderal tidak punya batas dengan siapa pun.

"Ya Kalau itu menjadi persoalan yang digunjingkan itu ya silakan saja. Saya tidak keberatan," ucap dia.

Sebelumnya Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief menyebut Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko merupakan pejabat negara yang ingin mengambil kepemimpinan Partai Demokrat dari tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Andi Arief melalui menyebut nama Moeldoko dalam cuitan akun Twitter pribadinya, @Andiarief_, Senin (1/2/2021) malam.

"Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko," ungkap Andi Arief.

"Kenapa AHY berkirim surat ke Pak Jokowi, karena saat mempersiapkan pengambilalihan menyatakan dapat restu Pak Jokowi," ujarnya.

Isu makar dalam Partai Demokrat awalnya dibeberkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers Senin siang.

AHY menuturkn, dari beberapa kesaksian dugaan gerakan makar ini juga melibatkan orang-orang dalam pemerintahan Jokowi.

Baca: AHY Kirim Surat ke Jokowi Soal Dugaan Makar di Partai Demokrat yang Melibatkan Petinggi Pemerintah

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberi Pembekalan Calon Kepala Daerah (Cakada) bagi kader Partai Demokrat secara virtual pada Jumat (25/9/2020).
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberi Pembekalan Calon Kepala Daerah (Cakada) bagi kader Partai Demokrat secara virtual pada Jumat (25/9/2020). (instagram.com/agusyudhoyono)

“Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, Gerakan ini (makar) melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di lingkar kekuasaan terdekat presiden Joko Widodo,” kata AHY dalam konferensi pers melalui akun YouTube Agus Yudhoyono pada Senin (1/2/2021).

Dalam keterangannya, putra pertama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengatakan jika gerakan ini mendapatkan dukungan dari pejabat penting pemerintahan.

“Gerakan ini juga dikatakan telah mendapatkan dukungan menteri dan pejabat penting di pemerintahan Joko Widodo,” lanjut AHY.

AHY menuturkan, gerakan dugaan makar ini digunakan untuk kendaraan politik orang yang bersangkutan dalam pemilu 2024.

“Dalam komunikasi mereka pengambilalihan posisi paksa Ketua Umum Partai Demokrat akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon presiden pada pemilu 2024 mendatang,” kata putra sulung SBY tersebut.

(Tribunnewswiki.com/SO/Kompas.com/Dian Errika)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved